Jelang Iduladha 2026, Perdagangan Hewan Kurban di Bantul Bakal Naik
Perdagangan hewan kurban Bantul naik jelang Iduladha 2026, omzet pedagang diprediksi tumbuh hingga 40 persen.
Beras - Ilustrasi Freepik
Harianjogja.com, BANTUL—Indikasi peredaran beras oplosan ditemukan di salah satu pasar tradisional di Bantul. Adapun, modusnya adalah dengan mengoplos beras premium dengan beras medium.
Kepala Bidang Sarana dan Prasarana Dinas Koperasi Usaha Kecil Menengah Perindustrian dan Perdagangan (DKUKMPP) Bantul, Zona Paramitha mengatakan penemuan itu merupakan hasil dari monitoring lapangan yang dilakukan oleh DKUKMPP Bantul menyusul kekhawatiran masyarakat akan pengoplosan beras.
Dia menjelaskan bahwa dinasnya menerjunkan tim ke sejumlah titik, di antaranya adalah Pasar Imogiri pada Selasa (15/7); Pasar Piyungan pada Rabu (16/7/2025); dan salah satu supermarket.
“Kami langsung bergerak dengan menerjunkan tim ke pasar-pasar tradisional dan supermarket yang ada di Bantul,” ujar Zona, Jumat (18/7/2025).
Dari hasil monitoring itu, pihaknya menemukan indikasi adanya praktik pengoplosan beras oleh salah satu pedagang di pasar tradisional. Sementara di supermarket, tidak ditemukan tanda-tanda beras oplosan. "Modusnya adalah dengan mencampur beras premium dengan beras medium lalu dijual dengan harga premium. Ini jelas merugikan konsumen," ujarnya.
Beras oplosan itu ditemukan dalam kemasan ukuran 5, 10, dan 25 kilogram. Saat ini, tim DKUKMPP masih mendalami temuan tersebut untuk memastikan pelanggaran dan tindak lanjut yang akan diambil.
Kepala DKUKMPP Bantul, Prapta Nugraha menegaskan pihaknya merespons cepat isu beras oplosan yang mencuat ke publik.
Selain menerjunkan tim monitoring, dinas juga gencar melakukan sosialisasi dan mengoptimalkan peran lurah pasar untuk mengawasi peredaran beras di lapangan. “Kami merespons cepat atas pemberitaan yang menjadi perhatian Menteri Pertanian dan masyarakat luas,” ujarnya.
Prapta juga meminta pedagang agar jujur dalam menjual produk, serta mengimbau masyarakat untuk lebih teliti saat membeli beras, terutama kemasan berukuran besar.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Perdagangan hewan kurban Bantul naik jelang Iduladha 2026, omzet pedagang diprediksi tumbuh hingga 40 persen.
Kulonprogo masih aman dari kekeringan di awal kemarau 2026. BPBD siaga droping air bersih diperkirakan mulai Agustus.
Subaru membatalkan mobil listrik internal setelah laba operasional anjlok 90 persen akibat tekanan tarif impor Amerika Serikat.
Veda Ega unggul klasemen Moto3 2026 meski kalah top speed dari Hakim Danish. Duel keduanya makin ketat di lintasan.
Sharenting anak di media sosial berisiko kebocoran data, pelacakan lokasi, hingga pencurian identitas menurut studi Kaspersky dan SIT.
Google meluncurkan Gemini 3.5 Flash di Google I/O 2026. Model AI baru ini lebih cepat, murah, dan fokus mendukung era AI agent.