Lumbung Mataram Kalurahan Purwosari di Kulonprogo Mengoptimalkan Pertanian dan Peternakan Warga
Salah satu implementasi program Lumbung Mataram di Kulonprogo dilakukan Kalurahan Purwosari, Kapanewon Girimulyo
Ilustrasi. /Solopos-M. Ferri Setiawan
Harianjogja.com, KULONPROGO—Pasar tumpah saat arus mudik lebaran diantisipasi Dinas Perhubungan (Dishub) Kulonprogo agar meminimalkan kecelakaan lalu lintas. Prediksi titik pasar tumpah antara lain di Kalurahan Bendungan, Kapanewon Wates hingga Kalurahan Jangkaran, Kapaneown Temon.
Dishub Kulonprogo akan mengatur pasar tumpah saat arus mudik lebaran ini agar tidak mengganggu lalu lintas. Pengaturan yang akan dilakukan terutama lokasi parkir pengunjungnya dan rekayasa arus agar tidak menyebabkan kemacetan.
BACA JUGA: ASN di Lingkungan Pemda DIY Dilarang Pakai Mobil Dinas untuk Mudik Lebaran
Kepala Bidang Lalu Lintas Dishub Kulonprogo R. Sukirno menjelaskan pada Selasa (18/3/2025) pasar tumpah bagian dari budaya masyarakat yang umum disebut prepegan. “Pantuan kami kalau lebaran itu pasar tumpah ada di sekitar Pasar Bendungan dan Pasar Glaeng, ini akan diatur dan dikoordinasikan bersama nantinya,” terangnya.
Sukirno menyebut dinas sedang mempersiapkan pemetaan arus ini dengan Polres Kulonprogo. “Untuk antisipasi kemacetan nanti juga dimungkinkan rekayasa waktu lampu Apill [Alat Pemberi Isyarat Lalu Lintas] di persimpangan-persimpangan yang berpotensi macet,” jelas Sukrino.
Selain kemacetan, tantangan terbesar arus mudik lebaran adalah tingkat kecelakaan. Sukirno menyebut titik rawan kecelakaan berada di jalan utama seperti Jalan Nasional Wates dari Temon hingga Sentolo.
Kepala Dishub Kulonprogo, Ariadi menyebut tingkat kecelakaan yang terjadi di Jalan Nasional Wates disebabkan sifat jalurnya yang banyak digunakan dalam kecepatan tinggi. “Selain itu jalur di Jalan Wates juga cukup ramai saat arus mudik lebaran, sehingga sasaran kami akan meminimalkan kecelakaan disana,” katanya.
Peningkatan sarana-prasarana penunjang jalan terutama rambu-rambu lalu lintas akan ditingkatkan di Jalan Nasional Wates. “Lampu jalan di sekitarnya juga dilakukan pengecekan agar saat malam hari dipastikan penerangannya optimal, termasuk akan kami koordinasikan dengan Dishub DIY,” kata Ariadi.
Dishub Kulonprogo mengimbau agar pemudik juga lebih berhati-hati, jelas Ariadi, terutama memastikan kendaraan laik dan tidak memaksakan diri terutama saat lelah. “Kami akan bisikin pokso juga yang bisa digunakan pemudik untuk istirahat, sejumlah lembaga juga ada menyediakan posko ini perlu dimanfaatkan bersama untuk meminimalisir kecelakaan,” tandasnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Salah satu implementasi program Lumbung Mataram di Kulonprogo dilakukan Kalurahan Purwosari, Kapanewon Girimulyo
Pembangunan aviary Purwosari Gunungkidul kembali dilanjutkan tahun ini dengan anggaran Rp5,6 miliar dari Dana Keistimewaan DIY.
Amerika Serikat disebut telah menghabiskan Rp507 triliun untuk operasi militer melawan Iran sejak konflik pecah Februari 2026.
Jadwal KRL Jogja-Solo Rabu 13 Mei 2026 lengkap dari Yogyakarta hingga Palur, tarif tetap Rp8.000 sekali perjalanan.
Festival Dalang Cilik Kulonprogo menjadi ajang regenerasi dalang muda dan pelestarian budaya wayang di kalangan pelajar.
Jadwal KRL Solo-Jogja Rabu 13 Mei 2026 lengkap dari Palur hingga Yogyakarta dengan tarif Rp8.000 sekali perjalanan