Imbas Keracunan, Kepala Sekolah SMP Muhammadiyah III Mlati Sleman Minta MBG Dihentikan Dua Hari

Andreas Yuda Pramono
Andreas Yuda Pramono Kamis, 14 Agustus 2025 04:27 WIB
Imbas Keracunan, Kepala Sekolah SMP Muhammadiyah III Mlati Sleman Minta MBG Dihentikan Dua Hari

Salah satu murid SMP sedang menjalani penanganan pasca diduga keracunan menu Makan Bergizi Gratis pada Rabu (13/8 - 2025). Penanganan dilakukan di UPT Puskesmas Mlati. Harian Jogja - Andreas Yuda Pramono.

Harianjogja.com, SLEMAN-- Kepala Sekolah SMP Muhammadiyah III Mlati, Yulia Rachmawati, meminta program Makan Bergizi Gratis (MBG) dihentikan selama dua hari pasca kasus keracunan pangan yang diduga berasal dari menu MBG pada Selasa (12/8/2025). Mitra penyedia menu harus melakukan penyelidikan sebab keracunan.

“Kami juga punya kekhawatiran terkait potensi keracunan lagi. Penyedia perlu mengevaluasi bahan makan mereka,” kata Yulia dihubungi, Rabu (13/8/2025).

Yulia mencatat ada 83 murid dan tujuh guru yang mengalami gejala keracunan pangan diduga akibat menu MBG. Khusus guru, hanya ada satu yang dilarikan ke Puskesmas. Enam guru lain diobati di sekolah, karena tetap harus membantu mengondisikan situasi para murid.

BACA JUGA: Guru Mencicipi Menu MBG di Sleman Juga Ikut Keracunan

Orang tua murid pun komplain ke pihak sekolah. Mereka mempertanyakan kasus keracunan pangan ini. Guna memberi klarifikasi mengenai kejadian dan informasi yang beredar, pihak sekolah akan mengundang orang tua pada Kamis (14/8).

“Murid juga bisa menolak menu MBG. Memang tidak ada keharusan untuk makan juga. Anak-anak yang menolak makan tidak mengalami gejala,” katanya.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Ujang Hasanudin
Ujang Hasanudin Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online