WFH Tak Harus 50 Persen, Pemda DIY Sesuaikan Kebutuhan OPD
WFH ASN Pemda DIY memasuki pekan kedua. Skema fleksibel disesuaikan kebutuhan OPD, disertai kebijakan car free day tiap Jumat.
Ilustrasi ASN - Freepik
Harianjogja.com, JOGJA—Aparatur Sipil Negara (ASN) akan menjalani work from anywhere (WFA) menjelang dan pasca Lebaran. Diharapkan melalui kebijakan ini, kepadatan arus mudik dapat dipecah dan lebih merata.
Menteri Perhubungan, Dudy Purwagandhi, menjelaskan kebijakan WFA bertujuan untuk mendistribusikan perjalanan para pemudik sehingga tidak menumpuk di libur Lebaran. “Jadi kami target dari tanggal 24. Kami memprediksi perjalanan mulai muncul pada 21 Maret [Jumat],” ujarnya saat ditemui di kompleks Kepatihan, Rabu (12/3/2025).
WFA juga rencananya akan diperpanjang pasca Lebaran, untuk mengurai perjalanan pada arus balik. “Setelah kami lihat, ternyata antara perjalanan mudik dan balik, punya jumlah yang cukup besar juga. Sehingga kami sekarang sedang berbicara dengan stakeholder untuk mengantisipasi termasuk WFA saat arus balik,” katanya.
Namun untuk durasi WFA pasca Lebaran, saat ini belum diputuskan dan masih dalam proses pembahasan pihak terkait. “Ini masih digodok oleh Men-PANRB [Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi]. Sementara ini belum bisa diumumkan,” katanya.
BACA JUGA: Tenda Pasar Ramadan di Alun-Alun Wates Ditabrak, Sopir Diduga Mabuk
Pada Lebaran 2025, diprediksi ada sekitar 146 juta penduduk Indonesia yang akan melakukan perjalanan, baik perjalanan mudik maupun liburan. Namun ia tidak merinci berapa banyak perjalanan tersebut yang bertujuan masuk DIY.
Kapolda DIY, Irjen Pol Suwondo Nainggolan, menuturkan dengan adanya WFA tersebut, diharapkan tidak ada puncak kepadatan arus mudik. “Peak-nya [ puncak arus mudik] tidak akan terjadi. Ada pemecahan. Makin tenang kita untuk pengamanan lalu lintas,” ujarnya.
Secara empiris, arus mudik di Jogja biasanya terjadi dua hari setelah wilayah Jawa Tengah. “Contohnya sekarang Jawa Tengah lagi sibuk-sibuknya, Jogja tidak ada apa-apa. Dua hari kemudian, di sana sudah tenang, baru kita sibuk,” paparnya.
Pengamanan arus mudik saat ini juga sudah dibantu teknologi sehingga semakin mudah. “Sekarang kita punya CCTV, semuanya terpantau. Ada indikator hijau, kuning, merah. Begitu kuning, dia memberi warning ke kami untuk menyiapkan diri,” ungkapnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
WFH ASN Pemda DIY memasuki pekan kedua. Skema fleksibel disesuaikan kebutuhan OPD, disertai kebijakan car free day tiap Jumat.
Kredivo menghentikan sementara penagihan dan menonaktifkan debt collector usai dugaan pelanggaran penagihan di Purworejo.
Film dokumenter Jalan Pulih terkurasi di Djourno Fest 2026. Karya ini mengangkat perjuangan perempuan dengan disabilitas psikososial dan makna pemulihan.
Dewan Pendidikan DIY menyoroti dugaan ketidaksetaraan fasilitas belajar siswa non muslim di SMA Negeri dan meminta seluruh sekolah memenuhi hak belajar setara.
Destry Damayanti ditunjuk sebagai Gubernur sementara BI. LHKPN mencatat total harta kekayaannya mencapai lebih dari Rp100,236 miliar.
Bareskrim Polri menangkap AKP Pardiman dan lima anggota Polres Tangsel terkait dugaan narkoba. Polri menegaskan tidak ada impunitas.