Hadapi Kekeringan, Pemkab Sleman Siapkan Anggaran dan Dropping Air
Pemkab Sleman menyiapkan anggaran dan memantau pasokan air di 17 kapanewon untuk menghadapi potensi kekeringan musim kemarau.
Polisi mendatangi lokasi penemuan bayi di Ngemplak pada Minggu (26/10/2025)./Istimewa -- Polresta Sleman
Harianjogja.com, SLEMAN—Bayi laki-laki ditemukan dalam sebuah kardus yang diletakkan di teras rumah warga di Ngemplak. Di dalam kardus, ditemukan secarik kertas berisi nama sang bayi beserta surat permohonan maaf dari orang tua.
Kasi Humas Polresta Sleman, AKP Salamun menerangkan Polresta Sleman melalui Polsek Ngemplak menangani kasus penemuan seorang bayi laki-laki di Dusun Sawahan Lor, Kalurahan Wedomartani, Kapanewon Ngemplak, Sleman. Bayi tersebut ditemukan pada Minggu (26/10/2025) sekira pukul 05.30 WIB.
Bayi berjenis kelamin laki-laki tersebut pertama kali ditemukan oleh warga setempat yang mendengar suara mencurigakan. Warga mendengar suara menyerupai tangisan anak kucing di sekitar teras rumahnya.
"Setelah dicek, saksi mendapati sebuah kardus di atas kursi kayu yang ternyata berisi seorang bayi dengan penutup kepala berwarna putih," kata Salamun.
Saksi kemudian menghubungi warga sekitar untuk meminta bantuan. Tak lama kemudian, bidan desa juga datang ke lokasi bersama Babinkamtibmas Wedomartani. Temuan ini kemudian dilaporkan ke Polsek Ngemplak.
Mendapati laporan tersebut, petugas mendatangi lokasi penemuan bagi. Petugas kepolisian kemudian mengamankan lokasi dengan memasang police line dan membawa bayi tersebut ke RS Bhayangkara Polda DIY untuk mendapatkan pemeriksaan medis.
Di dalam kardus, petugas juga menemukan sejumlah barang. Beberapa barang yang ditemukan berupa kertas bertuliskan nama bayi yang ditemukan bersama surat permohonan maaf dari orang tua bayi
"Di dalam kardus, petugas juga menemukan beberapa barang, antara lain selembar kertas bertuliskan nama bayi. Surat dari orang tua bayi yang berisi permohonan maaf serta alasan menitipkan anak karena kesulitan ekonomi," ucapnya.
Selain surat tersebut, ditemukan pula sebuah popok dan satu kaleng susu dengan bekas tulisan dihapus. Sementara itu hasil pemeriksaan tim medis, bekas tali pusar bayi telah mengering. Bayi yang ditemukan memiliki berat 2,2 kilogram dan panjang 46 senti.
Salamun menambahkan menurut pemeriksaan tim medis, kondisi bayi tampak kuning diduga karena kekurangan asupan ASI. Namun secara umum kondisi bayi sehat dan stabilm
"Hasil pemeriksaan tim medis RS Bhayangkara menyebutkan bahwa tali pusar bayi telah kering dengan berat badan 2,2 kilogram dan panjang 46 sentimeter. Kondisi bayi tampak kuning, diduga karena kurang asupan ASI, namun secara umum dalam keadaan sehat dan stabil," ujarnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Pemkab Sleman menyiapkan anggaran dan memantau pasokan air di 17 kapanewon untuk menghadapi potensi kekeringan musim kemarau.
Menteri PU Dody Hanggodo menegaskan jalan tol harus membuka akses ke pusat ekonomi untuk mendorong investasi dan pertumbuhan.
Pemkab Gunungkidul merehabilitasi tiga pasar tradisional pada 2026. Perbaikan Pasar Wotgaleh, Karangijo, dan Ngrancah terkendala anggaran.
Donald Trump kembali mengancam Iran dengan operasi militer jika diplomasi nuklir gagal. Simak 4 ancaman terbaru Trump dan dampaknya bagi Selat Hormuz.
Pemkab Sleman bersama Forum TJSP menyalurkan bantuan Rp6,7 miliar melalui Gebyar TJSP Merdeka 2026 untuk beasiswa, sembako, modal usaha, bantuan disabilitas
Menteri Hukum Supratman Andi Agtas menyebut koruptor dapat dijatuhi hukuman mati sesuai ketentuan hukum yang berlaku di Indonesia.