Sekolah Khusus Olahraga DIY Ditargetkan Berdiri 2028, DED Rampung 2027
DPRD DIY mendorong DED sekolah khusus olahraga disiapkan pada 2027 agar target pendirian pada 2028 sesuai Perda Olahraga DIY tercapai.
Wali Kota Jogja, Hasto Wardoyo (bertopi) saat meninjau rumah tak layak huni di Prawirodirjan, Gondomanan, pada Minggu (26/10/2025). - Ist/ Dok. Pemkot Jogja
Harianjogja.com, JOGJA—Pemkot Jogja kembali melanjutkan program bedah rumah pada Rumah Tidak Layak Huni (RTLH). Dua rumah tak layak huni di wilayah Gondomanan dan Gedongtengen menjadi sasaran kegiatan sosial tersebut pada Minggu (26/10/2025) pagi.
Dua penerima bantuan yakni Eny Widiastuty, warga Kampung Prawirodirjan, Kelurahan Prawirodirjan, Kemantren Gondomanan, serta Arif Iswandono, warga Kampung Jlagran, Kelurahan Pringgokusuman, Kemantren Gedongtengen.
Keduanya memperoleh bantuan program Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) yang disalurkan oleh BPD DIY dengan nilai masing-masing Rp20 juta. Selain itu, Wali Kota Hasto juga menambahkan bantuan pribadi sebesar Rp2 juta.
“Alhamdulillah hari ini kita bisa membantu dua keluarga. Kondisi rumah Bu Eni sudah sangat rusak, atapnya bocor di banyak tempat hingga membuat penghuni stres karena air selalu masuk,” ujar Hasto usai meninjau lokasi.
Ia menuturkan, keluarga penerima bantuan memang tergolong kurang mampu. Salah satu anak bahkan sempat berhenti sekolah sebelum akhirnya mengikuti program kejar paket.
“Kalau tidak dibantu bersama-sama, sulit sekali. Syukurlah semua pihak ikut terlibat, mulai dari TNI, Polri, sampai masyarakat sekitar,” tambahnya.
Hasto menegaskan bahwa kegiatan bedah rumah ini merupakan bentuk kepedulian pemerintah agar tidak ada warga yang tinggal di tempat yang tidak layak.
“Dikumpulkan sedikit demi sedikit, akhirnya bisa terlaksana. Alhamdulillah menjelang akhir tahun ini banyak yang tergerak membantu. Kami memang kewalahan, tapi itu justru kami syukuri,” ucapnya.
Salah satu penerima bantuan, Arif Iswandono, mengaku sangat bersyukur atas dukungan tersebut. Rumahnya yang berukuran sekitar 6x11 meter akan diperbaiki pada bagian atap dan lantai yang telah rusak parah.
“Yang mau diperbaiki itu atap sama lantai. Pengajuan dari kelurahan, lalu diteruskan ke atas, dan tidak lama bantuan turun, Alhamdulillah,” katanya.
“Perasaannya tentu senang sekali. Kalau harus memperbaiki sendiri jelas tidak sanggup. Tapi dengan bantuan ini, rumah kami akhirnya bisa layak ditempati. Terima kasih,” lanjutnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
DPRD DIY mendorong DED sekolah khusus olahraga disiapkan pada 2027 agar target pendirian pada 2028 sesuai Perda Olahraga DIY tercapai.
DPRD Gunungkidul mendorong tambahan Rp400 juta untuk dropping air karena alokasi 3.000 tangki diperkirakan habis sebelum kekeringan berakhir.
Pemerintah menyiapkan tanda kehormatan HUT ke-81 RI. Sejumlah menteri masuk daftar calon penerima, termasuk individu berprestasi di bidang teknologi.
PLN UID Yogyakarta menargetkan penambahan 26 SPKLU di DIY hingga akhir 2026. Saat ini sudah ada 33 unit yang terbangun.
Kubu Febrie Adriansyah buka suara soal kematian Sutrimo. Keluarga menyebut almarhum telah lama mengidap diabetes.
Lakon Tatu membawa kisah cinta, kesetiaan, dan luka pasca-Perjanjian Giyanti hingga mengantar Sleman meraih Penyaji Terbaik I.