KONI DIY Bangun Simpalawa, Data Atlet Kini Serba Digital
KONI DIY mengembangkan aplikasi Simpalawa untuk pengelolaan data atlet, pelatih, dan wasit berbasis digital di DIY.
Gumuk Pasir Parangtritis - Antara
Harianjogja.com, BANTUL—Dinas Pariwisata (Dispar) Kabupaten Bantul menyebut proses penataan kawasan pantai selatan wilayahnya terus dilakukan seiring dengan perkembangan infrastruktur di kawasan itu. Kehadiran Jembatan Kabanaran dan juga Kelok 23 dinilai harus diikuti pula dengan peningkatan aspek kenyamanan bagi pengunjung ke wilayah itu.
Kepala Bidang Pengembangan Destinasi Pariwisata Dispar Bantul, Yuli Hernadi menjelaskan untuk tahap awal pihaknya sudah melakukan sejumlah kebijakan untuk menata kawasan selatan Bantul. Selain rencana pemindahan rute jeep wisata, belum lama ini jawatan itu juga telah membersihkan sejumlah lapak di sisi selatan Pantai Parangtritis.
Menurut Yuli, penataan dilakukan secara bertahap dengan melibatkan seluruh paguyuban pelaku usaha di kawasan pantai. Mulai dari warung makan, penyedia jasa jeep wisata, ATV, bendi dan kuda, hingga paguyuban penyedia payung pantai.
“Kami tata sedikit demi sedikit agar tidak terkesan kumuh. Mulai dari lapak pedagang, warung, jeep, ATV sampai paguyuban payung. Tujuannya agar suasana pantai lebih nyaman bagi wisatawan,” ujar Yuli, Kamis (20/11/2025).
Salah satu penataan utama adalah pengaturan jalur dan posisi layanan wisata. Payung-payung pantai nantinya akan ditata per blok, masing-masing delapan unit dalam satu deret, dengan memberikan ruang jalan yang cukup lebar menuju bibir pantai.
Adapun area basah atau zona dekat ombak akan dibagi secara jelas berdasarkan aktivitas, bendi dan kuda di bagian depan, payung di tengah, serta jeep di bagian paling belakang. Seluruh kendaraan wisata pun diwajibkan beroperasi dengan kecepatan rendah demi keselamatan pengunjung.
“Yang berdagang di selatan paving block Pantai Parangtritis itu bisa tetap berjualan dengan cara menggelar tikar, tetapi area selatan khusus payung tidak boleh dipakai berjualan. Tidak boleh ada meja, lincak, atau bangunan tambahan,” jelas Yuli.
Dispar Bantul juga telah membersihkan sejumlah lapak dan bangunan liar yang dinilai mengganggu estetika pantai. Setelah tahap pembersihan dan penomoran payung selesai, fokus selanjutnya adalah menjaga penataan agar tidak kembali semrawut. Meski begitu, Yuli mengakui masih ada tantangan lain yang belum sepenuhnya tertib, yakni kolam renang anak dan wahana permainan di kawasan pantai itu.
“Di area itu masih ada kolam renang dan beberapa fasilitas lain yang belum bisa kami tertibkan sepenuhnya,” ujarnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
KONI DIY mengembangkan aplikasi Simpalawa untuk pengelolaan data atlet, pelatih, dan wasit berbasis digital di DIY.
Kasus istri gorok leher suami di Bantul terungkap. Dipicu perselingkuhan dari chat WhatsApp, pelaku terancam 10 tahun penjara.
Transformasi ekonomi di DIY dan Jawa Tengah dinilai tidak sepenuhnya menggeser akar budaya lokal.
Jelang Iduladha 2026, Dispertapang Kulonprogo perketat pengawasan hewan kurban. PMK nol kasus, namun ancaman penyakit lain tetap diwaspadai.
PN Tipikor Bengkulu vonis bebas 4 terdakwa kasus korupsi lahan tol. Hakim sebut tidak ada unsur melawan hukum.
Simak jadwal lengkap SPMB SMA/SMK DIY 2026, kuota jalur, hingga tahapan pendaftaran. Pastikan tidak terlewat!