Anggaran Dipangkas, Normalisasi Sungai Jogja Terancam Tersendat
Normalisasi sungai di Jogja terhambat pemangkasan anggaran. BBWSO dan Pemkot andalkan kolaborasi untuk tangani Kali Code.
Ilustrasi sampah organik - Foto dibuat oleh AI/StockCake
Harianjogja.com, JOGJA–Pemerintah Kota (Pemkot) Jogja akan mengolah sampah plastik menjadi bahan bakar. Pengolahan tersebut akan tersentral di Tempat Pengolahan Sampah Reduce, Reuse, Recycle (TPS3R).
Kabid Pengelolaan Persampahan DLH Kota Jogja, Ahmad Haryoko menyampaikan Pemkot Jogja akan mengolah sampah plastik menjadi bahan bakar dengan menggunakan proses pirolisis. Diketahui proses pirolisis merupakan proses kimia dengan memanaskan plastik dengan oksigen atau tanpa oksigen, sehingga plastik tersebut terurai menjadi berbagai produk dengan bentuk gas, cairan dan padatan.
BACA JUGA: Pemkot Jogja Klaim Ikut Selesaikan Masalah Sampah di Ring Road
Haryoko menyebut pengelolaan sampah dengan metode tersebut dirancang dengan bekerjasama dengan Institut Teknologi Yogyakarta (ITY). Hingga saat ini mesin pirolisis untuk mengolah sampah plastik tersebut masih dalam proses uji coba.
“Kami sedang merancang mesin pirolisis untuk memanfaatkan sampah plastik, kemarin belum sukses karena hampir semua plastik yang diproses [dalam keadaan]] kotor,” katanya, Senin (9/6/2025).
Haryoko menyebut sebelumnya uji coba pengolahan sampah plastik dengan mesin tersebut telah dilakukan, namun belum menghasilkan olahan yang diharapkan. Menurut Haryoko, pihanya merancang mesin tersebut agar dapat menghasilkan bahan bakar minyak (BBM) dan gas.
“Harapannya nanti BBM bisa digunakan untuk [bahan bakar] kendaraan dan gas elpiji bisa digunakan untuk memasak,” imbuhnya.
Haryoko menargetkan satu mesin pirolisis yang akan mengolah sampah secara terpusat di TPS3R Karangmiri dan Kranonan. Nantinya, sampah plastik yang diolah di sana merupakan sampah yang berasal dari depo di Kota Jogja.
Sementara, TPS3R Nitikan masih dalam proses pertimbangan. Hal itu lantaran alat pengolahan sampah di sana dinilai sudah memenuhi luasan tempat pengolahan sampah di sana. Sehingga, menurutnya tidak dimungkinkan menambah alat pengolahan sampah di sana.
Nanti, mesin pirolisis akan mampu mengolah sampah plastik sekitar 5 ton per hari. Dia menuturkan ketika mesin pirolisis beroperasi akan menghasilkan suhu panas yang dapat digunakan untuk mengeringkan RDF organik. Dengan begitu, kualitas RDF tersebut akan meningkat karena kadar airnya berkurang sekitar 30%. Sementara, sampah anorganik lain dicanangkan tetap diolah di bank sampah pada setiap RW
“Mesin ini masih kita sempurnakan, saat ini masih direhab di workshop,” ujarnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Normalisasi sungai di Jogja terhambat pemangkasan anggaran. BBWSO dan Pemkot andalkan kolaborasi untuk tangani Kali Code.
Jadwal lengkap KRL Solo–Jogja dari Palur hingga Tugu. Simak jam keberangkatan terbaru dan imbauan KAI.
11 manfaat beras kencur untuk kesehatan, mulai dari menambah nafsu makan, menjaga stamina, hingga membantu tidur lebih nyenyak.
Sekawan Limo 2 Gunung Klawih tembus 212 ribu penonton di hari pertama, catat rekor box office Indonesia 2026.
Ngecas mobil listrik semalaman aman berkat BMS, bahkan lebih baik untuk baterai dibanding fast charging menurut studi Geotab.
Pelatih Malaysia Nafuzi Zain soroti kekuatan Timnas Indonesia di Grup H Kualifikasi Piala Asia U20 2027 yang disebut sangat ketat.