114.528 Warga Gunungkidul Berpotensi Terdampak Kekeringan
114.528 warga Gunungkidul berpotensi terdampak kekeringan. BPBD terus menyalurkan bantuan air bersih seiring kemarau yang diprediksi lebih panjang.
Ilustrasi pekerja migran - Freepik
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Antusias warga Gunungkidul untuk menjadi Pekerja Migran Indonesia (PMI) di luar negeri tergolong tinggi. Hal ini terlihat dari data pengurusan surat rekomendasi di Dinas Perindustrian Koperasi UKM dan Tenaga Kerja Gunungkidul.
Hingga akhir Juni, sudah ada 45 orang yang mengurus rekomendasi untuk bekerja di luar negeri. Jumlah ini hampir mendekati catatan pemberian rekomendasi yang diberikan di 2024 sebanyak 50 orang.
“Memang antusias warga Gunungkidul untuk bekerja di luar negeri lumayan tinggi,” kata Kepala Bidang Tenaga Kerja, Dinas Perindustrian Koperasi UKM dan Tenaga Kerja Gunungkidul, Nanang Putranto saat dihubungi, Selasa (1/7/2025).
Dia menjelaskan, tingginya minat warga Gunungkidul untuk menjadi pekerja migran karena iming-iming gaji yang lebih tinggi ketimbang bekerja di dalam negeri. Diharapkan dengan mendapatkan penghasilan yang lebih maka bisa meningkatkan kesejahteraan melalui peningkatan perekonomian keluarga.
“Memang alasan utama untuk bekerja ke luar negeri adalah faktor ekonomi,” ungkapnya.
Disinggung mengenai tujuan bekerja PMI asal Gunungkidul, Nanang tidak menampik bahwa negara Taiwan merupakan tujuan utama. Meski demikian, ia juga melihat banyak warga yang berminat bekerja di Malaysia, Singapura, Hongkong hingga Turki.
“Yang sudah masuk permohonan rekomendasi ada 45 berkas. Tapi, untuk kepastian keberangkatan harus dilakukan verifikasi ulang karena rekom diberikan untuk mengurus akomodasi bekerja melalui Perusahaan penyalur,” katanya.
Kepala Dinas Perindustrian Koperasi UKM dan Tenaga Kerja Gunungkidul, Supartono mengatakan, banyak warga Gunungkidul yang ingin bekerja ke luar negeri dengan dalih untuk memperbaiki ekonomi. Namun, Supartono mengingatkan proses keberangkatan maupun pengurusan harus melalui jalur resmi.
“Jangan percaya dengan bujukan atau ajakan untuk jadi PMI lewat jalur illegal karena sangat berisiko,” katanya.
BACA JUGA: Man City Tersingkir di 16 Besar Piala Dunia Antarklub 2025, Kalah Melawan Al Hilal
Supartono menjelaskan, pemilihan lewat jalur resmi untuk keamanan. Selain itu, guna menghindari adanya potensi menjadi korban trafficking saat bekerja di luar negeri.
Di sisi lain, saat mengurus lewat jalur resmi, maka pemantauan akan lebih mudah. Hal ini berbeda dengan jalur illegal, maka pengawasan akan sulit karena proses pemberangkatan tidak diketahui pasti dan datanya tidak masuk ke dalam daftar PMI.
“Gunakan jalur resmi dan prosedural. Konsultasikan ke dinas, jika ada tawaran bekerja di luar negeri, maka kami siap memberikan pelayanan terbaik,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
114.528 warga Gunungkidul berpotensi terdampak kekeringan. BPBD terus menyalurkan bantuan air bersih seiring kemarau yang diprediksi lebih panjang.
Jadwal KRL Jogja-Solo Rabu 22 Juli 2026 lengkap dari Stasiun Jogja hingga Palur. Tarif tetap Rp8.000 dengan 15 perjalanan setiap hari.
Rest day membantu memulihkan otot, mencegah cedera, dan menjaga kebugaran tubuh. Simak manfaat dan cara menjalankannya dengan tepat.
Kebakaran hutan terbesar di Spanyol menghanguskan 26.000 hektar lahan dan memaksa sekitar 1.200 warga mengungsi di Guadalajara.
Iran mengklaim menyerang pusat data Amazon di Bahrain sebagai balasan atas serangan AS ke Darkhovin. Ketegangan kedua negara kembali meningkat.
Psikolog UI mengingatkan perubahan perilaku anak dapat menjadi tanda ancaman digital. Orang tua perlu peka dan membangun komunikasi yang aman.