Cegah Insiden Keracunan MBG Terulang, Pemkab Kulonprogo Evaluasi 10 SPPG
Pemkab Kulonprogo melakukan monev terhadap 10 SPPG dan membekukan empat unit untuk mencegah kejadian fatal MBG kembali terulang.
Suasana Jalan Nasional Jogja-Wates yang masih begitu lengang tetapi petugas dari Posyan Temon tetap bersiaga memastikan lalu lintas aman terkendali, Selasa (23/12/2025). Harian Jogja/Khairul Ma'arif .
Harianjogja.com, KULONPROGO—Polres Kulonprogo mendirikan pos pelayanan (Posyan) di Kapanewon Temon yang berbatasan langsung dengan Purworejo, Jawa Tengah di sisi baratnya. Posyan yang sudah berdiri sejak Sabtu (20/12/2025) itu menjadi fasilitas bagi pengendara yang hendak istirahat. Selain itu, ada juga petugas yang bersiaga selalu untuk mengatur lalu lintas.
Wakil Kepala Posyan Temon, IPDA Mahbub Khasani mengatakan, sejak dibukanya Posyan sebenarnya volume kendaraan sudah alami peningkatan. Namun memang peningkatannya tidak begitu signifikan masih sekitar di bawah 10 persen. "Akhir pekan lalu meningkat volume kendaraan tetapi tidak sampai menimbulkan kepadatan, untuk Senin dan Selasa ini relatif normal," katanya kepada Harian Jogja ditemui di Posyan Temon, Selasa (23/12/2025).
Dia memprediksi, sore ini sampai besok akan terjadi peningkatan signifikan. Itu karena sudah mulai mendekati perayaan natal dan banyak kantor yang sudah memasuki masa libur. Namun, Mahbub memastikan, peningkatan volume kendaraan yang signifikan itu tidak terlalu mengganggu arus lalu lintas.
"Sekarang itu opsi ke Jogja udah banyak pilihan, ada jalan tol ada kereta ada jalur selatan sehingga di Jalan Nasional ini tidak terlalu dominan," lanjutnya. Diketahui memang Posyan Temon tersebut berada di Jalan Nasional Jogja-Wates. Menurutnya, momen seperti natal dan tahun baru ini tidak begitu banyak pengendara pribadi.
Umumnya kendaraan pribadi melintas lebih banyak ketika momen mudik lebaran. Menurut Mahbub mayoritas memang yang melintas kendaraan pribadi tetapi juga itu bisa taksi online. "Kalau sekarang ramainya jalan ini tergantung penumpang pesawat. Kalau Nataru kaya gini kendaraan pribadi jarak jauh tidak begitu banyak ya karena itu tadi opsi ke Jogja aksesnya sudah banyak," ungkapnya.
Mahbub menuturkan, pergerakan kendaraan akan meningkat lebih banyak nantinya ketika menjelang tahun baru. Itu lantaran banyak wisatawan yang ingin mengunjungi destinasi di Kulonprogo. "Posyan ini ada layanan kesehatan dan bisa untuk minum-minum atau istirahat sejenak dari perjalanan panjang," jelasnya.
Sementara itu, Kepala Seksi Operasional dan Pengendalian Dinas Perhubungan, Agus Hari Suprapto menambahkan, instansinya akan mulai operasi Nataru Rabu (24/12/2025). Menurutnya, akan disiapkan rekayasa lalu lintas apabila terjadi kepadatan kendaraan.
Termasuk daerah perbatasan perbukitan akan menjadi fokus karena sedang dalam musim penghujan.
"Sehingga perbukitan Menoreh akan dipasang rambu-rambu," tuturnya. Kondisi yang hujan dengan medan perjalanan menanjak tentu sangat berbahaya.
Operasi Nataru resmi dimulai Rabu (24/12/2025) dengan fokus pengamanan jalur perbatasan dan kawasan perbukitan Menoreh, termasuk pemasangan rambu tambahan untuk mengantisipasi risiko kecelakaan di tengah musim hujan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Pemkab Kulonprogo melakukan monev terhadap 10 SPPG dan membekukan empat unit untuk mencegah kejadian fatal MBG kembali terulang.
Jadwal KRL Solo-Jogja Sabtu 26 September 2026 dari Palur menuju Jogja/Tugu tersedia mulai pukul 05.00 WIB. Simak jadwal lengkapnya.
Jadwal KRL Jogja-Solo Sabtu 26 September 2026 tersedia 15 perjalanan. Simak jadwal setiap stasiun dan tarif Rp8.000.
Subsidi BBM dan LPG 3 kg 2027 turun Rp11,4 triliun. DPR menyoroti data penerima subsidi dan tingginya exclusion error pemerintah.
Wapres Gibran meminta pendataan warga terdampak banjir bandang Solok dipercepat untuk penanganan dan penataan permukiman.
Pertumbuhan anak perempuan yang lambat perlu dipantau. Kenali faktor penyebab perawakan pendek dan risiko gangguan kromosom.