Proyek Konservasi Burung Aviary Purwosari Ditarget Rampung 2029
Pembangunan aviary Purwosari Gunungkidul kembali dilanjutkan tahun ini dengan anggaran Rp5,6 miliar dari Dana Keistimewaan DIY.
Ilustrasi. /Antara
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Gunungkidul meminta kepada nelayan di kawasan Pesisir Selatan di wilayahnya untuk berhati-hati, meyusul adanya potensi gelombang tinggi. DKP berharap agar nelayan saat beraktivitas menangkap ikan tetap memperhatikan keselamatan.
Kepala Bidang Perikanan Tangkap, DKP Gunungkidul, Wahid Supriyadi mengatakan, sejak Senin (10/3/2025) mendapatkan informasi dari Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) DIY tentang peringatan dini mengenai potensi gelombang tinggi.
Diperkirakan di perairan Selatan Jawa mengalami kenaikan gelombang hingga ketinggian empat meter.Kenaikan itu, kata Wahid, diprediksi terjadi hingga Kamis (14/3/2025). Oleh karena itu, para nelayan di Gunungkidul diminta mewaspadai potensi ini sehingga terus berhati-hati saat beraktivitas di laut.
BACA JUGA: Waspada Gelombang Tinggi di Laut Jawa
“Mudah-mudahan semua normal, tapi kewaspadaan tetap jadi yang utama sehingga tidak terjadi hal-hal yang tak diinginkan,” kata Wahid, Rabu (12/3/2025).
Ia menjelaskan, langkah antisipasi dapat dilakukan dengan terus memperbaharui berkaitan dengan perkembangan cuaca, kecepatan maupun ketinggian gelombang. Pembaharuan dapat dilakukan dengan mudah karena bisa diakses melalui gawai yang dimiliki nelayan.
“Sekarang perkembangan informasi bisa diakses dengan mudah seiring dengan adanya teknologi,” ungkapnya.
Selain itu, kata dia, untuk keamanan pada saat menangkap ikan dilaut, para nelayan diminta menggunakan pelampung. Alat pengamanan ini dibutuhkan untuk mengurangi risiko saat terjadi kecelakaan laut.
“Pakai jaket pelampung ini sangat penting karena bisa menjadi penyelamat saat terjadi sesuatu hal yang tak diinginkan,” katanya.
Koordinator Satlinmas Rescue Istimewa Wilayah 2 di Pantai Baron, Marjono mengatakan, sejak beberapa hari ini ada prediksi kenaikan gelombang. Meski demikian, untuk Rabu siang kondisi masih aman terkendali.
“Potensinya hingga 3,5 meter kenaikan gelombangnya. Tapi, hingga Rabu siang masih landai,” katanya.
Menurut dia, para nelayan tetap beraktivitas seperti biasa untuk menangkap ikan di laut. Hal ini dikarenakan prediksi kenaikan gelombang masih dalam kondisi aman karena masih dibawah lima meter ketinggiannya.
“Nelayan tetap beraktivitas seperti biasa,” katanya.
Meski demikian, Marjono berharap nelayan tetap berhati-hati. Pasalnya, prediksi kenaikan gelombang juga dibarengi dengan potensi cuaca ekstrem.
“Kewaspadaan ini tetap penting agar saat beraktivitas bisa selamat semuanya. Tentunya, saat ada perkembangan terbaru berkaitan dengan cuaca maupun ketinggian gelombang akan kami informasikan ke nelayan,” kata Marjono.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Pembangunan aviary Purwosari Gunungkidul kembali dilanjutkan tahun ini dengan anggaran Rp5,6 miliar dari Dana Keistimewaan DIY.
Xiaomi membatalkan proyek ponsel ultra-tipis Xiaomi 17 Air karena tak ingin mengorbankan performa, baterai, dan kualitas pengguna.
Komnas HAM mendorong pengusutan tuntas kasus kekerasan anak di Daycare Little Aresha Jogja. Polisi buka peluang tersangka bertambah.
Kemkomdigi memblokir 3,45 juta situs judi online sejak Oktober 2024. Perputaran dana judol 2025 tercatat Rp286 triliun.
Pratama Arhan memperkenalkan Inka Andestha sebagai kekasih barunya lewat unggahan romantis di Instagram usai resmi bercerai dari Azizah Salsha.
Sony resmi membawa PS5 Pro ke Indonesia mulai 20 Mei 2026 dengan harga Rp15,499 juta. Ini spesifikasi, fitur AI, dan peningkatannya.