Wisatawan Keluhkan Tarif Tikar, DPRD Bantul Minta Pedagang Terbuka
DPRD Bantul meminta pedagang pantai transparan soal tarif layanan setelah wisatawan mengeluhkan biaya sewa tikar di Pantai Parangtritis.
Bus sekolah khusus siswa disabilitas resmi dilaunching dan kebermanfaatannya sangat langsung dirasakan pada Rabu (1/10/2025). Diharapkan bisa menambah armada agar dapat menjangkau banyak siswa disabilitas di penjuru Kulonprogo. - Harian Jogja - Khairul Ma\'arif /
Harianjogja.com, BANTUL— Kebutuhan bus sekolah di Kabupaten Bantul dinilai masih jauh dari kondisi ideal. Hingga kini, Bantul baru memiliki satu unit bus sekolah yang beroperasi di wilayah Bantul Barat, sementara kebutuhan riil untuk melayani seluruh wilayah diperkirakan mencapai enam unit.
Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Bantul, Singgih Riyadi, mengatakan keterbatasan armada menjadi tantangan utama dalam menyediakan layanan transportasi yang aman dan nyaman bagi pelajar. Secara perencanaan, Dishub Bantul menargetkan minimal tiga unit bus sekolah untuk menjangkau wilayah Bantul Barat, Tengah, dan Timur. Namun, jika mengacu pada kebutuhan di lapangan, idealnya setiap wilayah membutuhkan dua unit bus dengan rute berbeda.
“Kalau kebutuhan ideal, kami memperkirakan sekitar enam bus sekolah. Masing-masing wilayah, Barat, Tengah, dan Timur, dua unit dengan rute yang berbeda,” ujar Singgih, Sabtu (13/12/2025).
Singgih menjelaskan, upaya penambahan armada terus dilakukan melalui pengajuan proposal bantuan ke pemerintah pusat. Bantuan bus sekolah tersebut bersumber dari program Kementerian Perhubungan yang setiap tahun membuka alokasi anggaran bantuan teknis. Namun, hasil pengajuan yang diajukan Bantul belum sepenuhnya sesuai dengan kebutuhan daerah.
Pada tahun ini, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) memperoleh alokasi dua unit kendaraan bantuan dari Kementerian Perhubungan, masing-masing untuk Kabupaten Bantul dan Kabupaten Sleman. Sebelumnya, Bantul mengajukan permohonan tiga unit bus untuk wilayah Barat, Tengah, dan Timur, tetapi hanya satu unit yang disetujui.
“Yang kami terima saat ini masih simbolis, fisiknya belum datang. Insyaallah bulan Desember ini segera dikirim,” katanya.
Bus bantuan tersebut bukan berukuran besar, melainkan kendaraan jenis Hiace dengan kapasitas sekitar 18 penumpang. Armada itu secara khusus diperuntukkan untuk mendukung kegiatan Sekolah Rakyat (SR). Meski demikian, Dishub Bantul membuka peluang pemanfaatan kendaraan tersebut untuk kebutuhan transportasi sekolah lain, terutama jika ada kegiatan yang memerlukan fasilitasi armada.
Sementara itu, Kepala Bidang Angkutan Dishub Bantul, Toto Pamudji, menyebut pengajuan tambahan bus sekolah dilakukan hampir setiap tahun, baik melalui dana pemerintah pusat maupun skema dana keistimewaan (danais). Namun, untuk pengadaan tahun depan, proposal Bantul belum mendapat persetujuan.
“Kami setiap tahun selalu mengajukan. Tahun ini belum disetujui, kemungkinan karena keterbatasan anggaran,” ujarnya.
Toto menambahkan, pemenuhan bus sekolah masih menjadi pekerjaan rumah besar bagi Dishub Bantul, terutama untuk menjamin akses transportasi yang aman dan merata bagi pelajar di seluruh wilayah. “Kami ingin seperti Gunungkidul yang wilayahnya sudah terkover optimal untuk layanan bus sekolah,” pungkasnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
DPRD Bantul meminta pedagang pantai transparan soal tarif layanan setelah wisatawan mengeluhkan biaya sewa tikar di Pantai Parangtritis.
Menkes Budi Gunadi Sadikin membahas kondisi keuangan BPJS Kesehatan, suntikan Rp20 triliun, hingga kualitas layanan rumah sakit.
Polisi membekuk Gembel, spesialis pencuri pompa sumur bor yang terungkap beraksi di 19 TKP di Gunungkidul dan Bantul.
Bupati Magelang Grengseng Pamuji meminta ASN meninggalkan kebiasaan lama dan memperkuat target pembangunan, termasuk kemiskinan dan pengangguran.
Dinkes Kota Jogja mencatat 41 kasus baru HIV hingga triwulan II 2026, turun dibandingkan 118 kasus pada 2024 dan 98 kasus pada 2025.
Pemkab Sleman dan Klaten menyepakati pembagian PBJT Candi Prambanan untuk mengoptimalkan PAD dan pengembangan kawasan wisata.