Jorge Martin Rebut Pole MotoGP Austria 2026
Jorge Martin merebut pole position MotoGP Austria 2026 di Red Bull Ring. Pembalap Aprilia itu mengungguli Marc Marquez dalam kualifikasi.
Aksi massa di depan Gedung DPRD DIY, Kamis (20/3/2025) malam - X
Harianjogja.com, JOGJA—Kericuhan mewarnai aksi ratusan massa Aliansi Jogja Memanggil yang memprotes atas disahkannya Rancangan Undang-undang (RUU) TNI yang disetujui DPR RI menjadi Undang-undang (UU) di Gedung DPRD DIY, Kamis (20/3/2025) malam. Polisi akhirnya membubarkan massa, meskipun mendapatkan perlawanan dari peserta aksi.
Salah satu massa aksi yang enggan dikutip namanya mengungkapkan, awalnya pihak kepolisian memang melakukan mediasi, hanya saja massa aksi masih menolak membubarkan diri.
"Ini diberi waktu sejam untuk membubarkan diri. Tapi banyak yang meminta agar bertahan hingga dini hari," katanya.
Polisi sendiri memilih mundur dan merapat ke gedung DPRD DIY. Sementara massa bergerak dan membentuk pagar dengan saling menyilangkan tangan sambil terus meneriakkan yel-yel.
Demo di Kantor DPRD DIY akhir nya di Paksa Bubar dini hari ini dan seperti biasa, akhirnya bentrok. pic.twitter.com/wh4sP0Dct2
— ~Jogja Menyapa~ (@jogja_menyapa) March 20, 2025
Bahkan untuk menghalau massa, polisi terpaksa harus mengerahkan water canon ke arah massa. Alhasil aksi saling dorong masih berlangsung.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Jorge Martin merebut pole position MotoGP Austria 2026 di Red Bull Ring. Pembalap Aprilia itu mengungguli Marc Marquez dalam kualifikasi.
Disdikpora DIY bakal mendata sekolah yang menolak MBG sekaligus mengevaluasi layanan SPPG dan pencegahan keracunan makanan.
KPK menemukan petunjuk dugaan aliran uang saat menggeledah rumah Dirjen PPTR Lampri dalam perkara dugaan suap pengurusan SHGB.
Ekspansi ekonomi digital menuntut kepastian identitas, kepatuhan PSE, dan keamanan transaksi untuk menjaga kepercayaan konsumen.
Sebanyak 1.100 pelari meramaikan Bank Jateng Friendship Run di Kota Semarang, Minggu (20/9/2026)
Petani Temanggung diminta waspadai serangan hama saat kemarau karena cuaca panas dan kering dapat mengganggu pertumbuhan tanaman.