Kebakaran Lahan Melonjak di Bantul Petugas Temukan Pola Berulang
Kebakaran lahan di Bantul meningkat selama musim kemarau 2026. BPBD mencatat pembakaran sampah dan lahan masih menjadi penyebab utama.
Sebuah truk bermuatan tanaman hias terguling karena tidak kuat menanjak di area Seropan, Muntuk, Dlingo, Kabupaten Bantul, pada Sabtu (22/3/2025). Dok. Ist (email)
Harianjogja.com, BANTUL—Sebuah truk bermuatan tanaman hias mengalami kecelakaan tunggal di tanjakan Seropan, Muntuk, Dlingo, Kabupaten Bantul, pada Sabtu (22/3/2025) sekitar pukul 05.45 WIB. Truk dengan nomor polisi N 9117 UG itu tidak kuat menanjak, kemudian berjalan mundur hingga terguling.
Kepala Seksi Humas Polres Bantul, AKP I Nengah Jeffry menjelaskan, kecelakaan bermula ketika truk yang dikemudikan oleh Noven Yoga Pradana, 27, warga Ngadiluwih, Kediri, sedang dalam perjalanan mengirim tanaman hias ke Pandansimo, Bantul.
BACA JUGA: Tabrakan Beruntun Jalan Daendels Kulonprogo, Warga Galur Meninggal Dunia
Truk tersebut membawa sekitar 5.000 polybag tanaman hias. Namun, saat melintas di tanjakan Seropan, kendaraan tidak mampu menanjak dan akhirnya mundur tak terkendali sebelum terguling ke sisi jalan.
"Akibat kejadian ini, muatan tanaman hias jatuh dan tercecer di pinggir jalan. Selain itu, bagian kiri bak truk mengalami kerusakan," katanya.
Beruntung, tidak ada korban jiwa maupun luka dalam kecelakaan ini. Sopir truk selamat tanpa mengalami cedera. Insiden itu kemudian dilaporkan oleh sejumlah warga yang berada di lokasi kejadian.
Polisi yang datang ke lokasi langsung melakukan evakuasi serta mengatur arus lalu lintas agar tidak terjadi kemacetan di jalan yang cukup sempit tersebut.
"Saat diperiksa, pengemudi truk diketahui memiliki surat tanda nomor kendaraan (STNK) yang sah, namun tidak memiliki SIM C," kata Jeffry.
Dari kejadian ini, kerugian materiil yang dialami korban meliputi kerusakan pada bagian kiri bak truk serta kerusakan sebagian muatan tanaman hias.
Hingga berita ini diturunkan, pihak kepolisian masih melakukan pendataan terkait insiden ini dan mengimbau para pengendara yang melintasi jalur tanjakan Seropan untuk lebih berhati-hati, terutama bagi kendaraan bermuatan berat.
"Kami mengingatkan para pengemudi truk untuk selalu memastikan kondisi kendaraan dalam keadaan prima, terutama saat melewati jalur menanjak yang cukup curam seperti di Seropan. Jika merasa tidak sanggup jangan dipaksa," tutup Jeffry.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Kebakaran lahan di Bantul meningkat selama musim kemarau 2026. BPBD mencatat pembakaran sampah dan lahan masih menjadi penyebab utama.
KAI Bandara YIA membagikan merchandise kepada penumpang anak dalam peringatan Hari Anak Nasional 2026 di Stasiun Yogyakarta dan Stasiun YIA.
Sebanyak 113 SPPG di Bantul telah beroperasi untuk program MBG, sementara 22 unit lainnya masih belum berjalan karena berbagai kendala.
Lebih dari 40.000 kepesertaan BPJS Kesehatan di Gunungkidul kembali aktif setelah penonaktifan PBI akibat penerapan DTSEN.
Polresta Jogja menetapkan lima tersangka baru kasus Little Aresha Daycare. Total tersangka kini mencapai 32 orang dengan 157 anak menjadi korban.
Ekonom menilai penunjukan Destry Damayanti sebagai Pjs. Gubernur BI mampu menjaga kepercayaan pasar selama masa transisi kepemimpinan.