Kisah Mbah Wariyana di Bantul, Berjalan 2 Km Berjualan Demi Rawat Cucu Disabilitas
Mbah Wariyana di Bantul berjualan jajanan dengan penghasilan Rp35.000 sehari demi memenuhi kebutuhan hidup dan merawat cucunya yang disabilitas.
Foto ilustrasi pengibaran bendera bajak laut dalam serial anime One Piece di depan rumah warga. - Foto dibuat menggunakan Artificial Intelligence ChatGPT
Harianjogja.com, BANTUL—Wakil Ketua Komisi X DPR RI MY Esti Wijayanti menilai fenomena pengibaran bendera bergambar tokoh fiksi seperti One Piece tidak bisa serta-merta disebut sebagai tindakan makar.
Menurutnya, kreativitas masyarakat, khususnya anak muda, memang beragam dan perlu diapresiasi. Namun, di bulan Agustus, Esti menyarankan agar seluruh warga mengutamakan pengibaran bendera merah putih.
“Bendera One Piece, kita tidak lalu mengatakan dia makar, macem-macem. Kreativitas anak-anak itu kan macam-macam. Cuma di bulan Agustus ini, ya kita menghormati pahlawan bangsa kita,” kata Esti, Minggu (10/8/2025).
BACA JUGA: Sultan Jogja Usulkan YIA Jadi Transit Penerbangan Australia
Ia menegaskan, masyarakat boleh saja merasa kecewa terhadap pemerintahan atau kebijakan tertentu, tetapi momentum kemerdekaan perlu dijadikan sarana untuk menunjukkan rasa cinta kepada republik dan menghormati para pendiri bangsa.
“Seperti yang tadi saya sampaikan, tetap kibarkan merah putih. Karena itu tanda cinta kita kepada republik ini dan menghormati para pendiri bangsa. Boleh anda kecewa, tapi berikan waktu yang lain kalau anda tetap ingin melakukan itu,” ujarnya.
Menurut Esti, melarang secara tegas mungkin sulit dilakukan, namun memberikan pemahaman adalah hal yang bisa dan perlu dilakukan.
“Saya pun tidak bisa melarang kok. Saya mengatakan, kita boleh kecewa ketika masih ada kebijakan yang belum berpihak. Tetapi ketika ini bulan Agustus, bulan kemerdekaan, sebagai bentuk penghormatan kita kepada para pendiri bangsa, pahlawan bangsa, kita kibarkan merah putih. Yang lainnya nanti aja,” katanya.
BACA JUGA: Pasang Bendera One Piece di Perahu, Nelayan Congot Didatangi Aparat
Esti menegaskan mengibarkan bendera one piece menjadi hak masing-masing. “Menurut saya, saya tidak bisa melarang. Karena itu adalah hak mereka. Saya menyarankan lebih baiknya tunggu dulu. Setelah itu [Agustus] silakan saja,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Mbah Wariyana di Bantul berjualan jajanan dengan penghasilan Rp35.000 sehari demi memenuhi kebutuhan hidup dan merawat cucunya yang disabilitas.
Komnas HAM meminta pemulihan psikologis bagi santriwati, ustazah, dan balita yang diduga trauma akibat penggeledahan ponpes di Sukoharjo.
Bulog menargetkan pengadaan 1 juta ton jagung pada 2026 dengan mengoptimalkan gudang, fasilitas pengeringan, dan jaringan petani.
Ketum PBNU Gus Kikin mengimbau warga Sukoharjo menjaga kerukunan dan tidak terprovokasi kasus pembakaran warung mi babi serta penggeledahan ponpes.
Dinas Pariwisata DIY meluncurkan Calendar of Events 2027 dengan 203 agenda wisata untuk meningkatkan kunjungan dan lama tinggal wisatawan
Kemlu memverifikasi kabar WNI berinisial MT yang diduga tewas setelah direkrut militer Rusia dan diterjunkan berperang di Ukraina.