Pasar Prambanan Disiapkan Jadi Pusat Oleh-Oleh Wisatawan
Pasar Prambanan didorong menjadi pasar wisata dan pusat oleh-oleh. Disperindag Sleman kini bernegosiasi dengan calon investor.
Kabupaten Sleman
Harianjogja.com, SLEMAN—Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sleman berencana menata pedagang yang membuka lapak di Lapangan Pemda Sleman. Penataan tersebut menjadi upaya Pemkab untuk mengembalikan fungsi ruang untuk berolah raga.
Asisten Bidang Perekonomian dan Pembangunan Sleman, Haris Martapa mengatakan, Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Sleman sedang melakukan pendataan terkait pedagang kaki lima (PKL) di luar pelaku UMKM yang memang diberikan ruang berjualan di sekitar Lapangan Pemda Sleman.
BACA JUGA: Pemkab Sleman Kenalkan Kopi Merapi
“Biar teratura maka kami perlu membatasi jumlah pedagang yang boleh menggelar lapak mereka,” kata Haris ditemui di Kantor Kalurahan Tamanmartani, Minggu (15/6/2025).
Haris mengaku penataan PKL utamanya untuk hari Jumat dan Minggu. Apalagi hari Minggu ada car free day yang memerlukan ruang yang lebih luas. Masyarakat juga akan lebih nyaman berolah raga.
Ihwal sampah, dia menegaskan PKL yang ada sudah mengelola sampah masing-masing dengan baik bersama dengan Dinas Lingkungan Hidup (DLH). Apabila tidak ada penataan, Haris memprediksi akan semakin banyak PKL yang berjualan sehingga menggangu kenyamanan warga dan arus lalu lintas.
“Di Lapangan Pemda ini kan kami kembangkan pertama-tama untuk fasilitasi olah raga masyarakat. Ada jogging track juga kan,” katanya.
Haris menjelaskan memang ada pelaku UMKM yang mendapat ruang untuk berjualan di Lapangan Pemda Sleman. Pelaku UMKM itu merupakan binaan dari sejumlah perangkat daerah. Mereka menjual komoditas
“Kalau hari Jumat memang ada kelompok dari pertanian untuk menjajakan pertanian itu. Kemudian dari koperasi di sana ada UKM. Nah, ada kelompok ketiga yang ini perlu kita batasi,” ucapnnya.
Melalui pengamatan Harian Jogja pada Jumat (13/6/2025) pagi, ruas-ruas jalan di sekitar Lapangan Pemda Sleman hampir rapat oleh pelaku UMKM atau PKL. Mereka menjual bermacam produk, ada botol air minum, komoditas pertanian, soto, hingga minuman sachet.
Sementara, Kepala Disperindag Sleman, RR Mae Rusmi Suryaningsih, mengatakan pihaknya tidak mengampu penataan PKL di Lapangan Pemda Sleman.
“Terkait rencana penataan PKL di Lapangan Pemda akan dibuat seperti apa dan jumlah PKL yang akan diakomodasi berapa itu bukan di kami [penataannya],” kata Mae Rusmi.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Pasar Prambanan didorong menjadi pasar wisata dan pusat oleh-oleh. Disperindag Sleman kini bernegosiasi dengan calon investor.
Klasemen Liga Inggris 2026/2027 setelah pekan ketiga. Man City memimpin dengan 9 poin, Arsenal kedua, sedangkan MU berada di posisi ke-11.
Kebakaran kawasan pasar di Kampung Bapouda, Paniai Timur, menewaskan 11 orang. Polisi menyelidiki penyebab kebakaran yang menghanguskan 40 bangunan.
Sebanyak 219 kafilah dari 14 kemantren mengikuti STQH Kota Jogja 2026. Hasto mendorong penguatan pembinaan keagamaan secara berkelanjutan.
BMKG memperbarui sebaran abu vulkanik Anak Krakatau Senin pagi. Abu terpantau hingga 50.000 kaki dan berpotensi mengganggu penerbangan.
BNPB menyiapkan OMC untuk membantu meluruhkan abu erupsi Anak Krakatau di Jakarta, Banten, dan Lampung setelah kondisi memungkinkan.