Advertisement
Empat Lurah di Sleman Tersandung Kasus Penyalahgunaan Tanah Kas Desa, KPH Yudanegara: Sudah Cukup, Jangan Ada Lagi
Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat, Kalurahan, Kependudukan dan Pencacatan Sipil DIY, KPH Yudanegara- Harian Jogja - Triyo Handoko
Advertisement
Harianjogja.com, SLEMAN--Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat, Kalurahan, Kependudukan dan Pencacatan Sipil (DPMK2PS) DIY, Kanjeng Pangeran Haryo (KPH) Yudanegara meminta agar seluruh lurah di Kabupaten Sleman menjadi teladan dalam bersikap dalam kehidupan sehari-hari. Menurut dia, kasus penyalahgunaan tanah kas desa (TKD) yang menjerat empat lurah di Sleman tidak boleh ada lagi, termasuk di kabupaten lain.
Empat lurah tersebut adalah Lurah Caturtunggal, Maguwoharjo, Candibinangun, dan Trihanggo. “Sudahlah cukup [tindakan penyalahgunaan seperti itu] untuk lurah se-DIY saja. Sudah waktunya kita benar-benar melayani masyarakat lewat pelayanan publik di Pemerintah Kalurahan,” kata KPH Yudanegara ditemui di Pendopo Parasamya Pemda Sleman, Rabu (16/4/2025).
Advertisement
Dia juga menegaskan kekompakan paguyuban lurah akan berimplikasi pada eksekusi kebijakan yang efektif.
Dia juga menyampaikan pesan dari Gubernur DIY, Sri Sultan HB X, bahwa lurah dapat menuntun masyarakat dengan welas asih dan ngemong/ merawat dan menjaga tanpa pamrih demi terwujudnya cita-cita besar reformasi kalurahan di DIY.
“Karena bicara soal paguyuban, bukan hanya soal kegiatan, tapi juga soal kebersamaan, rasa saling peduli, dan kekompakan. Sebab kekompakan adalah fondasi dari eksekusi kebijakan yang efektif,” katanya.
Dia juga meminta seluruh lurah di DIY pada umumnya dan Sleman pada khususnya perlu mengembangkan kompetensi dan karakter, sehingga cita-cita besar reformasi dapat tercapai di DIY.
Bupati Sleman, Harda Kiswaya, mengatakan lurah-lurah di Sleman harus menghindari segala tindakan yang mengarah pada penyalahgunaan TKD.
“Lurah yang hari ini hadir dalam acara halal bihalal saya harap dapat mengevaluasi dan mengambil keputusan dalam pengelolaan Desa yang benar,” kata Harda.
Lebih jauh, Harda menegaskan bahwa sinergitas antar perangkat daerah mulai dari tingkat kalurahan sampai tingkat pusat harus terus dijaga baik. Dengan begita upaya peningkatan kesejahteraan masyarakat dapat lebih mudah tercapai.
Ketua Suryo Ndadari, Irawan, mengatakan kegiatan Syawalan Suryo Ndadari 2025 di Pendopo Parasamya mengangkat tema "Reformasi birokrasi Kalurahan, menuju Profesionalisme Kalurahan".
Kegiatan teresbut dia harapkan dapat menciptakan sinergitas yang baik, mempererat jalinan komunikasi dan koordinasi, serta terciptanya profesionalisme Kalurahan. "Selain itu kegiatan syawalan ini juga menjadi ajang untuk menyampaikan aspirasi dan inisiasi dari kalurahan," kata Irawan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Berita Lainnya
Berita Pilihan
Advertisement
KJRI Hong Kong Bantu Pemulangan Jenazah WNI Korban Kebakaran
Advertisement
Kemenpar Kenalkan Wisata Banyuwangi-Bali ke Pasar Global
Advertisement
Berita Populer
- Suasana Baru Malioboro: Uji Coba Full Pedestrian 1-2 Desember
- BMKG: Beberapa Lokasi Wisata DIY Diprediksi Hujan Ringan pada Minggu
- Embarkasi Haji YIA Mulai Beroperasi pada 2026
- Revitalisasi Terminal Imogiri dan Palbapang Bantul Dimulai pada 2026
- Upacara Ganti Dwaja di Pakualaman Jogja Jadi Daya Tarik Wisatawan
Advertisement
Advertisement



