Manunggal Cup Jadi Pembibitan Atlet Voli Kulonprogo Menuju Porda
Manunggal Cup 2026 diikuti 36 tim Karang Taruna Kulonprogo dan diharapkan melahirkan bibit atlet voli menuju Porda DIY 2027.
Sejumlah penumpang berada di ruang tunggu Stasiun Wates Kulonprogo, Selasa (17/10/2023). KA Lodaya pada Selasa sore tertahan di Stasiun Wates akibat kereta anjlok. - Harian Jogja/Andreas Yuda Pramono
Harianjogja.com, KULONPROGO—Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kulonprogo terus mendoronya integrasi Stasiun Wates dengan sejumlah fasilitas publik di Wates. Pemkab melakukan kajian atas kebijakan tersebut dengan menggandeng Direktorat Jenderal Perkeretapian (DJKA) Kementerian Perhubungan (Kemenhub).
Selama ini akses pintu Stasiun Wates terbatas satu saja di sisi selatan, sehingga penumpang pejalan kaki yang ingin menuju Alun-alun Wates atau Kantor Pemkab Kulonprogo harus jalan memutar yang cukup jauh dan memakan waktu tidak sedikit.
Audiensi antara Pemkab Kulonprogo dan DJKA Kemenhub sudah dilakukan secara daring, Senin (3/11/2025). Sekretaris Daerah Kulonprogo, Triyono mengatakan, usulan akses pintu utara Stasiun Wates bertujuan agar langsung bisa mengakses Alun-Alun Wates tanpa perlu memutar jauh.
Harapannya penumpang kereta api (KA) yang turun di Stasiun Wates bisa lebih mudah ke Alun-Alun Wates agar menghidupkan ekonomi UMKM yang berada di Alwa. "Usulan kami direspon positif (DJKA Kemenhub) hanya memang dibutuhkan kajian-kajian yang lebih detail dan mendalam lagi," katanya kepada wartawan, Selasa (4/11/2025).
Usulan dibukanya pintu utara Stasiun Wates selain untuk mendorong pertumbuhan ekonomi sekaligus memperlancar mobilitas penumpang KA. Triyono menjelaskan, usulan tersebut tidak hanya inisiatif Pemkab Kulonprogo saja.
Melainkan juga telah dikoordinasikan dengan Pemda DIY.
Tentunya harapannya dari pertemuan Pemkab Kulonprogo dengan DJKA Kemenhub ini bisa menghasilkan persetujuan atas usulan dibukanya pintu utara Stasiun Wates. "Semoga membawa manfaat besar bagi pengembangan transportasi dan kesejahteraan masyarakat Kulonprogo," ucapnya.
Reaktivasi 2 Stasiun
Selain mengusulkan pintu utara Stasiun Wates. Pemkab Kulonprogo juga turut mengusulkan reaktivasi dua stasiun di wilayahnya. Triyono membenarkan, dalam usulan memang ada revitalisasi Stasiun Kedundang dan Stasiun Kalimenur.
"Yang Kedundang itu menjadi stasiun operasional penumpang tetapi itu sepertinya membutuhkan kajian yang lebih lama," ucapnya.
Sedangkan untuk Stasiun Kalimenur yang sudah tidak aktif membutuhkan kajian yang mendalam dan detail untuk dapat direaktivasi. Triyono menekankan bagi Pemkab Kulonprogo, yang terpenting itu Stasiun Wates dapat diterima usulannya.
Sehingga bisa ditindaklanjuti dengan secepatnya untuk akses pintu utara Stasiun Wates.
"Yang paling fokus dan utama itu Stasiun Wates untuk di Kedundang dan Kalimenur kalau direspon dengan baik alhamdulilah kalau pun tidak yang penting di Wates direalisasikan," tuturnya.
Alasan reaktivasi Stasiun Kedundang dan Kalimenur lantaran sudah adanya Yogyakarta Internasional Airport (YIA). Triyono mengakui, sekarang sudah ada kereta bandara sehingga reaktivasi Stasiun Kedundang bisa diakses warga terdekatnya untuk ke Jogja ataupun ke Bandara YIA.
Termasuk akan bisa dijadikan sasaran untuk kereta rel listrik (KRL) yang bisa menuju sampai Solo ataupun Kutoarjo. Sedangkan urgensi reaktivasi Stasiun Kalimenur untuk keperluan bongkar muat barang sasarannya bukan penumpang. "Tetapi sekali lagi kalau dari kami berharapnya untuk realisasi akses Stasiun Wates terlebih dahulu," ujarnya.
Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Riset dan Inovasi Daerah (Bapperida) Kulonprogo, Muh Aris Nugroho menilai, peningkatan jumlah pengguna Stasiun Wates sehingga dirasa perlu diimbangi dengan pengembangan fasilitas dan kawasan di sekitarnya. "Integrasi stasiun dengan Alun-Alun Wates yang menjadi ruang publik terpadu beserta dukungan area parkir dapat menjadi keunggulan nantinya," ujarnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Manunggal Cup 2026 diikuti 36 tim Karang Taruna Kulonprogo dan diharapkan melahirkan bibit atlet voli menuju Porda DIY 2027.
Jadwal SIM Kulonprogo hari ini, Selasa 29 September 2026, tersedia di MPP. Cek lokasi, jam layanan, syarat, dan ketentuan perpanjangan SIM.
John Herdman menyebut kartu merah Thom Haye saat Indonesia vs Malaysia menjadi pelajaran penting bagi skuad Garuda di FIFA ASEAN Cup 2026.
Jadwal SIM Keliling Bantul September 2026 lengkap dengan lokasi, jam pelayanan, serta syarat perpanjangan SIM A dan SIM C.
Basarnas mengerahkan seluruh unsur SAR di Kalteng mencari 64 korban KM Virgo Transport 8. Sebanyak 179 orang telah ditemukan.
Jadwal SIM Keliling Jogja Selasa 29 September 2026 tersedia di sejumlah lokasi. Cek jam layanan, syarat perpanjangan SIM A dan SIM C.