Petani Gunungkidul Dapat Bantuan Program Mina Padi Rp1 Miliar
Sawah seluas sepuluh hektare di Kapanewon Ponjong akan mendapat bantuan pengembangan mina padi dari Kementerian Kelautan dan Perikanan senilai Rp1 miliar.
Petani mencabut benih untuk ditanam. - ilustrasi/Antara
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Gunungkidul, Rismiyadi mengimbau kepada petani untuk lebih bijak dalam menyikapi hujan yang turun jelang datangnya musim kemarau. Pasalnya, di musim tanam ketiga nantinya tidak disarankan menanam padi, kecuali di area-area yang memiliki saluran irigasi.
Ia tidak menampik hujan yang turun memberikan banyak manfaat bagi petani di Bumi Handayani. Sebagai contoh, di masa panen kacang tanah, proses pemanenan lebih mudah karena tanahnya lebih gembur karena guyuran air hujan.
Selain itu, hingga sekarang Rismiyadi mengakui belum ada laporan lahan yang rusak karena hujan yang turun dalam beberapa hari terakhir. Meski demikian, upaya mitigasi kebencanaan tetap harus dilakukan.
Salah satunya dengan memastikan saluran pembuangan tetap normal agar tidak menimbulkan genangan di lokasi pertanian.
“Para petani harus memastikan aliran pembuangan air benar-benar lancar sehingga tidak menggenangi tanaman yang dipelihara,” kata Rismiyadi, Rabu (14/5/2025).
Disinggung mengenai kondisi pertanian di Gunungkidul, ia mengakui dengan turunnya hujan sangat membantu, khususnya dalam upaya pemeliharaan tanaman padi. Secara keseluruhan, di masa tanam kedua ini padi yang ditanam sudah tumbuh.
Malahan, sambung Rismiyadi, petani di kawasan Kapanewon Ngawen sebentar lagi akan memasuk masa panen kedua. “Ini sudah akan panen dan semoga hasilnya juga bagus sehingga upaya pemantauan hama tanaman wajib terus dilakukan,” katanya.
Meski masih ada hujan jelang pergantian musim jadi kemarau, ia memastikan tidak ada tambahan untuk luas tanam padi.
Rismiyadi berdalih, lokasi penanaman padi saat ini merupakan area yang memiliki kecukupan air alias tidak bergantung dengan air hujan.
“Memang masih ada hujan. Kalau mau menanam jangan padi, karena saat ini yang menanam berada di area yang memiliki banyak air. Jadi, kalau tidak turun hujan maka tak terpengaruh,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sawah seluas sepuluh hektare di Kapanewon Ponjong akan mendapat bantuan pengembangan mina padi dari Kementerian Kelautan dan Perikanan senilai Rp1 miliar.
Alumni FHUI 1991 menggelar reuni di Bantul dengan menanam pohon bersama lansia dan ABK sebagai legacy bagi lingkungan dan masyarakat.
Polda DIY membangun sumur bor dan menyalurkan air bersih bagi sekitar 550 warga Gunungkidul dalam rangka Hari Bhayangkara ke-80.
Jadwal KRL Jogja-Solo hari ini Minggu 28 Juni 2026 lengkap dari Yogyakarta hingga Palur. Tarif tetap Rp8.000 sekali perjalanan.
Pertamina mempercepat distribusi BBM subsidi di Madura untuk mengurai antrean Pertalite dan Solar di sejumlah SPBU di empat kabupaten.
Australia memperketat larangan media sosial bagi anak di bawah 16 tahun dengan menaikkan denda hingga Rp1,1 triliun dan memperluas pengawasan.