Advertisement

Tak Hanya Menyajikan Rasa, Menyeduh Teh Ternyata Bisa Membangkitkan Sejarah Masa Lalu

Newswire
Minggu, 25 Mei 2025 - 00:37 WIB
Sunartono
Tak Hanya Menyajikan Rasa, Menyeduh Teh Ternyata Bisa Membangkitkan Sejarah Masa Lalu Bagi kalangan barista profesional menyeduh teh ternyata bisa menjadi bahasan menarik yang tidak hanya menyajikan aroma dan rasa yang unik serta enak. Namun terdapat filosofi hingga sejarah masa lampu yang bisa diungkap kembali dalam sebuah seduhan gelas teh. - Istimewa.

Advertisement

Harianjogjacom, JOGJA—Bagi kalangan barista profesional menyeduh teh ternyata bisa menjadi bahasan menarik yang tidak hanya menyajikan aroma dan rasa yang unik serta segar. Namun terdapat filosofi hingga sejarah masa lampu yang bisa diungkap kembali dalam sebuah seduhan gelas teh.

Fenomena menarik cara menyeduh teh itu terungkap dalam kompetisi menyeduh teh di arena Jogja Food and Beverage Expo bertajuk Isteamewa Tea Mixology and Breawing War, pada Sabtu (24/5/2025). Kompetisi ini semakin menarik ketika para barista profesional masuk dalam babak final yang tersaring lima peserta.

Advertisement

BACA JUGA: Kaliurang Jadi Merek Minuman Keras, Pemkab Sleman Layangkan Somasi

Mereka tidak sekadar hanya bisa menyajikan teh, namun harus mampu menyesuaikan dengan tema akulturasi dengan beragam filosofi serta bahan baku lokal. Adapun bahan utama teh yang digunakan yaitu teh lokal Tea n Tales dengan pilihan rasa ditentukan dari undian.

Rifat dari Fordo Espresso Bar berhasil meraih juara pertama dalam kompetisi tersebut. Seduhan teh racikan tangannya mampu memadukan akulturasi dua budaya sekaligus yaitu perpaduan antara budaya Belanda dan Indonesia.

"Kebetulan bahan baku saya dari tea n tales sriwedari, saya berusaha menyajikan refreshing nastar, ini perpaduan dua budaya yang coba dikombinasikan menjadi satu," katanya.

Adapun juara kedua diraih Haedar Galih Saputra dari 28 Coffe Yogyakarta. Dalam final tersebut ia menyajikan minuman unik namun mampu menghasilkan rasa yang menarik. Adapun minuman tersebut berbahan Tea n Tales kemudian dicampur dengan Uwuh dan Wedang Ronde. Minuman itu terinspirasi dari era kolonial Belanda di mana banyak dicari rempah-rempah terdahulu.

"Maka di minuman yang kami sajikan ini banyak menggunakan rempah-rempah, termasuknya tehnya juga. Komposisinya semua lokal," katanya.

Menyeduh teh bisa membangkit pemahaman sejarah masa lalu diakui oleh Founder Tea n Tales Sri Wahyuni. Secara khusus teh buatannya menggunakan nama-nama sejarah masa lalu seperti Teh Sumbadra. Mengadopsi dari nama Subadra atau Sembadra merupakan salah satu tokoh utama dalam wiracarita Mahabharata. Inti sari itu berasal dari kekayaan Indonesia yang sudah banyak dilupakan.

BACA JUGA: Kelompok Orang Ini Dilarang Konsumsi Kopi

Upaya untuk menggali kembali sejarah masa lampu itu menurutnya perlu terus dilakukan karena di era saat ini anak muda sudah banyak yang tidak memahaminya. Melalui kompetisi barista menyeduh teh tersebut merupakan bagian dari upaya sosialisasi kekayaan sejarah tersebut.

"Ketika saya tanya ke anak-anak muda itu banyak yang tidak tahu, misalnya Rengganis itu siapa, Sumpah Palapa itu apa. Melalui kompetisi ini harapannya anak muda tidak hanya menikmati tehnya tetapi juga memahami cerita sejarahnya," katanya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Advertisement

Harian Jogja

Video Terbaru

Berita Lainnya

Advertisement

Harian Jogja

Berita Terbaru

Advertisement

Advertisement

Harian Jogja

Advertisement

Berita Pilihan

Advertisement

alt

2 Orang Jadi Korban Penganiayaan Saat Konvoi Persib, Polisi Lakukan Penyelidikan

News
| Minggu, 25 Mei 2025, 21:37 WIB

Advertisement

alt

Hilangkan Lelah di Desa Wisata Tinalah

Wisata
| Minggu, 18 Mei 2025, 09:17 WIB

Advertisement

Advertisement

Advertisement