Enam Hari Operasi Patuh Progo 2026, 690 Pengendara Ditegur
Satlantas Polresta Sleman memberikan 690 teguran selama enam hari Operasi Patuh Progo 2026. Tercatat 61 kecelakaan lalu lintas.
Kepala Kundha Kabudayan (Dinas Kebudayaan) Sleman, Ishadi Zayid (dua dari kanan) menjelaskan agenda FKY Sleman tahun ini pada Selasa (14/10/2025)./Harian Jogja - Catur Dwi Janati
Harianjogja.com, SLEMAN—Festival Kebudayaan Yogyakarta (FKY) 2025 akan digelar di Sidoagung, Godean, Sleman pada 17–18 Oktober dengan tema Adoh Ratu, Cedhak Watu yang menonjolkan adat dan tradisi lokal.
Kepala Kundha Kabudayan (Dinas Kebudayaan) Sleman, Ishadi Zayid, menjelaskan bahwa FKY di Sleman merupakan bagian dari rangkaian kegiatan FKY yang diselenggarakan oleh Kundha Kabudayan DIY.
Ishadi menyebut, tahun ini FKY Sleman akan menghadirkan Pawai Seni Rajakaya, yang diadaptasi dari tema besar FKY tingkat provinsi yang digelar di Lapangan Logandeng, Gunungkidul.
"Arti penting FKY ini adalah eksistensi DIY sebagai Kota Budaya," ungkap Ishadi, Selasa (14/10/2025), di Kantor Kundha Kabudayan Sleman.
FKY hadir sebagai sarana pelestarian, pengembangan, sekaligus ruang ekspresi budaya masyarakat. Melalui FKY, publik tidak hanya dapat menikmati pertunjukan seni, tetapi juga memahami makna filosofis yang terkandung di dalamnya.
Selain itu, FKY juga menjadi wadah interaksi antara seniman, budayawan, dan masyarakat luas, sehingga tercipta dialog budaya yang dinamis. Tak hanya berfungsi sebagai ajang pelestarian budaya, FKY memiliki peran strategis dalam mendorong sektor pariwisata daerah dan memperkuat pertumbuhan ekonomi kreatif.
Penyelenggaraan festival ini diharapkan menjadi langkah penting untuk menjaga identitas Yogyakarta sebagai pusat budaya sekaligus memperkuat posisinya di tingkat nasional maupun internasional.
"Ini menjadi bentuk kepedulian Pemda DIY bersama empat kabupaten dan satu kota, bagaimana mengenalkan kembali budaya serta tradisi yang ada di masing-masing kabupaten kepada generasi muda," ujarnya.
Beragam pertunjukan menarik akan hadir di FKY Sleman tahun ini, di antaranya pentas Sanggar Puspa Budaya, Sembada Budaya, Jathilan Turonggo Panca Wisesa, Jathilan Lancur, hingga Sanggar Cikrak Kina.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Satlantas Polresta Sleman memberikan 690 teguran selama enam hari Operasi Patuh Progo 2026. Tercatat 61 kecelakaan lalu lintas.
DPRD Kulonprogo meminta event wisata tetap digelar pada 2027. Dispar mencatat 12 agenda, termasuk Arung Progo Festival menuju PON 2028.
Iran mengklaim melumpuhkan drone MQ-9 AS dan mengamankan drone pengintai MQM-170 di sekitar Selat Hormuz.
Kemenhub mengintensifkan rampcheck bus dan truk serta pengawasan ETLE HUB untuk menekan risiko kecelakaan selama Nataru 2026/2027.
Polda Metro Jaya memburu bandar ganja inisial K yang masuk DPO setelah menggagalkan peredaran 44,1 kg ganja asal Sumatera Utara.
DPRD Bantul mendorong target pembangunan 600 km jalan didukung BKK DIY dan anggaran pusat, bukan hanya mengandalkan APBD.