UMK Gunungkidul 2026 Rp2,46 Juta, Berapa Besaran Tahun Depan?
Komisi D DPRD Gunungkidul berharap UMK 2027 disesuaikan dengan biaya hidup, kemampuan perusahaan, dan formula pengupahan yang berlaku.
Beras - Ilustrasi Freepik
Harianjogja.com, BANTUL—Indikasi peredaran beras oplosan ditemukan di salah satu pasar tradisional di Bantul. Adapun, modusnya adalah dengan mengoplos beras premium dengan beras medium.
Kepala Bidang Sarana dan Prasarana Dinas Koperasi Usaha Kecil Menengah Perindustrian dan Perdagangan (DKUKMPP) Bantul, Zona Paramitha mengatakan penemuan itu merupakan hasil dari monitoring lapangan yang dilakukan oleh DKUKMPP Bantul menyusul kekhawatiran masyarakat akan pengoplosan beras.
Dia menjelaskan bahwa dinasnya menerjunkan tim ke sejumlah titik, di antaranya adalah Pasar Imogiri pada Selasa (15/7); Pasar Piyungan pada Rabu (16/7/2025); dan salah satu supermarket.
“Kami langsung bergerak dengan menerjunkan tim ke pasar-pasar tradisional dan supermarket yang ada di Bantul,” ujar Zona, Jumat (18/7/2025).
Dari hasil monitoring itu, pihaknya menemukan indikasi adanya praktik pengoplosan beras oleh salah satu pedagang di pasar tradisional. Sementara di supermarket, tidak ditemukan tanda-tanda beras oplosan. "Modusnya adalah dengan mencampur beras premium dengan beras medium lalu dijual dengan harga premium. Ini jelas merugikan konsumen," ujarnya.
Beras oplosan itu ditemukan dalam kemasan ukuran 5, 10, dan 25 kilogram. Saat ini, tim DKUKMPP masih mendalami temuan tersebut untuk memastikan pelanggaran dan tindak lanjut yang akan diambil.
Kepala DKUKMPP Bantul, Prapta Nugraha menegaskan pihaknya merespons cepat isu beras oplosan yang mencuat ke publik.
Selain menerjunkan tim monitoring, dinas juga gencar melakukan sosialisasi dan mengoptimalkan peran lurah pasar untuk mengawasi peredaran beras di lapangan. “Kami merespons cepat atas pemberitaan yang menjadi perhatian Menteri Pertanian dan masyarakat luas,” ujarnya.
Prapta juga meminta pedagang agar jujur dalam menjual produk, serta mengimbau masyarakat untuk lebih teliti saat membeli beras, terutama kemasan berukuran besar.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Komisi D DPRD Gunungkidul berharap UMK 2027 disesuaikan dengan biaya hidup, kemampuan perusahaan, dan formula pengupahan yang berlaku.
Sebanyak 64 orang dilaporkan hilang setelah tabrakan kereta di Spanyol. Kecelakaan tersebut menewaskan sedikitnya 68 orang.
Kadin berharap ketegangan RI-Singapura mereda usai pertemuan Prabowo dan Vivian Balakrishnan demi menjaga iklim investasi Indonesia.
Fenomena selebcat di tempat umum bisa meningkatkan kepedulian, tetapi interaksi berlebihan berisiko membuat kucing stres dan takut.
Harga kambing di Gunungkidul anjlok hingga Rp250.000 per ekor. Peternak mengeluhkan biaya pakan mahal dan keuntungan yang menipis.
Polisi menyelidiki kematian Ayudiah Rivana, atlet silat Semarang di Porprov Jateng 2026, setelah menjalani operasi patah jari tangan.