Advertisement
Akademisi Dampingi Proklim, Lakukan Mitigasi Perubahan Iklim
Kegiatan pendampingan terhadap Program Kampung Iklim (Proklim) digelar di Banguntapan, Bantul. Kegiatan ini melibatkan partisipasi aktif dari perangkat desa, tokoh masyarakat, kader lingkungan, serta kelompok ibu-ibu PKK dari sebelas padukuhan. - istimewa.
Advertisement
Harianjogja.com, JOGJA—Kegiatan pendampingan terhadap Program Kampung Iklim (Proklim) digelar di Banguntapan, Bantul. Kegiatan ini melibatkan partisipasi aktif dari perangkat desa, tokoh masyarakat, kader lingkungan, serta kelompok ibu-ibu PKK dari sebelas padukuhan.
Koordinator tim pendamping sekaligus Pendiri Yayasan Generasi Cerdas Iklim dan Dosen Jurusan Teknik Lingkungan UII Ikrom Mustofa menekankan pentingnya pendampingan Proklim ini sebagai program berkelanjutan. Kegiatan tersebut tidak berhenti hanya pada dua hari pelaksanaan, akan tetai dilalukan secara berkesinambungan.
Advertisement
Akademisi, praktisi, dan komunitas harus terus hadir dalam mengawal masyarakat agar tidak hanya memahami konsep, tetapi juga mampu menerapkan langkah adaptasi dan mitigasi perubahan iklim di lingkungannya sendiri.
"Kami percaya, kolaborasi lintas pihak ini akan memperkuat kapasitas desa-desa dalam menghadapi tantangan perubahan iklim," katanya, Selasa (23/9/2025).
Direktur PUSPIK UII Dewi Wulandari menambahkan kolaborasi ini sejalan dengan misi perguruan tinggi untuk terlibat dalam pembangunan berkelanjutan. PUSPIK UII melihat kolaborasi antara dunia akademik, masyarakat, dan korporasi menjadi model penting dalam menjawab tantangan perubahan iklim.
"Kehadiran tim kami bukan hanya untuk memberikan pengetahuan, tetapi juga untuk belajar dari kearifan lokal yang sudah ada di masyarakat Banguntapan. Kami berterima kasih kepada PT. Arthaasia Finance dan Yayasan Generasi Cerdas Iklim yang telah membuka ruang kolaborasi ini. Semoga apa yang kita lakukan hari ini akan memberikan manfaat berkelanjutan bagi masyarakat Banguntapan," katanya.
Lurah Banguntapan Basirudin menilai kegiatan itu menjadi motivasi bagi kami untuk semakin berbenah dan berproses. Proklim bukan sekadar program nasional, melainkan sarana nyata bagi desa kami untuk belajar, memperkuat kelembagaan, dan menghidupkan semangat warga agar peduli terhadap lingkungan. "Kami berharap langkah kecil ini menjadi awal dari perjalanan panjang menuju Banguntapan sebagai Proklim Lestari.” ujarnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Berita Lainnya
Berita Pilihan
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Berita Populer
- Biaya Hidup di Jogja 2026, Hitungan Versi BPS dan Perkiraan Riil
- Pacuan Kuda Bantul Makin Meriah STY dan Es Krim Jadi Magnet
- Jenazah 2 Prajurit Gugur di Lebanon Tiba di Lanud Adisutjipto
- Belanja Pegawai Bantul Tembus 34 Persen Rekrutmen Dipangkas
- Tangis Pecah Saat Jenazah Prajurit TNI Tiba di Kulonprogo
Advertisement
Advertisement









