Advertisement
Tegaskan Batik sebagai Karya Seni, Afif Syakur Pamerkan Batik 3 Negeri
Salah satu seniman batik sekaligus desainer kenamaan asal Jogja Afif Syakur (paling kanan) akan menggelar pameran dan peluncuran buku bertajuk Batikku 3 Negeri di Gedung Pusat Desain Industri (PDIN) Kota Jogja pada Minggu (2/11/2025) hingga Jumat (7/11/2025). - Istimewa.
Advertisement
Harianjogja.com, JOGJA—Salah satu seniman batik sekaligus desainer kenamaan asal Jogja Afif Syakur akan menggelar pameran dan peluncuran buku bertajuk Batikku 3 Negeri di Gedung Pusat Desain Industri (PDIN) Kota Jogja pada Minggu (2/11/2025) hingga Jumat (7/11/2025).
Melalui pameran tersebut, Afif ingin menegaskan bahwa batik bukan sekadar kerajinan tangan dan produk dagang, melaikan karya seni yang bernilai tinggi.
Advertisement
Lewat pameran ini Afif Syakur akan membawa sebanyak 25 lembar batik karyanya. Adapun batik-batik tersebut dibuat dengan tangan dingin Afif dengan konsep teknik pembatikan 3 negeri. Di mana konsep batik tulis bikin melalui proses pewarnaan dari tiga daerah yang berbeda. Meski demikian Afif Syakur belum berencana untuk mematenkan karya-karya tersebut ke HAKI.
"Saya melihat bahwa batik ini karya seni, bagian dari komunitas budaya, daur hidup, sehingga yang penting ruhnya. Kalau soal Haki, kita lihat Malaysia, dia mengklaim memiliki batik, tetapi ketika dunia ke Malaysia untuk melihat batik, tidak mendapatkan ruhnya. Meski misalnya kita belum nyantol ke Haki tetapi ruhnya sudah ada," kata Afif, Jumat (30/11/2025).
BACA JUGA
Melalui pameran tersebut Afif sekaligus ingin memberikan edukasi keda masyarakat terkait batik kepada pengunjung dan para pelaku UMKM Batik. Selain itu menghidupkan kembali budaya batik tempo dulu dan mengkolaborasikan dengan konsep dan metode saat ini.
"Harapannya batik bisa naik kelas, tidak hanya sebagai produk dagang tetapi diapresiasi sebagai karya seni yang bernilai tinggi," kata pria yang fokus mengamati batik di pelosok tanah air selama 26 tahun ini.
Afif mengaku karya batik 3 negeri tersebut merupakan pencapaian tersendiri. Karena batik tersebut melalui proses produksi yang panjang dan memakan waktu lama. Melalui pencapaian tersebut, ia ingin berbagi kepada masyarakat dan para UKM Batik lainnya.
"Mari kita gali kekayaan para pendahulu, eksplorasi konsep mereka, elaborasi dengan ide kekinian untuk menciptakan karya baru, sehingga batik tidak hanya tentang masa lalu tetapi juga masa kini," katanya.
Afif Syakur dikenal sebagai perancang sekaligus seniman batik yang konsisten memberikan kontribusi bagi perkembangan batik di tanah air dilihat dari keindahan hasil karyanya. Hal ini dapat terlihat dari aktifitasnya sebagai Penasehat Asosiasi Perancang Pengusaha Mode Indonesia (APPMI) Yogyakarta yang sekarang telah berganti menjadi Indonesia Fashion Chamber ( IFC ). Selain itu menjadi ketua Paguyuban Pecinta Batik Indonesia Sekarjagad serta Pengurus Yayasan Batik Indonesia.
"Bagi saya batik adalah roda kehidupan bangsa Indonesia yang perlu dilestarikan dan memerlukan inovasi sebagai syarat keabadian budaya batik," ucapnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Berita Lainnya
Berita Pilihan
Advertisement
Advertisement
Thailand Bakal Hapus Bebas Visa, Turis Wajib Verifikasi Saldo Keuangan
Advertisement
Berita Populer
- Aksi Celurit Berujung Kecelakaan di Moyudan, Satu Remaja Diamankan
- FIB UGM Tegas, Tak Bela Dosen Terkait Kasus Daycare Little Aresha
- Jogja Jadi Panggung Hiburan Sepanjang Mei! Ini Daftarnya
- Seorang Remaja Hanyut di Sungai Progo, Pencarian Masih Berlangsung
- Jadwal KA Bandara YIA, Jumat 1 Mei 2026, Paling Pagi Pukul 04.20 WIB
Advertisement
Advertisement








