Kasus Kebakaran di Bantul Melonjak, Karhutla Mendominasi selama September
Kasus kebakaran di Bantul mencapai 326 kejadian hingga 21 September 2026. Karhutla melonjak dan menjadi pemicu utama kenaikan kasus.
Salah satu pedagang sembako di Pasar Beringharjo - Harian Jogja.
Harianjogja.com, BANTUL - Harga sejumlah bahan pokok di Kabupaten Bantul tercatat stabil menjelang memasuki masa akhir tahun. Berdasarkan pemantauan dari Sistem Informasi Harga Pangan DKUKMPP Bantul selama sepekan terakhir, 22–29 November mayoritas harga bahan pokok tidak mengalami kenaikan yang signifikan.
Sebagian komoditas yang mengalami kenaikan, harganya masih dinilai dalam batas aman. Misalnya ayam ras yang naik dari Rp35.667 menjadi Rp36.500 per kilogram. Cabai rawit merah naik cukup tajam dari Rp39.333 menjadi Rp47.250 per kilogram, sementara bawang merah turut merangkak dari Rp40.000 menjadi Rp44.500 per kilogram. Di sisi lain, telur ayam negeri justru turun dari Rp28.333 menjadi Rp27.750 per kilogram.
Dari sisi ketersediaan, stok pangan di lima pasar tradisional yakni Pasar Bantul, Imogiri, Niten, Piyungan, dan Pijenan masih mencukupi. Tercatat beras premium tersedia sebanyak 21.550 kilogram, minyak goreng premium 1.743 liter, serta ayam ras 923 kilogram.
Kepala DKUKMPP Bantul, Prapta Nugraha menyampaikan bahwa kondisi harga menjelang akhir tahun masih terkendali di wilayahnya. “Pantauan kami di pasar belum ada kenaikan signifikan, kecuali beberapa komoditas. Yang lain relatif stabil,” ujarnya, Sabtu (29/11/2025).
Terkait potensi operasi pasar menjelang Natal dan Tahun Baru, Prapta menyebut langkah tersebut bersifat situasional. Operasi pasar sudah dilakukan pihaknya di Kapanewon Dlingo beberapa waktu lalu. “Kami akan lihat perkembangan. Kalau nanti ada pergerakan harga yang cukup signifikan, kami akan koordinasi dengan DIY, apabila masih ada anggaran untuk itu,” katanya.
Ia menambahkan masyarakat dapat memantau langsung perkembangan harga di pasar-pasar tradisional. Menurutnya, hingga saat ini situasi pasokan dan pergerakan harga masih tergolong aman.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Kasus kebakaran di Bantul mencapai 326 kejadian hingga 21 September 2026. Karhutla melonjak dan menjadi pemicu utama kenaikan kasus.
Kuota LPG 3 kg 2027 dipangkas menjadi 8 juta ton. Pemerintah menyiapkan CNG, jargas, dan kompor listrik sebagai energi alternatif.
DPRD Kota Jogja mendorong pencegahan korupsi melalui penguatan sistem, tata kelola transparan, akuntabel, dan budaya integritas.
Polri menetapkan 196 tersangka dari 245 laporan karhutla hingga 28 September 2026. Kasus yang melibatkan korporasi juga terus didalami.
Bulog memastikan Beras Kita Premium dapat digunakan untuk kebutuhan MBG sesuai arahan pemerintah, sementara beras fortifikasi bukan pengganti beras premium.
Penempatan lintas daerah manajer KDKMP dilakukan untuk pemerataan SDM. Status tetap berlaku dan lokasi bisa disesuaikan dengan domisili.