Penemuan 11 Bayi di Pakem Jadi Alarm Pengawasan
Bupati Sleman Harda Kiswaya instruksikan evaluasi total perizinan daycare dan pengasuhan anak seusai penemuan 11 bayi di Pakem. Simak kelanjutan kasusnya di sin
Taman Budaya. - Foto ilustrasi dibuat oleh AI/ChatGPT
Harianjogja.com, SLEMAN—Penyelesaian pembangunan Taman Budaya Sleman diperkirakan masih panjang. Setelah tidak bisa melanjutkan pembangunan pada 2025, pembangunan pada 2026 juga berpotensi mandek. Pasalnya, Pemerintah Pusat memangkas alokasi Dana Keistimewaan (Danais) hingga Rp500 miliar.
Sedangkan, sumber dana pembangunan taman budaya ini murni dari Danais. Padahal keberadaan taman budaya dapat memicu perputaran ekonomi masyarakat.
Perencana Ahli Muda Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Sleman, Eko Adi Prasetya, mengatakan Pemkab Sleman terus mengupayakan kelanjutan pembangunan Taman Budaya Sleman. Tidak menjadi persoalan signifikan apabila urusan kelembagaan, pertanahan, dan tata ruang mendapat alokasi minim; yang jelas ada alokasi cukup besar untuk urusan kebudayaan.
“Dari sisi ekonomi kan bisa didongkrak. Pentas dan event bisa di sana, Pandowoharjo kan lokasinya. Kalau urusan pertanahan kemungkinan besar pasti dapat, urusannya sama tanah kadipaten. Kalau tata ruang belum ada informasi,” kata Eko dihubungi, Senin (25/8/2025).
Sebelum ada informasi pemangkasan Danais Rp500 miliar, Bappeda telah membuat skema pendanaan dan pembangunan hingga selesai. Pemkab mengajukan Rp32 miliar untuk 2026 dengan mengasumsikan tidak ada keterlambatan penyelesaian pembangunan dan tidak akan membebani Pemerintah Kabupaten dan Provinsi ke depannya.
BACA JUGA: Meliput Demonstrasi di DPR, Wartawan Foto Antara Dipukul Polisi
Pasca ada informasi pemangkasan, Eko belum tahu strategi penyelesaian pembangunan. Padahal penyelesaian pembangunan ditarget pada 2029. Mau tidak mau, Pemkab Sleman mengikuti rencana Pemprov DIY.
“Kami dilema juga. Kalau sudah menggunakan Danais ya murni Danais. Mau pakai APBD pun kami pikirkan juga kondisi keuangan kabupaten/ kota yang masih labil. Belum ada gambaran apapun penggunaan APBD,” katanya.
Adapun rencana awal alokasi Danais untuk Kabupaten Sleman pada 2025 sebesar Rp39,62 miliar. Setelah ada efisiensi dan redesain I 2025, alokasi akhir menjadi Rp23,92 miliar.
Rincian alokasi itu, antara lain urusan kelembagaan Rp2,17 miliar, lalu urusan kebudayaan Rp14,52 miliar, urusan pertanahan Rp6,47 miliar, dan urusan tata ruang Rp747,37 juta.
Sementara, Tim Kerja Bangunan Gedung Bidang Cipta Karya DPUPKP Sleman, Rahmadi, telah menyampaikan bahwa pembangunan Taman Budaya Sleman akan dilanjutkan pada 2026. Kata dia, ada alokasi Danais Rp5,7 miliar.
Kemungkinan anggaraan itu akan digunakan untuk pengerjaan drainase, talut dan pembangunan fondasi pembatas dengan lahan warga sekitar. Rencana pengerjaan ini mengacu pada rencana 2025 yang batal akibat ketiadaan anggaran.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Bupati Sleman Harda Kiswaya instruksikan evaluasi total perizinan daycare dan pengasuhan anak seusai penemuan 11 bayi di Pakem. Simak kelanjutan kasusnya di sin
Tesla resmi menaikkan harga Model Y di AS setelah dua tahun. Simak daftar harga terbaru dan persaingan ketat di pasar mobil listrik.
Perbukitan Menoreh Kulonprogo disiapkan jadi pusat wellness tourism. Sungai Mudal siap, namun akses jalan masih jadi kendala utama.
James Cameron ungkap rencana Avatar 4 dan 5 dengan teknologi baru agar produksi lebih cepat dan biaya lebih efisien.
KKMP Jogja siapkan produksi 65 ribu batik sekolah, dorong UMKM dan perajin batik semakin berkembang.
Studi global ungkap penurunan oksigen di sungai akibat pemanasan iklim. Sungai tropis paling terdampak, ancam ekosistem air tawar.