Gencatan Senjata Baru Disepakati, Muncul Ledakan di Kilang Minyak Iran
Ledakan guncang kilang minyak di Iran usai gencatan senjata dengan AS. Penyebab belum diketahui, situasi kawasan kembali tegang.
Salah satu KTP dengan pekerjaan tertulis sebagai Pewaris Keluarga Zhang. Zhang atau Zhang Qiling adalah tokoh anime dalam serial animasi Tiongkok, The Lost Bomb. - ist/Disdukcapil Gunungkidul
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Tren bercanda dengan identitas diri di dokumen resmi berisiko mengacaukan data layanan publik, sehingga Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Gunungkidul menegaskan larangan penggunaan profesi tokoh fiksi pada kolom pekerjaan KTP.
Di era media sosial, kreativitas warga kerap menemukan jalannya sendiri, termasuk saat berurusan dengan administrasi negara. Bagi sebagian orang, kolom pekerjaan di KTP dianggap sebagai ruang bebas berekspresi, tempat menyematkan gelar yang terdengar epik dan “berkelas dunia lain”.
Fenomena itu disorot Disdukcapil Gunungkidul melalui unggahan resmi mereka di Instagram. Dengan gaya santai namun tegas, instansi tersebut mengingatkan bahwa identitas kependudukan bukan novel silat atau gim daring.
“Meskipun terlihat keren, namun Anda tidak dapat memilih pekerjaan Kultivator Tingkat Tinggi, Ketua Organisasi Hantu Bayangan, Penguasa Pedang Langit atau Ahli Memilih Batu Giok pada kolom Pekerjaan Dokumen Kependudukan,” tulis Disdukcapil Gunungkidul dalam materi imbauannya.
Dalam keterangan unggahan itu juga disebutkan, “Sedulur Gunungkidul, sesuai dengan Permendagri No. 109 Tahun 2019 terdapat 99 Pekerjaan yang dapat dipilih oleh Penduduk di kolom Pekerjaan pada Dokumen Kependudukan nggih.”
Pernyataan tersebut menegaskan bahwa negara telah menyediakan 99 kategori profesi resmi yang dapat dipilih warga. Dunia fiksi boleh saja mengenal “Ketua Asosiasi Perguruan Gerbang Dewa”, tetapi sistem administrasi hanya mengakui pekerjaan yang nyata dan terukur.
Bukan Sekadar Formalitas
Disdukcapil menekankan, kolom pekerjaan bukan sekadar formalitas. Data tersebut digunakan lintas instansi, mulai dari perbankan, asuransi, penyaluran bantuan sosial, hingga layanan kesehatan. Isian yang nyeleneh berpotensi menyulitkan warga sendiri seusai data itu terintegrasi dalam sistem nasional.
Pendekatan humor dipilih agar pesan lebih mudah diterima. Di balik candaan soal “Penguasa Pedang Langit”, tersimpan pengingat serius bahwa KTP bukan kartu karakter dalam gim, melainkan identitas resmi yang menentukan akses terhadap hak-hak warga negara.
Melalui gaya ringan itu, Disdukcapil Gunungkidul mengajak warga tertawa sekaligus sadar: berimajinasi boleh saja di dunia maya, tetapi urusan KTP sebaiknya tetap berpijak di bumi, karena data yang rapi hari ini menjadi jalan mulus bagi layanan publik esok hari.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Disdukcapil Gunungkidul
Ledakan guncang kilang minyak di Iran usai gencatan senjata dengan AS. Penyebab belum diketahui, situasi kawasan kembali tegang.
Jadwal SIM Gunungkidul September 2026 lengkap dengan lokasi, jam pelayanan, SIM Keliling, Saturday Night Service, dan syarat perpanjangan.
Jadwal layanan SIM Kulonprogo Sabtu 26 September 2026 di MPP dan SIMENOR. Cek lokasi, jam pelayanan, syarat, dan jenis SIM yang dilayani.
Jadwal SIM Sleman Sabtu 26 September 2026 tersedia di MPP Sleman dan SIM Keliling Malam. Cek lokasi, jam, dan syarat lengkapnya.
Jadwal layanan SIM Jogja Sabtu 26 September 2026, lengkap dengan lokasi, jam pelayanan, syarat perpanjangan SIM A dan SIM C.
Jadwal SIM Keliling Polda DIY September 2026 lengkap dengan lokasi, jam pelayanan, syarat perpanjangan, dan biaya SIM A serta SIM C.