14 Tahun UUK DIY, Malioboro Jadi Panggung Seni Memetri Jogja
Memperingati 14 tahun UUK DIY, Malioboro menjadi panggung seni Memetri Jogja Merawat Nusantara sekaligus donasi korban bencana NTT.
Ilustrasi penemuan jenazah. Freepik
Harianjogja.com, BANTUL—Polres Bantul terus mendalami temuan mayat perempuan yang menghebohkan warga Dusun Pandes, Wonokromo, Pleret, Bantul, awal April 2025 lalu.
Terbaru polisi menemukan bukti aktivitas mencurigakan dalam rekaman kamera CCTV tak jauh dari kendaraan korban yakni Ida Kurniawati, 22, asal Kecamatan Selogiri, Wonogiri, Jawa Tengah yang ditinggalkan di sekitar lokasi.
Kepala Seksi Humas Polres Bantul, AKP I Nengah Jeffry mengatakan, penemuan mayat terjadi pada Selasa, 1 April 2025, pukul 11.00 WIB. Jasad korban ditemukan oleh dua warga yang tengah mencari pasir di aliran Sungai Code. Bau menyengat yang tercium di sekitar lokasi mengarahkan mereka pada sesosok jenazah perempuan terlentang di tepi sungai dengan kondisi wajah rusak dan tubuh mulai membengkak.
BACA JUGA: Identitas Mayat Terikat Tali di Kali Anyar Solo Terungkap, Diduga Korban Pembunuhan
“Identifikasi dilakukan melalui sidik jari dan ditemukan kecocokan sebanyak 12 titik dengan data E-KTP milik Ida Kurniawati,” kata Jeffry, Sabtu (12/4/2025).
Hasil pemeriksaan awal dari Puskesmas Pleret menunjukkan bahwa korban mengalami luka terbuka di telapak tangan kanan serta memar di pergelangan tangan. Penyebab kematian belum bisa dipastikan secara medis, mengingat kondisi jenazah yang telah rusak akibat paparan air selama beberapa hari.
Sebelum penemuan mayat, pada Minggu (6/4/2025), warga melaporkan adanya sepeda motor yang terparkir mencurigakan selama lebih dari sepekan di sebuah ruko kosong dekat RS Wirosaban, tak jauh dari jembatan Sungai Code. Di motor tersebut juga ditemukan tas berisi pakaian korban.
Dalam penyelidikan lanjutan, polisi menemukan rekaman CCTV yang memperlihatkan seseorang diduga menceburkan diri dari jembatan Sungai Code pada malam 28 Maret 2025, atau sekitar tiga hari sebelum jenazah ditemukan. “Namun rekaman tersebut kurang jelas karena minim cahaya dan cuaca saat itu hujan. Kami belum dapat memastikan apakah itu korban,” ujar Jeffry.
Ida sebelumnya dilaporkan hilang oleh keluarganya ke Polres Wonogiri pada 28 Maret 2025. Berdasarkan keterangan keluarga, ia berpamitan pergi bekerja menggunakan sepeda motor berwarna merah muda, tapi tak kunjung pulang. Kepergiannya juga sempat disebarkan melalui media sosial oleh kerabat korban.
BACA JUGA: Polisi Ungkap Jenazah yang Ditemukan di Kali Code Pleret Merupakan Warga Wonogiri
Polres Bantul kini tengah berkoordinasi dengan Polres Wonogiri untuk menelusuri latar belakang korban dan mencari tahu kemungkinan adanya unsur kekerasan, atau jika korban benar melakukan bunuh diri.
“Kami masih menunggu hasil autopsi lengkap dari RS Bhayangkara. Proses penyelidikan masih berjalan dan semua kemungkinan masih terbuka,” kata Jeffry.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Memperingati 14 tahun UUK DIY, Malioboro menjadi panggung seni Memetri Jogja Merawat Nusantara sekaligus donasi korban bencana NTT.
Jadwal KRL Palur-Jogja Rabu 2 September 2026 tersedia dalam 12 perjalanan, dengan keberangkatan dari Palur mulai 05.00 hingga 20.42 WIB.
259 santri Pondok Pesantren Manbaul Hikmah Sidoarjo dirawat setelah diduga keracunan usai menyantap makanan MBG.
BGN menetapkan dua sesi jam kerja wajib kepala SPPG MBG, yakni pukul 17.00-19.00 WIB dan 02.00-08.00 WIB.
Pemkab Bantul merotasi tujuh pejabat PTP. Sejumlah jabatan strategis diisi pejabat baru setelah melalui uji kompetensi dan persetujuan BKN.
Kebakaran melanda lahan penghijauan dekat Tol Semarang-Solo KM 442. Lima mobil damkar dikerahkan untuk memadamkan api.