Kasus Daycare Jogja, Sultan HB X: Harapannya Ini Pertama dan Terakhir
Sultan HB X soroti kasus Little Aresha, tegaskan nol toleransi kekerasan dan dukung proses hukum di DIY.
Warga memotong pohon tumbang yang melintang di tengah jalan sebagai dampak hujan deras dan angin kencang. /Istimewa.
Harianjogja.com, JOGJA—Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DIY mengusulkan status siaga darurat bencana hidrometeorologi. Saat ini Surat Keputusan (SK) Siaga Darurat masih berproses di Biro Hukum DIY.
Kepala Pelaksana BPBD DIY, Noviar Rahmad, memastikan telah mengusulkan status Siaga darurat bencana hidrometeorologi ke Biro Hukum DIY. “Biro Hukum sekarang masih memproses untuk penerbitan SK Siaga Daruratnya,” ujarnya, Rabu (29/10/2025).
Adapun potensi kerawanan bencana hidrometeorologi pada dasarian ke 3 Oktober hingga Desember 2025 di antaranya hujan sedang sampai sangat lebat. “Potensinya tentu saja cuaca ekstrem, kemudian juga longsor, terus juga banjir,” ungkapnya.
Beberapa potensi bencana ini juga akan diikuti oleh potensi turunannya seperti pohon tumbang. “Kalau potensi bencana longsor memang Kulon Progo yang paling tinggi. Tapi tidak menutup kemungkinan juga itu terjadi di pinggir-pinggir sungai, baik itu wilayah perkotaan maupun juga di daerah Sleman, daerah Bantul, maupun Gunungkidul. Semuanya mempunyai potensi,” katanya.
Ia memastikan kesiapan BPBD DIY dalam penanganan bencana akhir tahun ini. Terkait pendanaan juga menurutnya masih aman walau ada efisiensi. “Karena kalau untuk khusus BPBD apabila terjadi bencana itu kan kita sudah punya dana BTT [Belanja Tak Terduga]. Bisa diakses sewaktu-waktu ketika terjadi bencana,” katanya.
Untuk dapat mengakses BTT tersebut, maka diperlukan penetapan status Siaga Darurat. Ia mencontohkan penggunaan BTT bisa untuk membeli bronjong ketika terjadi bencana longsor. “Nanti kalau misalnya terjadi bencana, maka kita akses dana BTT untuk membelikan bronjong,” kata dia.
Di luar BTT, BPBD DIY pada 2026 juga telah menganggarkan untuk pembelian sarana prasarana berupa alat-alat kerja bakti, kemudian juga tenda pengungsian juga, kemudian juga termasuk chainsaw dan lain-lain untuk 15 kalurahan.
Pemberian alat-alat ini juga sudah terealisasikan di kalurahan-kalurahan lainnya pada 2025 dan thaun-tahun sebelumnya. “Jadi sebelum-sebelumnya ada, tidak hanya 15 ini. Setiap tahun itu ada kita berikan. Bentuknya peralatan,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sultan HB X soroti kasus Little Aresha, tegaskan nol toleransi kekerasan dan dukung proses hukum di DIY.
Jadwal KRL Jogja-Solo Minggu 27 September 2026 tersedia 15 perjalanan. Simak jadwal setiap stasiun dan tarif Rp8.000.
DPRD Gunungkidul menegaskan Perubahan APBD 2026 harus berorientasi pada manfaat nyata bagi masyarakat, bukan sekadar besarnya anggaran.
HP mulai bermasalah? Kenali tanda pada layar, baterai, dan suhu sebelum memutuskan mengganti perangkat.
Bangun siang bisa memengaruhi ritme sirkadian, jadwal tidur, konsentrasi, suasana hati, hingga rutinitas harian. Ini 13 dampaknya.
iPhone 18 Pro 1TB dan 2TB dilaporkan memakai QLC, sedangkan 256GB dan 512GB menggunakan TLC. Simak hasil uji performanya.