Satpol PP Sleman Tertibkan 1.791 Spanduk dan Reklame Selama 2026
Satpol PP Sleman menertibkan 1.791 spanduk, reklame, dan APK sepanjang Januari-Juni 2026 melalui 47 operasi di berbagai kapanewon.
Sunartono, Pendiri Yayasan Wreda Sadu Kencana Sleman. - Harian Jogja/Andreas Yuda Pramono
Harianjogja.com, SLEMAN—Lonjakan jumlah warga lanjut usia di Sleman dan belum adanya skema perlindungan khusus mendorong mantan Sekretaris Daerah Sleman, Sunartono, mendirikan Yayasan Wreda Sadu Kencana sebagai pusat pemberdayaan dan pendampingan warga lansia.
Jumlah warga lanjut usia (lansia) di Kabupaten Sleman terus meningkat signifikan setiap lima tahun. Kondisi ini dinilai perlu diimbangi dengan kebijakan pemberdayaan dan jaminan sosial yang lebih memadai. Mantan Sekretaris Daerah (Sekda) Sleman, Sunartono, menyoroti belum adanya skema asuransi khusus bagi lansia di Indonesia seperti yang diterapkan di Jepang.
Sunartono menjelaskan bahwa Pemerintah Jepang memiliki program asuransi lansia yang secara otomatis memberikan layanan khusus kepada warga ketika memasuki usia 65 tahun. Menurutnya, model seperti ini dapat menjadi rujukan bagi pemerintah pusat maupun daerah untuk memastikan lansia tidak terlantar.
“Di Indonesia belum ada. Kami berharap kegiatan semacam ini mendapat respons dari pemerintah tingkat daerah hingga nasional. Kalau bisa, lansia itu jangan sampai terlantar,” ujar Sunartono saat ditemui di Kopi Jongke, Rabu (3/12/2025).
Berkaca dari pengalaman tersebut, Sunartono mendirikan Yayasan Wreda Sadu Kencana yang menaungi Pusat Kegiatan Lansia Laras di Bumi Sembada. Yayasan ini menawarkan berbagai program pendampingan bagi lansia, baik secara psikologis (rohani) maupun fisik (jasmani). Program tersebut bersifat terbuka dan dapat diikuti seluruh lansia di Sleman.
“Sebab baru rintisan, kami terus melakukan sosialisasi kepada masyarakat. Program ini kami desain untuk meningkatkan usia harapan hidup melalui pelatihan fisik, mental, dan sosial,” jelasnya.
Ia berharap kehadiran pusat kegiatan tersebut dapat menjadi ruang positif bagi lansia untuk berbagi pengalaman dan memperluas interaksi sosial. “Prinsipnya, kebahagiaan itu memperpanjang usia,” katanya.
Selain mendampingi warga lansia, yayasan ini juga memberikan pelatihan bagi para caregiver agar memahami metode pendampingan yang tepat. “Lansia siapa pun mau bergabung dipersilakan. Daripada bengong di rumah, mending bergabung. Ada banyak teman sebaya yang bisa diajak ngobrol, topiknya pasti nyambung,” tambahnya.
Koordinator Perkumpulan Purna Bhakti Praja Sleman (PBPS) Wilayah Selatan, Suyamsih, menambahkan bahwa PBPS Sleman juga rutin menggelar kegiatan peningkatan kebugaran bagi anggotanya sebagai salah satu upaya memperpanjang usia harapan hidup. Kegiatan tersebut mencakup senam otak, lomba estafet antarkelompok, hingga penampilan kesenian.
“Warga lansia kalau nyanyi-nyanyi, senam otak, lomba-lomba itu senang. Tantangan lansia itu apa ya? Yang penting senang,” ujar Suyamsih.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Satpol PP Sleman menertibkan 1.791 spanduk, reklame, dan APK sepanjang Januari-Juni 2026 melalui 47 operasi di berbagai kapanewon.
PSEL DIY ditargetkan mengolah 1.000 ton sampah per hari dan menghasilkan listrik 18-20 MW untuk sekitar 15.000 rumah.
KY memastikan seleksi hakim agung dan hakim ad hoc MA 2026 transparan. Publik bisa memantau proses dan memberi informasi rekam jejak calon.
Jadwal KRL Jogja-Solo Rabu 12 Agustus 2026 tersedia 15 perjalanan. Kereta pertama berangkat 05.05 WIB, tarif tetap Rp8.000.
PSEL Piyungan ditargetkan groundbreaking Desember 2026. Proyek senilai Rp2,5 triliun-Rp3 triliun ini mulai dibangun Januari 2027.
Polisi menyiagakan puluhan personel setelah massa membakar sejumlah kantor pemerintah di Ilaga, Puncak, Papua Tengah.