Jadwal KRL Solo-Jogja Minggu 31 Mei, Tarif Rp8.000 dan 15 Perjalanan
Jadwal KRL Solo-Jogja terbaru dengan tarif Rp8.000. Cek jam keberangkatan dari Palur hingga Yogyakarta untuk perjalanan lebih praktis.
Tangkapan layar dugaan kebocoran soal ASPD. /Istimewa.
Harianjogja.com, JOGJA—Fakta adanya kebocoran soal ASPD di Kota Jogja benar adanya. Meski perlu ditegaskan bahwa tuduhan kebocoran terhadap SMPN 10 Jogja tidak terbukti.
Dari hasil penyelidikan tim investigasi Disdikpora DIY bahwa kebocoran soal terjadi pada dua soal yang identik alias sama persis antara yang beredar di medsos dengan soal ASPD final. Ternyata ada guru dari salah satu SMP di DIY (bukan SMPN 10 Jogja) yang secara sengaja mengunduh file soal tersebut. File tersebut seharusnya rahasia dan tidak bisa diakses sembarangan.
Kepala Disdikpora DIY SuhirmAn menjelaskan tim investigasi memeriksa soal yang beredar di media sosial dan mencocokkannya dengan soal resmi ASPD. Hasilnya, sebagian besar soal yang beredar baik dalam bentuk foto atau file PDF merupakan soal try out tingkat kabupaten/kota, bukan soal resmi ASPD.
BACA JUGA: Isi Surat Orang Tua Siswa Kepada Sultan Terkait Dugaan Kebocoran Soal ASPD di Jogja
"Namun, ditemukan dua soal literasi numerik dalam tangkapan layar yang tersebar melalui WhatsApp pada 4 Mei 2025, yang identik [sama persis]dengan soal resmi ASPD," katanya dalam rilisnya Jumat (9/5/2025).
Tim investasi melakukan klarifikasi pada 7 Mei 2025 kepada Kepala Sekolah dan guru penulis soal di SMP Negeri 10 Jogja. Hasilnya, guru tersebut tidak mengetahui soal yang bocor dan hanya membuat soal latihan berdasarkan kisi-kisi ASPD.
Selain itu tim juga melakukan pertemuan dengan pada reviewer ASPD DIY, hasilnya menunjukkan soal yang bocor adalah soal final, bukan soal mentah dari penulis. "Hasil penelusuran nomor siswa yang menyebarkan soal mengarah ke tiga siswa dari sekolah lain. Klarifikasi dengan siswa SMP Negeri 10 Jogja yang sempat viral menunjukkan bahwa siswa tersebut tidak terlibat penyebaran soal," katanya
Tim dari Disdikpora kemudian melakukan klarifikasi terhadap kepala sekolah dan seorang guru pada salah satu SMP di Kota Jogja. Identitas SMP ini dirahasiakan. Hasilnya bahwa ada guru yang dengan sengaja mengunduh file rahasia Virtual Hard Disk (VHD) resmi untuk moda semi online kemudian dibagikan kepada siswa saat sesi latihan soal. Hal itu dilakukan oknum guru tersebut tanpa sepengetahuan kepaLa sekolah.
BACA JUGA: Hasil Investigasi Kebocoran Soal ASPD, Guru SMPN 10 Jogja Tidak Terbukti Membocorkan Soal
"Guru tersebut, tanpa sepengetahuan kepala sekolah, mengunduh file Virtual Hard Disk [VHD] resmi untuk moda semi online, membuka file tersebut dengan teknik khusus yang memerlukan kemampuan teknologi informasi. Kemudian mengambil dua soal dari penyimpanan sementara [temporary cache], mengubah format XML menjadi tampilan soal menggunakan perangkat lunak tertentu. Lalu membagikannya kepada siswa dalam sesi latihan tambahan pada 3 Mei 2025 melalui Google Form," ujarnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Jadwal KRL Solo-Jogja terbaru dengan tarif Rp8.000. Cek jam keberangkatan dari Palur hingga Yogyakarta untuk perjalanan lebih praktis.
BMKG mengungkap penyebab banjir saat musim kemarau 2026, mulai gelombang Rossby Ekuator, MJO, El Nino hingga faktor lingkungan.
Menkeu Purbaya memastikan rupiah tembus Rp18.000 per dolar AS belum mengganggu pembayaran utang pemerintah. BI terus memperkuat intervensi.
KPK menduga Silmy Karim menerima Rp100 juta per pekan dari pengurusan izin tinggal WNA. Delapan orang telah ditetapkan sebagai tersangka.
Fakultas Kedokteran UIN Sunan Kalijaga resmi dibuka. Menag Nasaruddin Umar menargetkan UIN Suka menjadi pusat sains dan peradaban Islam modern.
Menteri PKP Maruarar Sirait ungkap lonjakan KUR perumahan dan bedah rumah di Jogja. Permintaan meningkat drastis hingga 10 kali lipat.