Advertisement
Pemkab Kulonprogo Gelar Pentas Kesenian Manekawarna, Libatkan 250 Pelaku Seni
Ilustrasi kesenian wayang topeng pedalangan. - Harian Jogja
Advertisement
Harianjogja.com, KULONPROGO—Pemkab Kulonprogo menggelar pentas kesenian bertajuk Manekawarna mulai dari Senin (1/9/2025) hingga Sabtu (6/9/2025). Sebanyak 250 pelaku seni Kulonprogo dilibatkan dalam berbagai pementasan. Adapun kesenian yang ditampilkan seperti karawitan, seni tari, reog soreng, jathilan, dan oglek.
Sekretaris Daerah Kulonprogo, Triyono mengatakan agenda Manekawarna menjadi salah satu rangkaian peringatan hari jadi ke-74 bumi Binangun. Menurutnya, dari 250 pelaku seni yang dilibatkan dari berbagai generasi yang ada. "Pelaku seni ada 250 diikuti yang sudah sepuh ataupun muda," katanya, Selasa (2/9/2025).
Advertisement
BACA JUGA: Karang Taruna di Kulonprogo Ini Gelar Lomba Daplangan, Ini Tujuannya
Triyono menyampaikan seniman muda Kulonprogo akan mendapatkan porsi lebih besar dalam berbagai pertunjukan kesenian Manekawarna. Terutama kalangan anak-anak dan remaja Kulonprogo yang memiliki kecintaan terhadap kesenian. Menurutnya, Manekawarna menjadi apresiasi bagi para pelaku seni di Kulonprogo yang tentunya berjasa dalam melestarikan seni dan budaya yang dimiliki.
"Seniman sepuh berjasa dan seniman muda diberikan porsi lebih besar sebagai pengembangan talenta generasi penerus Kulonprogo," ujar pria yang juga menjabat Ketua Panitia Peringatan Hari Jadi ke-74 Kulonprogo ini.
Adapun peringatan hari jadi, terdiri dari 46 kegiatan sampai 1 November 2025 nanti. Manekawarna ini menjadi titik awal dimulai berbagai peringatan yang akan dilakoni. Adapun hari jadi Kulonprogo ke-74 jatuh pada 15 Oktober 2025 nanti.
Sementara itu, Bupati Kulonprogo, Agung Setyawan menambahkan pembangunan kebudayaan bukan sekadar program tahunan, melainkan menjadi upaya jangka panjang untuk membentuk karakter dan jati diri masyarakat.
"Kegiatan Kulonprogo Manekawarna bukan sekadar gelaran seni, tapi juga menjadi ajang ekspresi kreatif dan rekreasi budaya yang inklusif, " ujar Agung.
Dia berharap melalui kegiatan ini, menjadi estafet kebudayaan agar dapat terus berjalan dari generasi tua ke generasi penerusnya. Sehingga nantinya anak-anak, generasi penerus bangsa, tidak hanya mewarisi, tetapi juga akan menghidupkan kembali kekayaan seni.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Berita Lainnya
Berita Pilihan
Advertisement
Advertisement
Bioskop Nyaman Rp5 Ribu di Museum Sonobudoyo Masih Sepi Peminat
Advertisement
Berita Populer
- Duel Remaja di Pakualaman Jogja Terbongkar, Dua Pelajar Luka Parah
- Puluhan Telur Piton Ditemukan di Selokan Permukiman Warga Gunungkidul
- Libur Lebaran Ramai, Kamar Hotel DIY Justru Banyak Kosong
- Catat, Ini Lokasi dan Tarif Parkir Resmi Kota Jogja Tahun 2026
- Pengolahan Mandiri Efektif, Sampah Residu di Demangan Jogja Berkurang
Advertisement
Advertisement








