Yayaya Fest Hadirkan Festival Musik Inklusif dan Ramah Lingkungan di Kridosono
Yayaya Fest 2026 digelar di Stadion Kridosono, Jogja, dengan konsep musik inklusif dan ramah lingkungan, dilengkapi fasilitas difabel serta program pengelolaan
Peserta BPJS Kesehatan, Siti Murtinah, saat ditemui di RS Bethesda beberapa waktu lalu. - ist
JOGJA–BPJS Kesehatan berkomitmen terus membantu masyarakat dalam mengakses fasilitas kesehatan. Warga Klitren, Gondokusuman, Siti Murtinah, mengaku terbantu dengan BPJS untuk mengakses layanan tiga dokter sekaligus, yakni dokter syaraf, dokter jantung dan dokter paru.
Siti Murtinah menceritakan ia telah menjalani pengobatan sejak 2018 silam. Awalnya ia menggunakan fasilitas kesehatan (faskes) di Rumah Sakit DKT, Kotabaru. “Kemudian bisa ke Bethesda, saya ke Bethesda sampai sekarang,” ujarnya beberapa waktu lalu.
Ia menuturkan riwayat penyakitnya diawali dengan vertigo, yang mendapat layanan dari dokter syaraf. “Setelah itu saya ada gangguan jantung, lalu dikonsultasikan ke dokter jantung. Waktu itu saya dirujuk ke RSUP Dr. Sardjito,” katanya.
Kemudian karena sudah lebih baik, Siti pun kembali ke RS Bethesda untuk kontrol dengan dokter jantung sembari masih tetap kontrol dengan dokter syaraf. Pasca masalah jantung tersebut, Siti juga mengalami sinusitis hingga asma.
BACA JUGA: SPMB SMP di Bantul Hari Pertama Membeludak, Sekolah Kewalahan
Kondisi tersebut mengharuskannya berobat ke dokter paru. Sampai hari ini ia menjalani perawatan oleh tiga dokter, yakni dokter syaraf, dokter jantung dan dokter paru. “Sebulan sekali saya kontrol dengan tiga dokter itu,” ungkapnya.
Seluruh layanan kesehatan itu ia dapat secara gratis dengan BPJS Kesehatan. Bahkan di luar itu Siti juga pernah menderita batu ginjal sehingga harus di-laser di RSPAU Hardjolukito. “Itu juga dikaver oleh BPJS,” kata dia.
Ia mengaku selama menggunakan BPJS Kesehatan, ia tidak menemui permasalahan. Proses perujukan dan pelayanan berjalan dengan baik. Ia saat ini juga sudah menggunakan aplikasi Mobile JKN untuk mempermudah akses faskes rujukan.
“Sekarang lebih tertata, lebih cepat. Kalau daftar di Mobile JKN langsung dapat nomor. Jadi bisa menyesuaikan ke sini jam berapa. Saya baru mulai pakai Mobile JKN. Sudah dijelasin juga cara-caranya,” katanya. (***)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Yayaya Fest 2026 digelar di Stadion Kridosono, Jogja, dengan konsep musik inklusif dan ramah lingkungan, dilengkapi fasilitas difabel serta program pengelolaan
Pelatih PSS Sleman Pieter Huistra mewaspadai kolektivitas dan pertahanan Persik Kediri yang baru kebobolan tiga gol dalam lima laga.
DPRD Kota Jogja mengawal anggaran pendidikan dan kesehatan 2027 serta mendorong penambahan layanan jantung dan cuci darah di RS Pratama.
Yusril Ihza Mahendra mendorong reformasi UU Tipikor untuk membedakan risiko bisnis dengan korupsi dan menyelaraskan aturan dengan standar UNCAC.
BI mewaspadai dampak El Niño terhadap inflasi pangan yang mencapai 5,03% pada September 2026. Beras, cabai, dan bawang merah menjadi perhatian.
Hujan ringan mulai terpantau di Gunungkidul, tetapi kekeringan masih berlangsung. BPBD menyiapkan anggaran Rp2,359 miliar untuk distribusi air bersih.