Pria Bantul Bakar Rumah Orang Tua Gara-gara Tak Diberi Rp15 Juta
Pria berinisial MN diduga membakar kamar rumah orang tuanya di Kasihan, Bantul, usai permintaan uang Rp15 juta tak terpenuhi. Polisi menyelidiki kasus ini.
Foto ilustrasi impor dan eksport. - Freepik
Harianjogja.com, BANTUL—Dinas Koperasi, UKM, Perindustrian dan Perdagangan (DKUKMPP) Bantu menyiapkan strategi untuk memperkuat performa ekspor di wilayahnya. Salah satu langkah yang mulai digodok yaitu mendorong ratusan pelaku ekspor Bantul agar dapat masuk ke platform marketplace internasional.
Kepala Bidang Pengembangan Perdagangan DKUKMPP Bantul, Tutik Lestariningsih mengaku sedang mengkaji kemungkinan masuknya pelaku ekspor wilayahnya ke platform marketplace internasional untuk mendongkrak penjualan. Hal itu untuk merespons dinamika global, termasuk kebijakan tarif dan standar ketat dari Amerika Serikat yang selama ini menjadi pasar utama komoditas Bantul.
Menurutnya, kondisi ini menuntut strategi pemasaran yang lebih adaptif. Marketplace internasional dinilai sebagai pintu masuk yang lebih murah dan efektif dibanding ekspor konvensional yang membutuhkan biaya besar untuk penetrasi pasar langsung ke luar negeri.
“Marketplace internasional lebih prospektif, sebab pelaku ekspor bisa menjangkau pasar global tanpa biaya eksplorasi negara tujuan yang tinggi,” ujarnya, Sabtu (22/11/2025).
Bantul saat ini mencatat sekitar 257 pelaku ekspor, dengan dominasi produk garmen dan furnitur. Meski pasar Amerika dan Jerman masih mendominasi tujuan ekspor, kebijakan baru dari AS disebut memberi pengaruh terhadap kelancaran pengiriman.
"Perlu diketahui bahwa rencana kerja sama dengan marketplace global ini masih bersifat wacana. Namun hal itu tetap menjadi salah satu prioritas kami untuk pengembangan ekspor ke depan," katanya.
Kepala DKUKMPP Bantul, Prapta Nugraha menambahkan saat ini dinas menginventarisasi sejumlah kendala yang dihadapi pelaku ekspor, mulai dari isu perpajakan hingga persoalan teknis lainnya. "Untuk persoalan teknis itu bisa kami dikoordinasikan lintas OPD, sementara yang kewenangan pusat dan Pemda juga akan kami konsultasikan," ucapnya.
Menurut Prapta, secara umum, nilai ekspor Bantul tidak mengalami penurunan yang terlalu signifikan. Namun strategi pembukaan pasar baru dinilai penting untuk menjaga stabilitas ekspor di tengah perubahan kebijakan global.
“Intinya bagaimana kami bisa mendukung pelaku ekspor dengan strategi yang relevan, termasuk membuka cara-cara baru untuk menjangkau pasar luar negeri,” kata dia.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Pria berinisial MN diduga membakar kamar rumah orang tuanya di Kasihan, Bantul, usai permintaan uang Rp15 juta tak terpenuhi. Polisi menyelidiki kasus ini.
KPK menahan anggota DPRD Jatim Moch Mahrus terkait dugaan suap dana hibah pokmas kepada Anwar Sadad.
PSIM Jogja masih mengevaluasi masa depan Nermin Haljeta jelang Super League 2026/2027, sementara Franco Ramos dipastikan bertahan.
BBPOM Yogyakarta mempercepat penerbitan NIE bagi UMKM pangan olahan agar produk lokal Jogja aman, bermutu, dan mampu bersaing.
Wapres Gibran bertemu Hun Many membahas reformasi birokrasi, olahraga, serta penanganan TPPO terkait penipuan daring.
Menteri PKP Maruarar Sirait optimistis target penyaluran 350.000 rumah subsidi FLPP pada 2026 tercapai. Realisasi hingga Juli telah melampaui 111.000 unit.