DPRD DIY Tinjau Groundsill Srandakan, Target Rampung 2026
Proyek groundsill Srandakan di Sungai Progo capai 77 persen, DPRD DIY dorong percepatan saat musim kemarau.
Wakil Ketua Komisi X DPR RI, My Esti Wijayati saat ditemui di Taman Budaya Kulonprogo./ Harian Jogja/Khairul Ma'arif -
Harianjogja.com, KULONPROGO - Anggota DPR RI, My Esti Wijayati memastikan dana keistimewaan (Danais) DIY untuk 2026 sebesar Rp1 triliun bukan Rp500 miliar. Kepastian tersebut didapatkannya usai adanya keputusan nota kesimpulan antara Badan Anggaran DPR RI dan eksekutif dalam hal ini pemerintah Indonesia Danis DIY Rp1 triliun.
My Esti menceritakan, sudah sejak Juni lalu mengetahui Danais DIY 2026 hanya Rp500 miliar. Menurutnya hal tersebut diketahui dari draf buku nota keuangan dari pemerintah diberikan ke Banggar DPR.
Anggota DPR RI Fraksi PDI Perjuangan ini menuturkan, Danais DIY yang semula Rp500 miliar menjadi Rp1 triliun merupakan lobi-lobi para wakil rakyat dari Dapil DIY. Ia sangat menghormati keputusan Gubernur DIY, Sultan Hamengku Buwono X yang tidak berkenan meminta tambahan anggaran Danais. "Kalau begitu biarkan kami wakil rakyat dari DIY yang memperjuangkan," katanya kepada wartawan, Sabtu (20/9/2025).
"Terakhir rapat Kamis kemarin sudah diputuskan sudah masuk nota kesimpulan Banggar dengan pemerintah Rp1 triliun," tambahnya. Esti menjelaskan lobi yang dilakukan awalanya tidak langsung dinaikan menjadi Rp1 triliun. Awalnya dari Rp500 miliar akan dinaikan menjadi Rp700 hingga 800 miliar untuk Danais DIY 2026.
BACA JUGA: Hasil Man City Arsenal, Skor 1-1, The Gunners Selamat dari Kekalahan
Lantas dilakukan lobi-lobi agar Danais tidak turun sama dengan 2025 yakni sebesar Rp1 triliun. "Rp1 triliun sudah diputuskan tinggal nanti di nota keuangan hari Selasa itu dokumen RAPBN di 2026," ujar perempuan yang juga menjabat Wakil Ketua Komisi X DPR RI ini.
My Esti mengungkapkan, Danais DIY menjadi Rp1 triliun terdapat catatan untuk pengentasan kemiskinan. Rencana penggunaan anggaran Danais 2026 diutamakan untuk pengentasan kemiskinan dan mengurangi kesenjangan antar wilayah.
Sementara itu, Ketua DPRD Kulonprogo, Aris Syarifudin menganggap Danais DIY menjadi Rp1 triliun ini menjadi angin segar bagi Kulonprogo khususnya. Dia berharap di Kulonprogo dapat digunakan sebaik-baiknya sesuai target dalam penanganan kemiskinan. "Jadi angin segar bagi pelaku UMKM, pelaku budaya untuk selalu bergiat dan berdaya," jelasnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Proyek groundsill Srandakan di Sungai Progo capai 77 persen, DPRD DIY dorong percepatan saat musim kemarau.
Balita tewas setelah terjebak lubang proyek di Manggarai, Tebet. Evakuasi berlangsung empat jam sebelum korban dibawa ke rumah sakit.
Jadwal KRL Jogja-Solo Senin 29 Juni 2026 lengkap dari Yogyakarta hingga Palur. Tarif tetap Rp8.000 dengan 16 jadwal keberangkatan.
BPS menjamin data Sensus Ekonomi 2026 hanya untuk statistik, bukan pajak. Pendataan menjadi dasar kebijakan pembangunan yang lebih tepat sasaran.
Menteri Rosan Roeslani menilai kolaborasi riset dan industri menjadi kunci mempercepat hilirisasi serta memperkuat daya saing ekonomi nasional.
Mensos Syaifullah Yusuf menegaskan validitas data menjadi kunci Program Sekolah Rakyat agar bantuan pendidikan tepat sasaran bagi keluarga miskin.