Harga Avtur Naik, Kemenhub Sesuaikan Fuel Surcharge Pesawat
Kemenhub menyesuaikan fuel surcharge pesawat domestik mulai 13 Mei 2026 akibat kenaikan harga avtur demi menjaga operasional maskapai.
Wakil Bupati Bantul Aris Suharyanta usai meninjau gerakan pangan murah di Lapangan Timbulharjo, Bantul, Selasa (16/9/2025)/Tangkapan Layar
Harianjogja.com, BANTUL—Pemerintah Kabupaten Bantul, menggelar kegiatan gerakan pangan murah dengan menyediakan berbagai bahan kebutuhan pokok dengan harga di bawah pasar guna menstabilkan harga komoditas tersebut.
BACA JUGA: Bantul Optimistis Swasembada Beras
"Kegiatan ini sebagai bentuk komitmen pemerintah daerah atas arahan dari kementerian, bahwa pemerintah harus selalu menjaga kestabilan harga dan ketersediaan bahan pokok," kata Wakil Bupati Bantul Aris Suharyanta usai meninjau gerakan pangan murah di Lapangan Timbulharjo, Bantul, Selasa (16/9/2025).
Melalui gerakan pangan murah tersebut, pemerintah daerah juga ingin membantu masyarakat mendapat bahan pokok dengan harga terjangkau ketika harga sedang naik.
"Dengan kegiatan ini, harapannya kita bisa membantu warga masyarakat tatkala harga bahan-bahan pokok naik," katanya.
Meski demikian, Wabup Bantul tetap berharap Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Bantul terus melakukan pemantauan terhadap harga maupun ketersediaan bahan pokok strategis di pasar.
"Kita sudah lama ingin swasembada pangan juga, sehingga harapan kami stok pangan terus ada, kemudian harga pangan juga terkendali, sehingga tidak memberatkan masyarakat Bantul," katanya.
Terkait kualitas bahan pokok yang disediakan, Wabup Bantul menyebut kualitas bagus, seperti beras yang memiliki tekstur putih bersih, kemudian berbagai minyak goreng kemasan juga tersedia dengan harga di bawah harga pasaran.
"Sehingga, ini menjadi pilihan bagi warga masyarakat yang berbelanja bahan pokok, dan seperti telur juga tadi stoknya membawa banyak juga langsung habis, kemudian bawang merah juga ada," katanya.
Sementara itu, Kepala DKPP Bantul Joko Waluyo mengatakan total bahan pokok yang disediakan mencapai 6,5 ton.
Dia juga menyebutkan sejumlah bahan pokok tersebut di antaranya bawang merah yang dijual dengan harga Rp30.000 per kilogram, kemudian telur ayam yang dijual dengan harga Rp25.000 per kilogram.
"Kalau bawang merah itu selisih Rp5.000 per kilogram dengan harga pasar, kemudian kalau telur selisih Rp3.000 per kilogram. Kemudian contoh lainnya itu beras yang medium dan premium yang dijual lebih murah," katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Kemenhub menyesuaikan fuel surcharge pesawat domestik mulai 13 Mei 2026 akibat kenaikan harga avtur demi menjaga operasional maskapai.
YouTube akan meluncurkan fitur deteksi wajah AI untuk kreator guna melawan deepfake dan penyalahgunaan konten digital.
Kemendagri dorong aturan larangan perang suku di Papua Pegunungan lewat Raperdasus dan Raperdasi demi menjaga keamanan.
Lonjakan penumpang KAI Daop 4 Semarang capai 220 ribu saat libur panjang Kenaikan Yesus Kristus 2026. Ini rute favoritnya.
Bahasa Inggris akan jadi pelajaran wajib SD mulai 2027. Pemerintah siapkan pelatihan guru dan strategi peningkatan mutu pendidikan.
Leo/Daniel juara Thailand Open 2026 usai kalahkan pasangan India. Kemenangan ini jadi momentum menuju Olimpiade 2028.