Kandang Ayam di Bantul Terbakar, Ribuan Anak Ayam Mati

Yosef Leon
Yosef Leon Kamis, 09 Oktober 2025 17:47 WIB
Kandang Ayam di Bantul Terbakar, Ribuan Anak Ayam Mati

Foto ilustrasi petugas pemadam kebakaran bekerja memadamkan api di lokasi kejadian kebakaran. - Freepik

Harianjogja.com, BANTUL–Kebakaran melanda sebuah kandang ayam di Padukuhan Badan, Kalurahan Panjangrejo, Kapanewon Pundong, Rabu (8/10/2025) malam. Peristiwa ini diduga berasal dari alat pemanas kandang yang mengalami korsleting listrik, dan menyebabkan ribuan anak ayam yang baru menetas mati.

Kepala Bidang Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkarmat) BPBD Bantul, Irawan Kurnianto, mengatakan kebakaran terjadi sekitar pukul 19.00 WIB. Api pertama kali diketahui saat pemilik kandang, Sugiyanto, 47, kembali ke lokasi seusai salat Magrib.

“Sebelumnya, sekitar pukul 17.30 WIB, pemilik meninggalkan kandang untuk pulang ke rumah. Saat kembali sekitar pukul 18.30 WIB, tidak lama kemudian muncul kobaran api dari area kandang,” ujar Irawan, Kamis (9/10/2025).

Warga sekitar yang melihat kejadian tersebut langsung berupaya memadamkan api secara manual sebelum petugas pemadam kebakaran datang. Namun karena kobaran api cukup besar, warga kemudian menghubungi petugas Damkar BPBD Bantul Pos Pundong dan Polsek Pundong.

“Sekitar 15 menit setelah pemadaman dimulai, api berhasil dikendalikan dan tidak sampai merembet ke bangunan lain,” jelas Irawan.

Dari hasil pendataan, sebanyak 4.950 ekor anak ayam yang baru menetas mati terbakar bersama sejumlah perlengkapan kandang seperti genting, bambu, pagar, terpal, tempat makan ayam, dan dua alat pemanas. Total kerugian materi diperkirakan mencapai Rp13 juta.

Tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini, tetapi seluruh isi kandang ludes terbakar. Penyebab pasti kebakaran masih dalam penyelidikan, tetapi dugaan sementara api berasal dari alat pemanas kandang yang mengalami korsleting.

“Kami mengimbau warga, terutama pelaku usaha peternakan, untuk lebih berhati-hati dalam penggunaan alat pemanas dan instalasi listrik di area kandang agar kejadian serupa tidak terulang,” katanya.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Maya Herawati
Maya Herawati Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online