Update Kasus Daycare Jogja, Puluhan Anak Alami Gangguan Tumbuh Kembang
Dinkes Jogja temukan 30 anak daycare alami gangguan gizi dan tumbuh kembang. Penanganan terapi dan pemulihan sedang dilakukan.
Suasana transaksi di salah satu lapak Pasar Beringharjo. /Harian Jogja.
Harianjogja.com, JOGJA—Aktivitas jual beli di Pasar Beringharjo kembali berjalan normal setelah berakhirnya libur Natal dan Tahun Baru (Nataru). Lonjakan omzet yang sempat dirasakan pedagang selama musim liburan kini berangsur turun mengikuti ritme hari biasa.
Ketua Paguyuban Pedagang Pasar Beringharjo Sisi Barat, Ahmad Zaenal Bintoro, menyebut selama libur Nataru 2026 penjualan pedagang sempat melonjak hingga 40–50 persen dibandingkan hari normal, seiring membludaknya wisatawan yang berkunjung ke Kota Jogja.
Memasuki pertengahan Januari, kondisi pasar mulai stabil meski akhir pekan masih mencatatkan peningkatan transaksi. Hal tersebut dinilai wajar karena Pasar Beringharjo tetap menjadi destinasi belanja favorit wisatawan domestik.
Berdasarkan data Dinas Pariwisata Kota Jogja, kunjungan wisatawan selama libur Nataru 2026 mencapai 946.191 orang. Tingginya arus wisatawan itu berdampak langsung pada pergerakan ekonomi pasar rakyat, khususnya untuk produk fesyen, batik, dan oleh-oleh khas Jogja.
Untuk menjaga omzet pascalibur panjang, sebagian pedagang kini mulai mengoptimalkan penjualan daring melalui media sosial dan platform e-commerce, terutama pedagang usia muda yang lebih adaptif terhadap teknologi digital.
“Waktu liburan kemarin memang ada kenaikan penjualan, kurang lebih bisa sampai 40–50 persen. Sekarang sudah kembali normal,” katanya, Sabtu (10/1/2026).
Saat ini, menurutnya kondisi penjualan sudah kembali seperti hari biasa, meskipun menurutnya masih ada sedikit peningkatan pada akhir pekan.
“Sekarang sudah seperti sedia kala. Kalau Sabtu dan Minggu memang biasanya lebih ramai, jadi ada sedikit kenaikan penjualan,” ucapnya.
Menurutnya, ramainya Pasar Beringharjo selama libur panjang disebabkan karena tingginya jumlah wisatawan yang berkunjung ke Kota Jogja. Diketaui berdasarkan data Dinpar Kota Jogja jumlah kunjungan wisatawan ke Kota Jogja mencapai 946.191 pada libur Nataru tahun ini.
Hal itu menurutnya berdampak pada peningkatan kunjungan di berbagai destinasi wisata, termasuk pasar rakyat. “Ramai tahun ini. Kebanyakan wisatawan domestik, dan dampaknya [kunjungan wisatawan] terasa sekali ke pasar,” katanya.
Ia menyebut peningkatan omzet tersebut diperoleh pedagang secara merata pada berbagai jenis barang dagangan. Untuk mengantisipasi penurunan omset pasca musim liburan, menurutnya kini sebagian pedagang telah memanfaatkan penjualan daring melalui media sosial dan platform e-commerce.
Menurut Ahmad Zaenal, pedagang yang aktif berjualan secara online sebagaian besar merupakan pedagang usia muda. “Sudah banyak yang jualan online, terutama yang muda-muda dan paham media sosial. Biasanya lewat Tokopedia dan Shopee,” katanya.
Stabilnya kembali aktivitas jual beli di Pasar Beringharjo menunjukkan peran penting sektor pariwisata terhadap denyut ekonomi pasar tradisional di Kota Jogja, sekaligus mendorong adaptasi pedagang menuju penjualan digital.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Dinkes Jogja temukan 30 anak daycare alami gangguan gizi dan tumbuh kembang. Penanganan terapi dan pemulihan sedang dilakukan.
Jadwal lengkap KA Prameks Jogja–Kutoarjo dan sebaliknya Rabu 13 Mei 2026 berdasarkan data resmi KAI Access.
Update prakiraan cuaca Jogja dan sekitarnya untuk Rabu, 13 Mei 2026. Cek daftar wilayah yang berpotensi hujan ringan serta pantauan suhu udara di seluruh DIY.
Pembangunan aviary Purwosari Gunungkidul kembali dilanjutkan tahun ini dengan anggaran Rp5,6 miliar dari Dana Keistimewaan DIY.
Amerika Serikat disebut telah menghabiskan Rp507 triliun untuk operasi militer melawan Iran sejak konflik pecah Februari 2026.
Jadwal KRL Jogja-Solo Rabu 13 Mei 2026 lengkap dari Yogyakarta hingga Palur, tarif tetap Rp8.000 sekali perjalanan.