Bantul Kucurkan Rp2,17 Miliar untuk Perbaikan 89 Rumah Tak Layak Huni
Pemkab Bantul mengalokasikan Rp2,17 miliar untuk memperbaiki 89 rumah tidak layak huni pada 2026 yang tersebar di tujuh kapanewon.
Jembatan - Freepik
Harianjogja.com, BANTUL–Satuan Kerja Pelaksana Jalan Nasional (Satker PJN) DIY buka suara soal kabar yang menyebut peresmian Jembatan Pandansimo akan dilangsungkan pada 20 Juli mendatang. Kabar tersebut sebelumnya ramai beredar di media sosial dan disebut akan dihadiri langsung oleh Presiden RI.
Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) 1.4 Satker PJN DIY, Setiawan Wibowo mengatakan hingga saat ini pihaknya belum menerima informasi resmi soal agenda peresmian tersebut.
“Sampai saat ini saya belum ada info terkait dengan peresmian,” ujarnya, Rabu (25/6/2026).
Menurut Setiawan pengerjaan Jembatan Pandansimo sekarang masih berlangsung meskipun sifatnya ringan. Setelah tampung nantinya akan ada serah terima proyek kepada pemerintah pusat. Ia bilang Satker PJN DIY hanya bertugas sebagai pelaksana proyek, sementara kewenangan peresmian mutlak milik pemerintah.
Meski begitu, Setiawan menyampaikan bahwa secara struktur, jembatan sepanjang 675 meter yang membentang di atas Sungai Progo itu telah selesai dibangun. Saat ini, pekerjaan yang tersisa adalah penyempurnaan dan penyelesaian elemen pendukung saja.
Salah satu kendala utama yang belum terselesaikan adalah penyambungan jaringan listrik dari PLN. “Kami masih tunggu penyambungan listrik dari PLN, sudah bersurat tapi belum tersambung,” jelasnya beberapa waktu lalu.
BACA JUGA: Wisatawan Jangan Lupa Mampir ke Pasar Beringharjo Jogja, Ada Batik hingga Lupis Cenil
Beberapa pekerjaan finishing yang masih berjalan antara lain instalasi lampu, pengecatan, lanskap taman, serta pemasangan sistem penyiraman otomatis. Sementara ornamen utama seperti gunungan pada bagian atas jembatan, shelter, dan lampu PJU sudah terpasang seluruhnya. “Ornamen utama sudah selesai, tinggal penyelesaian tahap akhir saja,” katanya.
Jembatan Pandansimo merupakan jembatan terpanjang di DIY dan menghubungkan wilayah Bantul bagian barat dan selatan. Proyek ini menjadi bagian dari peningkatan konektivitas kawasan pesisir selatan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Pemkab Bantul mengalokasikan Rp2,17 miliar untuk memperbaiki 89 rumah tidak layak huni pada 2026 yang tersebar di tujuh kapanewon.
Gempa DIY membuat perjalanan kereta sempat dihentikan sementara. KAI Daop 6 memastikan seluruh operasional kereta kini kembali normal dan aman.
Jadwal KRL Solo-Jogja hari ini Minggu 28 Juni 2026 lengkap dari Palur hingga Yogyakarta. Tarif tetap Rp8.000 sekali perjalanan.
Alumni FHUI 1991 menggelar reuni di Bantul dengan menanam pohon bersama lansia dan ABK sebagai legacy bagi lingkungan dan masyarakat.
Polda DIY membangun sumur bor dan menyalurkan air bersih bagi sekitar 550 warga Gunungkidul dalam rangka Hari Bhayangkara ke-80.
Jadwal KRL Jogja-Solo hari ini Minggu 28 Juni 2026 lengkap dari Yogyakarta hingga Palur. Tarif tetap Rp8.000 sekali perjalanan.