Jelang Iduladha, Permintaan Kambing di Bantul Diprediksi Meningkat
Perdagangan hewan kurban di Bantul naik jelang Iduladha 2026. Kambing paling diminati, omzet pedagang diprediksi melonjak.
Angkutan Sinar Jaya.ist
Harianjogja.com, BANTUL–Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Bantul tengah melakukan pendataan awal untuk penyusunan kajian manajemen transportasi angkutan wisata di kawasan Parangtritis, Kapanewon Kretek.
Program ini merupakan langkah awal menuju penataan transportasi wisata di kawasan Pantai Selatan (Pansela) yang sejalan dengan pengembangan kawasan itu.
Kepala Seksi Angkutan Dishub Bantul, Ganis Pratomo menjelaskan, pihaknya telah berkoordinasi dengan kapanewon, kalurahan dan sejumlah elemen terkait dalam membahas program tersebut. Usulan dari masyarakat dan juga industri pariwisata akan ditampung untuk kemudian ditindaklanjuti ke depannya.
“Tahapannya masih berupa pengumpulan atau inventaris awal data dan informasi. Belum terlalu signifikan, intinya kami ingin bersiap untuk menata sektor transportasi di kawasan wisata selatan,” jelas Ganis, Rabu (15/10/2025).
Menurutnya, kajian dan program transportasi wisata di kawasan Parangtritis tersebut merupakan tindak lanjut dari penyusunan masterplan kawasan Pansela oleh Bappeda. Fokusnya adalah penataan kawasan wisata Parangtritis dan Gumuk Pasir agar transportasi wisata lebih tertata dan mendukung arus kunjungan wisatawan.
“Gambaran soal bagaimana manajemen transportasi wisata di Parangtritis juga masih di bahas pihak ketiga, kami harapkan dalam waktu dekat bisa rampung agar bisa dirumuskan detailnya," ujar Ganis.
Panewu Kretek, Cahya Widada mengungkapkan, rencana pengembangan angkutan wisata di kawasan Parangtritis diharapkan mampu meningkatkan aksesibilitas ke sejumlah objek wisata yang tersebar di wilayah Kretek.
Saat ini, wisatawan masih mengandalkan kendaraan pribadi untuk berpindah dari satu objek wisata ke lainnya.
“Selama ini wisatawan menuju lokasi-lokasi wisata pantai seperti Parangendog, Parangkusumo, Depok, hingga Gumuk Pasir menggunakan kendaraan pribadi. Kalau ada angkutan wisata, mobilitas pengunjung akan jauh lebih lancar,” katanya.
Ia menambahkan, keberadaan Jalur Jalan Lintas Selatan (JJLS) yang rencananya tersambung penuh pada 2026 akan semakin membuka peluang terintegrasinya sistem transportasi wisata di selatan Bantul.
“Kami berharap hasil kajian nanti bisa menjadi keputusan final agar bisa segera disosialisasikan dan dilaksanakan, tentunya yang membawa kesejahteraan bagi warga setempat,” pungkasnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Perdagangan hewan kurban di Bantul naik jelang Iduladha 2026. Kambing paling diminati, omzet pedagang diprediksi melonjak.
Jadwal DAMRI YIA ke Jogja hari ini, tarif Rp80.000, rute lengkap menuju Sleman dan pusat kota.
Program Mas Jos di Tegalpanggung Jogja berhasil menekan volume sampah. Sistem transporter dan bank sampah kini berjalan lebih tertata.
Mobil listrik bekas makin diminati di tengah kenaikan harga BBM. Penjualan mobil diesel bekas justru melambat di pasar otomotif domestik.
Demo ojol Jogja hari ini berpotensi memicu kemacetan di Malioboro, Tugu, dan Ringroad Utara Sleman. Simak rute lengkap aksi damai driver online.
Jadwal SIM keliling Bantul Mei 2026 dibuka di Manding, Gilangharjo, dan Wukirsari. Cek lokasi, jam layanan, dan syarat perpanjangan SIM.