Penumpang KA Bandara YIA Tembus 4,7 Juta, Selalu Naik Tiap Tahun
KA Bandara YIA telah melayani 4,7 juta penumpang sejak 2022, dengan jumlah pengguna terus meningkat hingga September 2026.
Festival lampion - Foto dibuat oleh AI/StockCake
Harianjogja.com, JOGJA—Dinas Pariwisata (Dinpar) DIY menyatakan bahwa kejadian lampion yang bertebaran pada Festival Lampion di Pantai Goa Cemara, Bantul, pada Sabtu (26/10/2025), telah diantisipasi oleh panitia penyelenggara.
Kepala Dinas Pariwisata DIY, Imam Pratanadi, menjelaskan bahwa berdasarkan laporan dari Dinas Pariwisata Bantul, tidak ada insiden kebakaran maupun bencana lain yang terjadi selama kegiatan berlangsung.
“Berdasarkan laporan dari Kadispar Bantul, sampai acara selesai tidak ada kejadian kebakaran atau bencana apa pun. Sesuai dengan mitigasi risiko yang dilakukan saat perencanaan kegiatan, panitia sudah menyiapkan personel untuk mengantisipasi risiko lampion yang gagal terbang,” ujarnya, Selasa (28/10/2025).
Dia menambahkan, panitia juga telah bekerja sama dengan BPBD Bantul dengan menyiapkan kendaraan pemadam kebakaran di lokasi acara. Selain itu, standar operasional prosedur (SOP) dan mekanisme penerbangan lampion juga telah disosialisasikan secara berulang kepada peserta sebelum kegiatan berlangsung melalui media sosial dan ketika kegiatan berlangsung.
“Intinya, hal-hal yang berpotensi menimbulkan risiko telah diantisipasi dengan baik oleh panitia. Tentunya harapan kita bersama agar penyelenggaraan Festival Lampion tahun mendatang dapat lebih menyempurnakan SOP penanganan risiko,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
KA Bandara YIA telah melayani 4,7 juta penumpang sejak 2022, dengan jumlah pengguna terus meningkat hingga September 2026.
Nguyen Xuan Son cedera hamstring dan absen 4-6 pekan. Striker Vietnam itu harus mundur dari FIFA ASEAN Cup 2026
Cek harga emas Antam, Galeri24 dan UBS di Pegadaian beserta harga buyback dalam berbagai ukuran, dari 0,5 gram hingga 1.000 gram.
Kata oke ternyata punya sejarah sejak 1839. Istilah OK pertama kali tercatat di Boston Morning Post sebagai singkatan jenaka.
AI mengubah pendidikan tinggi Tiongkok. Ribuan jurusan ditutup atau ditunda, sementara kampus membuka program chip, robotika, dan AI.
Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Magelang secara resmi meluncurkan perluasan gerakan “Blonjo Warung Tonggo”.