Bupati Gunungkidul Minta Jaga Warga Lebih Aktif, Ini Tujuannya
Bupati Gunungkidul Endah Subekti meminta kelompok Jaga Warga memperkuat kamtibmas, mencegah konflik sosial, narkoba, kenakalan remaja, dan hoaks.
Ilustrasi pekerja migran - Freepik
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Antusias warga Gunungkidul untuk menjadi Pekerja Migran Indonesia (PMI) di luar negeri tergolong tinggi. Hal ini terlihat dari data pengurusan surat rekomendasi di Dinas Perindustrian Koperasi UKM dan Tenaga Kerja Gunungkidul.
Hingga akhir Juni, sudah ada 45 orang yang mengurus rekomendasi untuk bekerja di luar negeri. Jumlah ini hampir mendekati catatan pemberian rekomendasi yang diberikan di 2024 sebanyak 50 orang.
“Memang antusias warga Gunungkidul untuk bekerja di luar negeri lumayan tinggi,” kata Kepala Bidang Tenaga Kerja, Dinas Perindustrian Koperasi UKM dan Tenaga Kerja Gunungkidul, Nanang Putranto saat dihubungi, Selasa (1/7/2025).
Dia menjelaskan, tingginya minat warga Gunungkidul untuk menjadi pekerja migran karena iming-iming gaji yang lebih tinggi ketimbang bekerja di dalam negeri. Diharapkan dengan mendapatkan penghasilan yang lebih maka bisa meningkatkan kesejahteraan melalui peningkatan perekonomian keluarga.
“Memang alasan utama untuk bekerja ke luar negeri adalah faktor ekonomi,” ungkapnya.
Disinggung mengenai tujuan bekerja PMI asal Gunungkidul, Nanang tidak menampik bahwa negara Taiwan merupakan tujuan utama. Meski demikian, ia juga melihat banyak warga yang berminat bekerja di Malaysia, Singapura, Hongkong hingga Turki.
“Yang sudah masuk permohonan rekomendasi ada 45 berkas. Tapi, untuk kepastian keberangkatan harus dilakukan verifikasi ulang karena rekom diberikan untuk mengurus akomodasi bekerja melalui Perusahaan penyalur,” katanya.
Kepala Dinas Perindustrian Koperasi UKM dan Tenaga Kerja Gunungkidul, Supartono mengatakan, banyak warga Gunungkidul yang ingin bekerja ke luar negeri dengan dalih untuk memperbaiki ekonomi. Namun, Supartono mengingatkan proses keberangkatan maupun pengurusan harus melalui jalur resmi.
“Jangan percaya dengan bujukan atau ajakan untuk jadi PMI lewat jalur illegal karena sangat berisiko,” katanya.
BACA JUGA: Man City Tersingkir di 16 Besar Piala Dunia Antarklub 2025, Kalah Melawan Al Hilal
Supartono menjelaskan, pemilihan lewat jalur resmi untuk keamanan. Selain itu, guna menghindari adanya potensi menjadi korban trafficking saat bekerja di luar negeri.
Di sisi lain, saat mengurus lewat jalur resmi, maka pemantauan akan lebih mudah. Hal ini berbeda dengan jalur illegal, maka pengawasan akan sulit karena proses pemberangkatan tidak diketahui pasti dan datanya tidak masuk ke dalam daftar PMI.
“Gunakan jalur resmi dan prosedural. Konsultasikan ke dinas, jika ada tawaran bekerja di luar negeri, maka kami siap memberikan pelayanan terbaik,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Bupati Gunungkidul Endah Subekti meminta kelompok Jaga Warga memperkuat kamtibmas, mencegah konflik sosial, narkoba, kenakalan remaja, dan hoaks.
Marc Marquez menjadi yang tercepat pada FP1 MotoGP Australia 2026 di Phillip Island dengan waktu 1 menit 27,985 detik.
Mario Aji finis di posisi kesembilan FP1 Moto2 Australia 2026 setelah memperbaiki catatan waktu pada lima menit terakhir.
Rutin ke gym tetapi hasil belum terlihat? Kenali 9 kesalahan latihan, mulai dari program tak konsisten hingga pola makan dan pemulihan.
Indonesia meloloskan sejumlah wakil ke perempat final French Open 2026. Alwi Farhan, Ubed, dan Putri KW ikut menjaga peluang Merah Putih.
Kemenhub mencatat 2.775 penerbangan domestik terdampak karhutla. Penumpang diminta mengecek jadwal dan menghubungi maskapai jika batal.