Usai Dugaan Keracunan MBG, Seluruh Siswa SDN Kowang Pulih
Sebanyak 18 siswa SDN Kowang Bantul yang sempat diduga keracunan MBG kini kembali masuk sekolah setelah kondisi membaik.
Foto ilustrasi menu Makan Bergizi Gratis, dibuat menggunakan Artificial Intelligence (AI).
Harianjogja.com, BANTUL—Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Bantul tetap disalurkan meski sekolah libur, dengan siswa mengambil jatah MBG secara mandiri di sekolah.
Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Bantul, Hermawan Setiaji, menjelaskan bahwa secara teknis program unggulan ini berada di bawah pengelolaan langsung Badan Gizi Nasional (BGN). Namun, operasional di lapangan tetap berkoordinasi erat dengan pihak sekolah.
“Detail monitoring memang ada di BGN, tetapi setahu kami pelaksanaannya tetap menyesuaikan jadwal sekolah agar distribusi tepat sasaran,” ujar Hermawan, Senin (22/12/2025).
Siswa Ambil Jatah MBG di Sekolah
Hermawan menekankan bahwa dinamika libur sekolah tidak menghentikan pemberian asupan gizi bagi siswa. Pada hari libur seperti saat ini, skema distribusi dialihkan dengan metode pengambilan mandiri.
“Walaupun sekolah libur, MBG tetap diberikan. Contohnya hari ini, para siswa datang ke sekolah masing-masing untuk mengambil jatah makanan mereka,” jelasnya.
Langkah ini diambil agar target pemenuhan gizi kronis pada anak tetap terjaga konsistensinya tanpa terputus jeda libur panjang akhir tahun.
Kapasitas Layanan Gizi Bantul Terus Meningkat
Selain memastikan kelancaran distribusi, Pemkab Bantul juga melaporkan perkembangan signifikan terkait infrastruktur pendukung program ini. Per Senin (22/12/2025), jumlah Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Bantul telah mencapai 91 unit.
Rincian operasional SPPG di Bantul saat ini adalah:
Hermawan menambahkan, empat SPPG yang sebelumnya sempat dihentikan izin operasionalnya kini sudah aktif kembali setelah melalui proses evaluasi.
“Jika seluruh unit yang sedang dalam tahap persiapan sudah siap, kami perkirakan total SPPG di Kabupaten Bantul akan mencapai sekitar 131 unit. Ini akan memperluas jangkauan anak-anak penerima manfaat di seluruh wilayah Bantul,” pungkasnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sebanyak 18 siswa SDN Kowang Bantul yang sempat diduga keracunan MBG kini kembali masuk sekolah setelah kondisi membaik.
Kasus istri gorok leher suami di Bantul terungkap. Dipicu perselingkuhan dari chat WhatsApp, pelaku terancam 10 tahun penjara.
Transformasi ekonomi di DIY dan Jawa Tengah dinilai tidak sepenuhnya menggeser akar budaya lokal.
Jelang Iduladha 2026, Dispertapang Kulonprogo perketat pengawasan hewan kurban. PMK nol kasus, namun ancaman penyakit lain tetap diwaspadai.
PN Tipikor Bengkulu vonis bebas 4 terdakwa kasus korupsi lahan tol. Hakim sebut tidak ada unsur melawan hukum.
Simak jadwal lengkap SPMB SMA/SMK DIY 2026, kuota jalur, hingga tahapan pendaftaran. Pastikan tidak terlewat!