Pemkab Sleman Lengkapi Syarat Revitalisasi Stadion Tridadi ke Pusat
Pemkab Sleman masih melengkapi syarat administrasi revitalisasi Stadion Tridadi, termasuk legalitas lahan, sebelum diajukan ke Pemerintah Pusat.
Beberapa pria sedang keluar ruang kelas VI SD Negeri Kledokan yang atapnya ambrol di Kalurahan Caturtunggal, Depok, Sleman pada Minggu (4/5/2025)./ Harian Jogja/ Andreas Yuda Pramono
Harianjogja.com, SLEMAN--Atap ruang kelas VI Sekolah Dasar Negeri (SDN) Kledokan, Kalurahan Caturtunggal, Kapanewon Depok, Sleman ambrol dan menimpa bangku-bangku siswa pada Minggu (4/5/2025) pukul 00.00 WIB. Beruntung tidak ada kegiatan belajar mengajar, sehingga tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini.
Kepala SDN Kledokan, Sulismiyatun, mengatakan rangka atap yang lapuk ditambah dengan situasi hujan deras berangin menjadi sebab utama ambrolnya atap tersebut. Dia baru mengetahui kejadian tersebut pukul 05.00 WIB.
Adapun kelas tersebut akan digunakan sebagai ruang transit asesmen standardisasi pendidikan daerah (ASPD) pada Senin (5/5). Sebab ruang kelas V dan IV berdekatan dengan ruang kelas VI, maka kedua ruang kelas tersebut tidak dapat digunakan untuk ASPD.
Ruang asesmen dipindah di ruang kelas I dan II yang berada di sisi utara atau paling pojok, jauh dari ruang kelas VI. Sebab itu, siswa kelas I dan II belajar secara daring/ online menggunakan bermacam aplikasi.
Sebelum Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) mendapat laporan, guru, wali murid, warga, termasuk ketua RT, RW, dan dukuh bergotong royong membersihkan ruang tersebut. Pembersihan memakan waktu lima jam sejak pukul 07.00 WIB.
“Untung sekali tidak ada kegiatan belajar mengajar. Soalnya ada 24 anak yang mengisi kelas VI. Kondisi awal tadi mengerikan,” kata Sulismiyatun ditemui di SDN Kledokan, Minggu.
BACA JUGA: Sekolah Rakyat di Purwomartani Sleman Diserbu Pendaftar, Kuota Dibatasi 50 Siswa
BPBD telah mentup tembok bagian barat kelas tersebut dengan terpal guna mencegah beban apabila hujan turun. Sulismiyatun memohon ada renovasi/ pembangunan ruang kelas baru. Dengan begitu kegiatan belajar mengajar dapat berjalan lancar kembali.
Kepala Pelaksana (Kalak) BPBD Sleman, Makwan, mengatakan pihaknya baru mendapat laporan ambrolnya atap ruang kelas tersebut pukul 10.40 WIB. Atap yang ambrol berukuran 8 X 7 meter persegi.
“Kami sudah menyampaikan ke Disdik untuk pembenahan dan memberi terpal untuk menutup almari, kursi, dan meja,” kata Makwan.
BPBD juga merekomendasikan Dinas Pekerjaan Umum, Perumahan dan Kawasan Permukiman Kabupaten Sleman untuk mengecek struktur bangunan kelas tersebut guna mencegahan ambrolan lain.
Menurut Makwan, pembangunan atap sekolah tersebut dilakukan sejak 2008, sudah 17 tahun usia atap tersebut. Kerangka atap yang lapuk bukan hanya ruang kelas VI saja, masih ada ruang lain dengan usia kerangka atap belasan tahun.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Pemkab Sleman masih melengkapi syarat administrasi revitalisasi Stadion Tridadi, termasuk legalitas lahan, sebelum diajukan ke Pemerintah Pusat.
Bupati Pemalang Anom Widiyantoro ditangkap KPK dalam OTT pada Selasa malam. Simak profil, perjalanan karier, serta laporan harta kekayaannya yang mencapai Rp21,
Polresta Jogja menegaskan bahwa seluruh layanan SIM Keliling hanya melayani perpanjangan SIM A dan SIM C yang masih berlaku.
KPK menangkap Bupati Pemalang Anom Widiyantoro dalam OTT ke-18 sepanjang 2026. Penyidik masih mendalami kasus dan memiliki waktu 24 jam menentukan status pihak
Perpanjang SIM A dan C di Kulonprogo lebih mudah melalui SIM Keliling. Jadwal lengkap dan lokasi.
Polres Bantul kembali membuka layanan SIM Keliling untuk memfasilitasi masyarakat yang ingin melakukan perpanjangan SIM A dan SIM C.