Vonis Korupsi Chromebook Kemendikbudristek, Negara Rugi Rp5,26 Triliun
Kasus korupsi Chromebook Kemendikbudristek 2019–2022 dinyatakan merugikan negara Rp5,26 triliun, termasuk dugaan mark-up pengadaan.
Foto ilustrasi pemilahan sampah botol plastik - Freepik
Harianjogja.com, JOGJA—Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Kota Jogja kembali menggelar Gerakan Reresik Sekolah untuk meningkatkan kepedulian pelajar terhadap kebersihan lingkungan belajar. Kegiatan tersebut dilakukan secara roadshow ke berbagai satuan pendidikan, mulai dari tingkat SD hingga SMA.
"Agenda ini akan menjadi sebuah panggung ekspresi bagi pelajar Jogja untuk menampilkan semua talenta di satuan pendidikan, serta untuk meningkatkan kepedulian terhadap lingkungan sekolah," kata Ketua Tim Kerja Pembinaan Kepemudaan Disdikpora Jogja Mugi Suyatno di Jogja, Kamis (6/11/2025).
Kegiatan yang digelar pada Sabtu (8/11/2025) tersebut dikemas dalam bentuk roadshow, yang tidak hanya digelar di satu tempat, namun juga di berbagai satuan pendidikan, mulai dari jenjang sekolah dasar (SD), sekolah menengah pertama (SMP), dan SMA Kota Jogja.
"Sebenarnya gerakan reresik sekolah ini sudah kami lembagakan sejak awal tahun 2022, saat Pemerintah Kota Jogja mencanangkan kegiatan Kampanye Gerakan Sampah Anorganik," katanya.
Dalam kampanye tersebut untuk semua jenjang pendidikan seperti TK, SD, SMP, SMA, SMK, MA di Kota Jogja harus menjalankan Gerakan Reresik Sekolah setiap Jumat Wage atau setelah hari Kamis Pon berdasarkan surat edaran Kepala Disdikpora Jogja.
Menurut dia, hal itulah yang melatar belakang dari Gerakan Pelajar Pemuda dan Gerakan Reresik Sekolah yang dikolaborasikan dengan Yayasan Kalam Kudus Jogja.
"Kami ingin kegiatan yang ada di Disdikpora khususnya di pengembangan kepemudaan menjadi kegiatan kolaboratif yang diikuti seluruh pelajar di satuan pendidikan agar memberikan kemanfaatan di aspek kebersihan lingkungan sekolah," katanya.
Menurut dia, agenda tersebut sejalan dengan arahan Wali Kota Jogja Hasto Wardoyo dan Wakil Walikota Jogja Wawan Hermawan, bahwa sampah sekolah harus selesai di sekolah.
"Salah satu agendanya yaitu membuat dan memaksimalkan fungsi biopori, untuk Yayasan Kalam Kudus juga sudah memiliki biopori yang berusia kurang lebih 10 tahunan dan masih konsisten,sehingga memiliki komitmen yang kuat tentang pengelolaan sampah," katanya.
Ketua Panitia Kalam Kudus Fair Novita Anggraeni mengatakan kegiatan tersebut diawali dengan sosialisasi Masyarakat Jogja Olah Sampah (Mas Jos) yang bekerja sama dengan Dinas Lingkungan Hidup (DLH), kemudian Gelar Pelajar Pemuda, lalu dilanjut dengan kegiatan reresik sekolah.
"Ini adalah aksi bersama untuk mengelola sampah sendiri guna menjaga kebersihan, kelestarian lingkungan sekolah, menumbuhkan kesadaran peduli lingkungan sejak dini, serta mewujudkan lingkungan belajar yang sehat dan nyaman," katanya.
Ketua Yayasan Kalam Kudus Cabang Jogja Kris Pujianto Halim berkomitmen untuk mengelola sampah-sampah di sekolah, sampah organik akan dikelola sendiri dan sampah non-organik akan disalurkan ke bank sampah.
"Jadi untuk sampah organik tentu akan kita kelola sendiri ya, salah satunya dengan biopori itu, kemudian untuk sampah non-organik akan kita salurkan ke bank sampah," katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Kasus korupsi Chromebook Kemendikbudristek 2019–2022 dinyatakan merugikan negara Rp5,26 triliun, termasuk dugaan mark-up pengadaan.
BGN akan menangguhkan SPPG tanpa Sertifikat Laik Higiene dan Sanitasi. Kebijakan ini demi menjaga kualitas Program Makan Bergizi Gratis.
Serangan Israel ke Lebanon kembali meningkat. Puluhan wilayah dihantam, korban tewas bertambah. Simak perkembangan terbaru konflik Timur Tengah.
Kesbangpol DIY menyelenggarakan pendidikan politik perempuan di Wates, Kabupaten Kulonprogo, Rabu (13/5/2026). Pendidikan ini ditujukan untuk mendorong kaum Haw
Prabowo ungkap Rp49 triliun uang tak terurus di bank akan masuk negara. Dana diduga terkait koruptor dan siap dimanfaatkan untuk rakyat.
Komet C/2025 R3 PANSTARRS muncul di 2026 dan tak kembali selama 170.000 tahun. Fenomena langka yang simpan sejarah Tata Surya.