Akses Air Perpipaan di Kota Jogja Rendah, Pencemaran Sumur Disorot
Akses air perpipaan di Kota Jogja baru 30 persen. Wali Kota Hasto Wardoyo mengingatkan risiko pencemaran air sumur bagi warga.
Suasana transaksi di salah satu lapak Pasar Beringharjo, Senin (1/1/2023)./Harian Jogja
Harianjogja.com, JOGJA–Aktivitas perdagangan di Pasar Beringharjo kembali normal pasca demonstrasi yang terjadi di kawasan Malioboro. Para pedagang mulai berjualan seperti biasa pada Selasa (2/9/2025) setelah sehari sebelumnya menutup lapak.
Ketua Paguyuban Pedagang Pasar Beringharjo Sisi Barat, Ahmad Zaenal Bintoro mengatakan operasional pasar kini sudah kembali berjalan normal. "Hari ini Pasar Beringharjo sudah buka seperti biasanya. Hari ini sudah ramai kembali,” katanya.
BACA JUGA: Daya Beli Merosot, Menjelang Lebaran Pasar Beringharjo Sepi
Menurut Ahmad, penjualan pedagang pun kembali stabil. Dalam sehari, menurutnya, pihaknya mendapatkan omset Rp800.000. Jumlah tersebut, katanya, hampir sama dengan kondisi normal ketika tidak ada demonstrasi. “Ya ini udah hampir sama seperti biasanya,” katanya.
Dia menuturkan penutupan pasar hanya berlangsung sehari pada Senin (1/9/2025) sebagai imbas dari demonstrasi. Meski begitu, dia bersyukur demonstrasi di Jogja dinilai kondusif, sehingga pedagang dapat kembali berdagang hari ini. “Jogja aman, terkendali, dan kondusif,” katanya.
Dia menuturkan, pedagang Pasar Beringharjo baik sisi barat, tengah, maupun timur kini sudah didatangi pengunjung dari DIY maupun dari luar kota. Kepadatan pengunjung di sana pun menurutnya sudah seperti saat tidak ada demonstrasi.
Salah satu pengunjung Pasar Beringharjo asal Semarang, Indrayani mengaku datang ke Pasar Beringharjo untuk membeli oleh-oleh berupa pakaian batik. Dia mengaku terus memantau perkembangan situasi di Kota Jogja sebelum akhirnya memutuskan untuk membeli oleh-oleh di Pasar Beringharjo.
Ketika situasi dinilai kondusif, dia pun memutuskan untuk datang ke pasar tradisional tersebut untuk membeli oleh-oleh. “Tadi liat-liat sosial media dulu baru datang ke sini,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Akses air perpipaan di Kota Jogja baru 30 persen. Wali Kota Hasto Wardoyo mengingatkan risiko pencemaran air sumur bagi warga.
Munja menargetkan ekspor kendaraan pemadam kebakaran mulai 2027 setelah menguasai 35% pasar domestik dan membidik pangsa pasar 70%.
DPC PDI Perjuangan Kota Yogyakarta melantik pengurus Baguna periode 2025-2030 sekaligus menggelar simulasi penyelamatan korban bencana di Sungai Gajahwong.
Sebanyak 22 mahasiswa dari 17 negara belajar pengelolaan sampah perkotaan secara langsung di Kelurahan Terban dan Baciro, Kota Jogja.
Geopark Ijen akan menjalani revalidasi UNESCO pada 3-7 Agustus 2026 untuk mempertahankan status green card yang diraih sejak 2023.
PDI Perjuangan Kota Jogja menggelar pemeriksaan kesehatan gratis bagi lansia sekaligus mendorong kenaikan anggaran JSLU dan memperingati Kudatuli 1996.