Kebutuhan Darah Sleman Tinggi, PMI Ajak Warga Rutin Donor
Kebutuhan darah di Sleman masih tinggi, PMI ajak masyarakat rutin donor untuk menjaga ketersediaan stok.
Taman Budaya. - Foto ilustrasi dibuat oleh AI/ChatGPT
Harianjogja.com, SLEMAN—Penyelesaian pembangunan Taman Budaya Sleman diperkirakan masih panjang. Setelah tidak bisa melanjutkan pembangunan pada 2025, pembangunan pada 2026 juga berpotensi mandek. Pasalnya, Pemerintah Pusat memangkas alokasi Dana Keistimewaan (Danais) hingga Rp500 miliar.
Sedangkan, sumber dana pembangunan taman budaya ini murni dari Danais. Padahal keberadaan taman budaya dapat memicu perputaran ekonomi masyarakat.
Perencana Ahli Muda Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Sleman, Eko Adi Prasetya, mengatakan Pemkab Sleman terus mengupayakan kelanjutan pembangunan Taman Budaya Sleman. Tidak menjadi persoalan signifikan apabila urusan kelembagaan, pertanahan, dan tata ruang mendapat alokasi minim; yang jelas ada alokasi cukup besar untuk urusan kebudayaan.
“Dari sisi ekonomi kan bisa didongkrak. Pentas dan event bisa di sana, Pandowoharjo kan lokasinya. Kalau urusan pertanahan kemungkinan besar pasti dapat, urusannya sama tanah kadipaten. Kalau tata ruang belum ada informasi,” kata Eko dihubungi, Senin (25/8/2025).
Sebelum ada informasi pemangkasan Danais Rp500 miliar, Bappeda telah membuat skema pendanaan dan pembangunan hingga selesai. Pemkab mengajukan Rp32 miliar untuk 2026 dengan mengasumsikan tidak ada keterlambatan penyelesaian pembangunan dan tidak akan membebani Pemerintah Kabupaten dan Provinsi ke depannya.
BACA JUGA: Meliput Demonstrasi di DPR, Wartawan Foto Antara Dipukul Polisi
Pasca ada informasi pemangkasan, Eko belum tahu strategi penyelesaian pembangunan. Padahal penyelesaian pembangunan ditarget pada 2029. Mau tidak mau, Pemkab Sleman mengikuti rencana Pemprov DIY.
“Kami dilema juga. Kalau sudah menggunakan Danais ya murni Danais. Mau pakai APBD pun kami pikirkan juga kondisi keuangan kabupaten/ kota yang masih labil. Belum ada gambaran apapun penggunaan APBD,” katanya.
Adapun rencana awal alokasi Danais untuk Kabupaten Sleman pada 2025 sebesar Rp39,62 miliar. Setelah ada efisiensi dan redesain I 2025, alokasi akhir menjadi Rp23,92 miliar.
Rincian alokasi itu, antara lain urusan kelembagaan Rp2,17 miliar, lalu urusan kebudayaan Rp14,52 miliar, urusan pertanahan Rp6,47 miliar, dan urusan tata ruang Rp747,37 juta.
Sementara, Tim Kerja Bangunan Gedung Bidang Cipta Karya DPUPKP Sleman, Rahmadi, telah menyampaikan bahwa pembangunan Taman Budaya Sleman akan dilanjutkan pada 2026. Kata dia, ada alokasi Danais Rp5,7 miliar.
Kemungkinan anggaraan itu akan digunakan untuk pengerjaan drainase, talut dan pembangunan fondasi pembatas dengan lahan warga sekitar. Rencana pengerjaan ini mengacu pada rencana 2025 yang batal akibat ketiadaan anggaran.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Kebutuhan darah di Sleman masih tinggi, PMI ajak masyarakat rutin donor untuk menjaga ketersediaan stok.
Polda Lampung gagalkan peredaran 5 kg sabu dan ekstasi di Bakauheni. Empat tersangka diamankan, termasuk oknum aparat.
Pascal Wehrlein menang di Formula E Shanghai 2026. Kemenangan ke-10 musim ini, kukuhkan dominasi dan peluang juara dunia.
Dua bayi ditemukan di Solo dalam sehari, satu selamat di kereta, satu meninggal di selokan. Polisi lakukan penyelidikan.
Pemerintah susun Perpres perlindungan nakes usai kasus dr Icha, soroti intimidasi dan lemahnya sistem keamanan.
Usaha pigura di Sleman tertekan kenaikan harga kaca dan kayu, sementara penjualan turun hingga 50 persen akibat melemahnya daya beli.