Bantul Tambah 484 Lampu Jalan Baru, Prioritaskan Titik Rawan
Pemkab Bantul memasang 484 LPJU baru senilai Rp5,3 miliar di 17 kapanewon mulai Juli 2026. Prioritas diberikan pada ruas jalan rawan kecelakaan.
Suasana jumpa pers FKY 2021 yang akan digelar secara daring pada 16 September sampai dengan 7 Oktober mendatang, Kamis (9/9). (ist)
Harianjogja.com, JOGJA—Festival Kebudayaan Yogyakarta (FKY) 2021 dengan tema Mereka Rekam akan mengangkat pencatatan seni dan kebudayaan sebagai visi dalam penyelenggarannya kali ini.
Digelar secara daring pada 16 September hingga 7 Oktober, FKY tahun ini akan menampilkan sedikitnya tujuh program budaya dan kesenian dengan menitikberatkan pada keberdayaan warga Jogja.
Kepala Dinas Kebudayaan DIY, Dian Lakshmi Pratiwi mengatakan penyelenggaran FKY di tahun ketiga ini dibarengi dengan bencana pandemi yang belum usai.
Ada sejarah besar yang perlu diingat tentang penyelenggaraan FKY kali ini, yakni berupa perpaduan penampilan seni dan budaya yang dikolaborasikan secara daring dalam setiap acaranya.
"FKY di masa pandemi ini adalah tonggak sejarah yang perlu diingat, sesuai dengan temanya. Sekarang kami bisa menyelenggarakan kegiatan seni dan budaya di masa pandemi dengan cara dan kreativitas yang luar biasa," kata Dian.
FKY kali ini kian istimewa karena memadukan dua gelaran seni dan budaya dari sisi warisan budaya tak benda serta warisan budaya benda. Kolaborasi antara struktur, situs bersama adat istiadat, bahasa, seni dan lain sebagainya menjadi kelebihan yang dikemas dalam bentuk workshop maupun dialog. Gelaran ini diharapkan mampu memberikan capaian dan dampak yang positif bagi perkembangan, pemeliharaan serta pemerataan seni budaya di daerah setempat.
Kepala Bidang Pemeliharaan dan Pengembangan Adat, Tradisi, Lembaga Budaya dan Seni, Dinas Kebudayaan DIY, Y. Eni Lestari Rahayu mengungkapkan proses persiapan FKY 2021 dimulai sejak Januari 2021.
FKY 2021 juga didukung oleh seluruh kabupaten/kota di DIY melalui lima cabang kompetisi yang diikut.
Ketua I FKY 2021, Doni Maulistya mengatakan pencatatan kebudayaan menjadi pilihan utama yang diangkat pada kesempatan kali ini.
"Pencatatan kebudayaan secara dokumenter juga dilakukan berbasis pada foto dan video lewat berbagai konten yang ditampilkan secara berkala di website www.fky.id," katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Pemkab Bantul memasang 484 LPJU baru senilai Rp5,3 miliar di 17 kapanewon mulai Juli 2026. Prioritas diberikan pada ruas jalan rawan kecelakaan.
Fenomena bediding membuat suhu Gunungkidul turun hingga 19,3 derajat Celsius. Warga diminta waspada terhadap batuk, pilek, dan penurunan daya tahan tubuh.
Pakar mengingatkan terlalu sering memantau data kesehatan melalui smartwatch dapat memicu kecemasan dan berdampak pada kesehatan mental.
Vietnam mulai membatasi sepeda motor bensin di pusat Hanoi melalui zona rendah emisi yang diterapkan bertahap hingga 2028.
Alessandro Bastoni menjadi subjek penyelidikan kejaksaan Milan dalam kasus dugaan prostitusi anak di bawah umur yang masih terus didalami.
Kemensos dan Sari Roti memberdayakan 417 penerima PKH di DIY dan Jateng menjadi penjual roti melalui program pelatihan dan pendampingan.