Rute Jeep Gumuk Pasir Diubah, Pemkab Bantul Cari Jalan Tengah
Pemkab Bantul akan menata ulang rute jeep wisata di Gumuk Pasir Parangtritis untuk menjaga ekosistem tanpa mengganggu aktivitas ekonomi warga.
Ilustrasi waste to energy, atau sampah jadi energi. - Freepik
Harianjogja.com, BANTUL—Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bantul mulai mematangkan langkah menuju pemanfaatan sampah sebagai energi melalui proyek Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) yang kini disiapkan.
Pada tahap ini, pemerintah daerah memfokuskan diri pada penyusunan draf nota kesepahaman (MoU) sebagai fondasi pelaksanaan PSEL sebelum masuk ke tahapan lanjutan, termasuk sosialisasi kepada masyarakat terdampak.
Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Bantul, Bambang Purwadi Nugroho, menjelaskan bahwa proses administrasi menjadi prioritas utama agar seluruh tahapan proyek berjalan terukur. “Progress PSEL masih dalam penyelesaian draft MoU. Untuk sosialisasi ke warga sudah dirancang dan segera dikoordinasikan dengan stakeholder terkait,” kata Bambang, Rabu (21/1).
Ia menegaskan lokasi pembangunan PSEL telah ditetapkan berada di Kapanewon Piyungan, Bantul. Menurutnya, fasilitas ini diharapkan menjadi jawaban atas persoalan sampah, tidak hanya bagi Bantul, tetapi juga wilayah DIY secara keseluruhan.
“Untuk lokasi PSEL sudah fix di Piyungan. Ke depan kami berharap masyarakat bersama-sama bisa mendukung program PSEL untuk penyelesaian sampah di wilayah DIY termasuk Bantul,” ujarnya.
Terkait dampak bagi warga sekitar, Bambang menyebut skema kompensasi masih menjadi bagian dari pembahasan. Aspek tersebut dinilai penting seiring rencana pembangunan fasilitas PSEL agar implementasi berjalan seimbang dengan kepentingan masyarakat. “Soal kompensasi masih dalam pembahasan dan menjadi hal yang penting untuk diperhatikan,” jelasnya.
Di sisi lain, Panewu Piyungan Muhammad Baried mengungkapkan bahwa hingga kini sosialisasi resmi mengenai rencana PSEL belum dilakukan kepada masyarakat di wilayahnya. Pemerintah kapanewon masih menunggu arahan dan tindak lanjut dari DLH. “Selama ini sepengetahuan saya belum ada sosialisasi. Kami masih menunggu dari DLH,” kata Baried.
Meski demikian, ia menilai sebagian warga kemungkinan telah mengetahui rencana tersebut karena lokasi yang akan digunakan merupakan lahan milik Pemerintah Daerah DIY yang telah dipagari, sehingga keberadaan proyek PSEL Bantul di Bawuran, Piyungan, mulai terbaca publik dan menjadi bagian dari percakapan soal pengelolaan sampah di DIY. “Sebagian mungkin sudah tahu karena lokasinya itu lahan milik Pemda DIY yang sudah dipasang pagar,” ujarnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Pemkab Bantul akan menata ulang rute jeep wisata di Gumuk Pasir Parangtritis untuk menjaga ekosistem tanpa mengganggu aktivitas ekonomi warga.
Vivo X Fold 6 resmi rilis dengan kamera 200MP, baterai 7000 mAh, dan chip MediaTek. Ini spesifikasi lengkap dan harganya.
Gempa bumi tektonik kembali mengguncang wilayah selatan Jawa tepatnya Pacitan Jawa Timur pada Sabtu, 27 Juni 2026 sore.
Gempa Pacitan Magnitudo 5,6 terasa hingga DIY. Warga Banguntapan Bantul berhamburan keluar rumah, BMKG mengimbau masyarakat tetap waspada.
eklarasi diikuti oleh Satgas Giant SMK Negeri 2 Depok bersama perwakilan Satgas Anti Narkoba dari sejumlah sekolah di DIY.
Truk paket tujuan NTT terbakar di Tol Semarang-Solo. Muatan hangus, diduga akibat as roda patah.