Fiskal DIY Masih Aman, Nuryadi: Jakarta Sering Ada Kejutan
Ketua DPRD DIY, Nuryadi menyebut kondisi fiskal DIY masih aman hingga akhir 2026 meski pemerintah daerah harus terus menyesuaikan diri dengan kebijakan pemerint
Foto ilustrasi Depo Sampah Mandala Krida ditutup, Minggu (21/4/2024) - Harian Jogja/dok Harian J ogja
Harianjogja.com, JOGJA—Kelurahan Semaki mengintensifkan gerakan pemilahan sampah rumah tangga untuk menekan volume sampah yang dikirim ke Depo Mandala Krida dan membangun kebiasaan kelola sampah dari sumber.
Langkah ini diharapkan mampu menumbuhkan kesadaran masyarakat untuk berperan aktif menjaga kebersihan lingkungan.
Lurah Semaki, Markhistun Nadhihroh, menuturkan banyak sampah yang menumpuk di Depo Mandala Krida merupakan sampah seperti plastik, tisu, puntung rokok, pembalut, dan popok yang sulit terurai serta tidak bisa didaur ulang. Karena itu, pemilahan sampah dari sumbernya menjadi kunci untuk menekan beban depo.
“Masyarakat dan transporter bisa lebih aktif membedakan antara sampah organik dan residu. Sampah organik seperti sisa makanan dan dedaunan bisa diolah menjadi kompos, sementara sampah residu dikirim ke depo dalam jumlah yang lebih sedikit. Dengan cara ini, pengelolaan sampah menjadi lebih efisien dan ramah lingkungan,” jelasnya, Selasa (11/11/2025).
Markhistun menegaskan pentingnya kesadaran kolektif seluruh elemen masyarakat. Pengelolaan sampah bukan hanya urusan petugas, tetapi tanggung jawab bersama agar lingkungan tetap bersih dan sehat. Ia berharap upaya tersebut dapat menjadikan Semaki sebagai wilayah percontohan pengelolaan sampah terpadu di Jogja.
Sebagai bentuk dukungan terhadap gerakan kebersihan lingkungan, Pemerintah Kelurahan Semaki juga menyalurkan hibah gerobak sampah kepada sepuluh ketua RW di wilayah tersebut. Fasilitas ini diharapkan memperlancar kegiatan pengumpulan dan pengangkutan sampah di tiap RW.
Pihaknya mengajak seluruh pengurus RW untuk memanfaatkan gerobak tersebut secara optimal dalam mendukung sistem kebersihan berbasis komunitas.
Ia menilai kehadiran gerobak ini bukan sekadar bantuan alat, tetapi juga simbol semangat gotong royong antarwarga untuk menciptakan lingkungan yang bersih, sehat, dan nyaman. Semangat kebersamaan, katanya, menjadi fondasi utama agar pengelolaan sampah di Semaki berjalan berkelanjutan.
Dengan penerapan pemilahan sampah sejak dari sumber dan dukungan sarana pengangkutan yang memadai, Kelurahan Semaki menargetkan pengurangan signifikan volume sampah yang masuk ke depo. Pihaknya optimistis langkah-langkah tersebut dapat membentuk budaya baru dalam pengelolaan sampah di tingkat masyarakat.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Ketua DPRD DIY, Nuryadi menyebut kondisi fiskal DIY masih aman hingga akhir 2026 meski pemerintah daerah harus terus menyesuaikan diri dengan kebijakan pemerint
Trump mempercepat kepulangan dari Camp David di tengah peringatan perjalanan AS terkait meningkatnya ketegangan di Timur Tengah.
Dosen Unisa mengembangkan kombinasi Metcovazin dan stimulasi listrik untuk mempercepat penyembuhan luka diabetes melalui penelitian praklinis.
Marc Klok menegaskan Persib datang ke Jepara untuk menang saat menghadapi Persijap pada pekan ketiga BRI Super League 2026/27.
Basarnas menyiapkan 12 penyelam terbaik untuk operasi bawah laut mencari korban KM Virgo Transport 8 pada hari kedelapan.
BPBD Bantul merencanakan pembangunan sumur bor sebagai solusi jangka panjang mengatasi kekeringan dengan menggandeng BNPB dan mitra CSR.