CCTV Ungkap Kronologi Perusakan Bendera di Bantul dan Palang Kereta
CCTV dan ciri fisik mengungkap dugaan satu pelaku perusakan Bendera Merah Putih di Bantul dan palang kereta api di Gamping.
Kemacetan, macet. - Ilustrasi/Freepik
Harianjogja.com, SLEMAN—Sejumlah jalur rawan kecelakaan, rawan bencana hingga rawan kemacetan terus dipetakan untuk menghadapi mudik lebaran. Berbagai skenario penanganan pun disiapkan untuk menghadapi sejumlah jalur rawan tersebut.
Kepala Dinas Perhubungan Sleman, Arip Pramana menjelaskan di Sleman ada sejumlah jalur yang masuk dalam kategori rawan kecelakaan. Di Sleman setidaknya ada tiga jalan yang dikategorikan rawan kecelakaan, ketiganya meliputi Jl Wates KM 5,7 dan 9, lalu Jl Solo KM 1, 13, dan 10 serta Jl Magelang KM 11 dan 14.
BACA JUGA: Arus Mudik Lebaran 2025: Kulonprogo Antisipasi Pasar Tumpah
Namun perihal pertimbangan jalur tersebut masuk dalam rawan, Arip mengatakan Satlantas Polresta Sleman yang bisa menjelaskan secara mendetail. Untuk pencegahannya, ketiga ruas tersebut akan dilakukan monitoring melalui patroli lalu lintas.
Sementara untuk jalur rawan bencana, Arip menyebut jalur Prambanan atas menjadi jalur yang patut diwaspadai. Kemiringan jalurnya yang cukup curam membuat pengendara kudu berhati-hati ketika melintasi jalur ini.
"Mungkin di Prambanan atas yang biasanya longsor dan sebagainya. Data BPBD yang lebih lengkap. Karena kemiringan lokasi agak ekstrem kalau di Prambanan atas," tandasnya.
Di sisi lain, untuk jalur kemacetan di Sleman, Dishub Sleman mencatat setidaknya 15 jalur yang dikategorikan sebagai jalur rawan kemacetan. Belasan jalur rawan macet itu meliputi simpang (Sp) Tempel, Sp 4 Beran, Sp. 4 Denggung, Sp 4 Demak ijo, Sp 4 Pelem Gurih, Sp 3 Gamping, Sp 4 Monjali, Sp 4 Gejayan, Sp 4 Condongcatur, Sp 3 Maguwo, Sp 3 Bandara, Sp 4 Raden ronggo, Sp.l 4 Kalasan, Sp 4 Prambanan dan Exit Toll Fungsional Tamanmartani, Kalasan.
Untuk mengatasi kemacetan di jalur tersebut, nantinya arus lalu lintas akan dikendalikan melalui system ATCS untuk simpang di jalan Kabupaten. Koordinasi akan dilakukan antara Dishub DIY untuk simpang di jalan Provinsi. Sementara koordinasi dengan BPTD kelas II DIY dilakukan untuk simpang di jalan Nasional.
"Beberapa simpang empat, mulai dari simpang tiga Maguwo sampai Monjali itu memang ada beberapa pengaturan yang tadi udah dikoordinasikan mungkin pengaturan durasi APILL tapi itu situasional tergantung juga nanti diskresi kepolisian," tegasnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
CCTV dan ciri fisik mengungkap dugaan satu pelaku perusakan Bendera Merah Putih di Bantul dan palang kereta api di Gamping.
Sejumlah investor menggugat Selena Gomez terkait startup kesehatan mental Wondermind. Mereka menuding ada penyesatan informasi bisnis dan menuntut pengembalian
Penyalahgunaan narkoba tidak hanya berdampak pada orang yang mengonsumsinya, tetapi juga dapat menyeret keluarga hingga lingkungan sekitar.
Polresta Cilacap mengungkap dugaan pencabulan dan persetubuhan terhadap anak dengan 24 korban selama 11 tahun. Polisi membuka posko pengaduan.
Piala AFF 2026 memasuki fase semifinal! Singapura vs Thailand dan Malaysia vs Vietnam. Thailand lolos dengan nilai sempurna, Vietnam juara Grup A. Cek jadwal le
Honor resmi luncurkan Robot Phone dengan gimbal titanium terkecil di industri. Kamera 200 MP bisa bergerak 4 arah, rekam 4K, dan punya 100 ekspresi wajib.