Santri di Sleman Bisa Daftar SPMB Jalur Domisili Wilayah
SPMB Sleman 2026 jalur Domisili Wilayah beri kemudahan bagi santri dan anak panti asuhan untuk mendaftar sekolah. Simak syarat dan jadwal lengkapnya.
Kabupaten Sleman
Harianjogja.com, SLEMAN—Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sleman berencana menata pedagang yang membuka lapak di Lapangan Pemda Sleman. Penataan tersebut menjadi upaya Pemkab untuk mengembalikan fungsi ruang untuk berolah raga.
Asisten Bidang Perekonomian dan Pembangunan Sleman, Haris Martapa mengatakan, Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Sleman sedang melakukan pendataan terkait pedagang kaki lima (PKL) di luar pelaku UMKM yang memang diberikan ruang berjualan di sekitar Lapangan Pemda Sleman.
BACA JUGA: Pemkab Sleman Kenalkan Kopi Merapi
“Biar teratura maka kami perlu membatasi jumlah pedagang yang boleh menggelar lapak mereka,” kata Haris ditemui di Kantor Kalurahan Tamanmartani, Minggu (15/6/2025).
Haris mengaku penataan PKL utamanya untuk hari Jumat dan Minggu. Apalagi hari Minggu ada car free day yang memerlukan ruang yang lebih luas. Masyarakat juga akan lebih nyaman berolah raga.
Ihwal sampah, dia menegaskan PKL yang ada sudah mengelola sampah masing-masing dengan baik bersama dengan Dinas Lingkungan Hidup (DLH). Apabila tidak ada penataan, Haris memprediksi akan semakin banyak PKL yang berjualan sehingga menggangu kenyamanan warga dan arus lalu lintas.
“Di Lapangan Pemda ini kan kami kembangkan pertama-tama untuk fasilitasi olah raga masyarakat. Ada jogging track juga kan,” katanya.
Haris menjelaskan memang ada pelaku UMKM yang mendapat ruang untuk berjualan di Lapangan Pemda Sleman. Pelaku UMKM itu merupakan binaan dari sejumlah perangkat daerah. Mereka menjual komoditas
“Kalau hari Jumat memang ada kelompok dari pertanian untuk menjajakan pertanian itu. Kemudian dari koperasi di sana ada UKM. Nah, ada kelompok ketiga yang ini perlu kita batasi,” ucapnnya.
Melalui pengamatan Harian Jogja pada Jumat (13/6/2025) pagi, ruas-ruas jalan di sekitar Lapangan Pemda Sleman hampir rapat oleh pelaku UMKM atau PKL. Mereka menjual bermacam produk, ada botol air minum, komoditas pertanian, soto, hingga minuman sachet.
Sementara, Kepala Disperindag Sleman, RR Mae Rusmi Suryaningsih, mengatakan pihaknya tidak mengampu penataan PKL di Lapangan Pemda Sleman.
“Terkait rencana penataan PKL di Lapangan Pemda akan dibuat seperti apa dan jumlah PKL yang akan diakomodasi berapa itu bukan di kami [penataannya],” kata Mae Rusmi.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
SPMB Sleman 2026 jalur Domisili Wilayah beri kemudahan bagi santri dan anak panti asuhan untuk mendaftar sekolah. Simak syarat dan jadwal lengkapnya.
KAI Commuter menambah 4 perjalanan KRL Jogja-Palur selama libur Iduladha 2026 dan Hari Lahir Pancasila untuk antisipasi lonjakan penumpang.
ISI Jogja membuka jalur Mandiri 2026 dengan kuota 552 mahasiswa. Kuota penerimaan masih berpeluang bertambah dari sisa SNBT.
Airlangga memastikan ekspor lewat PT Danantara Sumberdaya Indonesia berlaku untuk semua negara tanpa pengecualian.
Tak lolos SNBT 2026? Ini daftar 10 PTS terbaik di Jogja berakreditasi Unggul yang bisa jadi pilihan calon mahasiswa baru.
BGN mengungkap lima kasus penipuan jual-beli titik SPPG Program MBG. Kerugian korban mencapai ratusan juta rupiah.