Kasus Temuan 11 Bayi di Pakem Sleman, Polisi Periksa Bidan
Polresta Sleman masih melakukan analisa dan evaluasi terkait evakuasi 11 bayi dari rumah penitipan di Pakem, Sleman.
Suasana wisuda peserta Sekolah Lansia pada Senin (1/12/2025) di Prima SR Hotel & Convention Sleman./Istimewa -- Bagian Protokol dan Komunikasi Pimpinan Setda Sleman
Harianjogja.com, SLEMAN—Sebanyak 474 peserta Sekolah Lansia di Sleman diwisuda pada Senin (1/12/2025) di Prima SR Hotel & Convention. Para lulusan diharapkan dapat menjalani masa tua yang sehat, mandiri, produktif dan bermartabat.
Wakil Bupati Sleman, Danang Maharsa, yang hadir dalam kegiatan tersebut mengatakan keberadaan Sekolah Lansia menjadi bukti bahwa proses belajar tak mengenal batas usia. Menurutnya, para lansia yang dengan tekun menimba ilmu menunjukkan semangat untuk terus berkembang dan berdaya.
“Sekolah Lansia menjadi wujud nyata bahwa proses belajar tidak mengenal usia. Bahwa di usia berapa pun, manusia tetap memiliki hak untuk berkembang, berdaya dan berkontribusi bagi keluarga serta masyarakat,” ujar Danang.
Total lulusan terdiri atas 256 wisudawan Standar 1 (S1) dan 218 wisudawan Standar 2 (S2). Danang mengapresiasi ketekunan para peserta yang telah menyelesaikan seluruh rangkaian pembelajaran.
Ia juga menyambut baik sinergi antara BKKBN DIY dan Pemkab Sleman dalam penyelenggaraan Sekolah Lansia. Keberadaan program ini diharapkan dapat membantu lansia Sleman menikmati masa tua yang SMART—Sehat, Mandiri, Aktif, Produktif dan Bermartabat. Ke depan, Pemkab Sleman berkomitmen memperluas jangkauan Sekolah Lansia, meningkatkan kualitas kurikulum, serta memastikan keberlanjutan program.
“Kami ingin lebih banyak dusun, lebih banyak kalurahan, lebih banyak keluarga yang mendapatkan manfaat nyata dari program ini,” tegasnya.
Kepala Dinas P3AP2KB Sleman, Novita Krisnaeni, menjelaskan bahwa Sekolah Lansia merupakan pengembangan dari program Bina Keluarga Lansia (BKL). Program ini dirancang sebagai pendidikan nonformal bagi lansia agar menjadi pribadi yang tangguh dalam tujuh dimensi lansia, bermanfaat bagi diri sendiri, keluarga, masyarakat dan negara.
Ia menambahkan, sepanjang 2025 Pemkab Sleman bersama Kemendukbangga DIY dan Indonesia Ramah Lansia mencanangkan 16 Sekolah Lansia, terdiri atas 7 Standar 1, 8 Standar 2 dan 1 Standar 3, jumlah terbanyak dibandingkan daerah lain di DIY.
Pembelajaran sekolah lansia berlangsung delapan kali pertemuan dengan kurikulum yang disesuaikan. Selain sebagai peserta, lansia juga didorong menjadi teladan bagi keluarga dan lingkungan terkait pentingnya menjaga kesehatan serta tetap aktif meski di usia lanjut.
Kepala Perwakilan Kemendukbangga DIY, Mohammad Iqbal Apriansyah, turut mengapresiasi para wisudawan dan menegaskan dukungannya terhadap keberadaan Sekolah Lansia sebagai sarana peningkatan kesehatan dan kebahagiaan lansia di Sleman dan DIY.
“Kami ucapkan selamat kepada bapak ibu yang telah selesai diwisuda pada hari ini. Mari wujudkan lansia di DIY dan Sleman agar bahagia, produktif, sehat, dan memberikan manfaat yang besar bagi lingkungannya,” ujarnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Polresta Sleman masih melakukan analisa dan evaluasi terkait evakuasi 11 bayi dari rumah penitipan di Pakem, Sleman.
ASDP mencatat lonjakan penumpang dan kendaraan di lintas Jawa-Sumatera serta Bali selama libur panjang Kenaikan Isa Almasih 2026.
PSIM Jogja menang 2-1 atas Madura United di Bantul. Hasil ini membuat Persis Solo masih punya peluang lolos dari degradasi Liga 1.
AC Milan menang 2-1 atas Genoa pada pekan ke-37 Liga Italia 2025/26 dan naik ke posisi ketiga klasemen sementara Serie A.
Juventus kalah 0-2 dari Fiorentina dan terlempar dari empat besar klasemen Liga Italia 2025/26. Peluang ke Liga Champions makin berat.
Penjaringan siswa Sekolah Rakyat di Gunungkidul dimulai untuk jenjang SD, SMP, hingga SMA bagi keluarga kurang mampu.