Advertisement
Stasiun Meteorologi YIA Imbau Waspadai Gelombang Tinggi di Perairan Kulonprogo sampai 25 April

Advertisement
Harianjogja.com, KULONPROGO—Stasiun Meteorologi Yogyakarta International Airport (YIA) mengimbau masyarakat dan nelayan yang beraktivitas di kawasan perairan Selatan Jogja terutama Kulonprogo untuk mewaspadai potensi gelombang tinggi pada 22-25 April mendatang.
Kepala Stasiun Meteorologi YIA, Warjono mengungkapkan, saat ini terpantau dua pusat tekanan rendah, masing-masing di Samudra Hindia sebelah barat daya Sumatra dan di Laut Arafura selatan Kepulauan Aru.
Advertisement
Fenomena ini memicu terjadinya belokan angin atau shearline di wilayah Pulau Jawa, yang secara signifikan berpotensi meningkatkan pembentukan awan hujan, khususnya di wilayah perairan Jogja pada malam hingga dini hari.
"Fenomena ini memengaruhi stabilitas atmosfer dan berdampak langsung pada kondisi perairan di pantai selatan," katanya, Selasa (12/4/2025).
BACA JUGA: Tiga Ruko di Banguntapan Dilalap Si Jago Merah, Kerugian Capai Rp500 Juta
Menurut Warjono kondisi tersebut berpotensi menimbulkan gelombang tinggi antara 1,25 hingga 2,5 meter yang berpeluang terjadi di beberapa titik perairan, termasuk Kulonprogo, Bantul, Gunungkidul, serta Samudra Hindia di selatan DIY.
Warjono menambahkan, perahu nelayan berisiko tinggi jika kecepatan angin mencapai 15 knot dan gelombang melebihi 1,25 meter. Sementara itu, kapal tongkang terancam keselamatannya jika menghadapi angin 16 knot dan gelombang setinggi 1,5 meter atau lebih.
"Masyarakat dan nelayan yang kerap beraktivitas di pantai selatan terutama Kulonprogo kami imbau lebih waspada," jelasnya.
Koordinator Satlinmas Rescue Istimewa Wilayah V Glagah, Aris Widiatmoko menyampaikan, kondisi gelombang di kawasan pantai Glagah sekarang masih dalam batas wajar. "Sebagian besar nelayan saat ini juga tengah libur melaut. Namun kami bersama sukarelawan tetap siaga penuh, khususnya untuk mengimbau para wisatawan yang berkunjung agar senantiasa menjaga kewaspadaan," ujar Aris.
Ia menambahkan, edukasi kepada pengunjung terus dilakukan, terutama agar tidak terlalu dekat dengan bibir pantai saat bermain atau berfoto, mengingat potensi perubahan kondisi bisa terjadi sewaktu-waktu.
Dengan kondisi cuaca yang dinamis masyarakat, nelayan, serta wisatawan diimbau untuk terus memantau informasi terkini dari BMKG serta mengikuti arahan petugas di lapangan demi keselamatan bersama.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Berita Lainnya
Berita Pilihan
Advertisement

Represi Aparat dan Gagalnya Transformasi Polri di Tengah Bebalnya Elite Politik
Advertisement

Kebun Bunga Lor JEC Jadi Destinasi Wisata Baru di Banguntapan Bantul
Advertisement
Berita Populer
- Motor Sewaan Digadaikan, Pria Gedongtengen Jogja Diringkus Polisi
- Mayat Bayi Dibungkus Plastik Ditemukan di Maguwoharjo Sleman
- Keracunan MBG di SMPN 3 Berbah, Jeda Dimasak-Dikonsumsi 5 Jam Lebih
- Jogja Berpotensi Hujan dan Angin Kencang, Ini Sebabnya
- Gelandangan di Bantul Nekat Curi Ponsel Saat Korban Tidur
Advertisement
Advertisement